Tulisan
ini dimulai dengan menyebut nama Allah,
tuhan Abraham, Isac dan
Jacoeb
Lampu-lampu persiapan perayaan bertambah meriah di kota
Miami ketika malam mulai larut di atas pantai-pantai di negeri bagian
Florida Timur pada malam 25 Desember 2023.kota-kota di Amerika tengah
menyiapkan perayaan Natal yang di gelar tiap tahun. Pohon-pohon
cemara dihias, berbagai macam hadiah dibagikan,pakaian-pakian baru
dikenakan. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan,dan lagu-lagu
didendangkan sebagai pemberitahuan bahwa perayaan hari kelahiran Isa
AL-Masih dimulai. Dari jendela pesawat, tampak seorang(sebut saja
Lucas) tengah melontarkan pandangannya pada indahnya malam di atas
langit kota Miami. Dalam dirinya, ia bertanya-tanya tentang sesuatu.
Apakah benar keyakinan yang dianutnya selama ini?
Benarkah tuhan memiliki seorang istri dan anak?
Mungkin juga dirimu, semakin bingung saat mendalami ajaran
Kristiani. Alangkah baiknya engkau terdiam sesaat, merenungi kisah
siapakah sebenarnya Yesus dan Ibunda Marya. dalam kitab suci Al-Quran
yang berasal dari sumber yang sama seperti Injil yaitu Allah. Berikut
adalah kisah keduanya dalam Al-Quran. Tetapi sebelum itu semua, Allah
memulai kisah Isa/ Yesus dalam Al-Quran dengan pujiannya terhadap
sang ibunda, Maryam. Seorang wanita yang taat di kalangan kaumnya.
Bahkan Allah menjadikan Maryam sebagai wanita tersuci dan tertaat
seperti yang di sebutkan dalam Al-Quran surat Ali-Imran. Allah
berfirman yang artinya:
“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam!
Sesungguhnya Allah telah memilihmu(untuk beribadah), menyucikanmu,
dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa
itu)”(Ali Imran: 42)
Allah memilih Maryam sebagai
hamba-Nya
yang suci dari sentuhan lelaki. Maryam akhirnya mengasingkan dirinya
di Baitul maqdis atau lebih dikenal oleh sebagian umat Nashrani
dengan nama tanah suci Yerussalem. Tanah
yang pernah Allah janjikan untuk kaum nabi Musa. Namun, mereka justru
menolak dan mengatakan pada nabi Musa seperti yang Allah firmankan
dalam surat Al Maidah.yang artinya
“mereka berkata[bani Israel], “Wahai Musa! sampai kapanpun
kami tidak akan memasukinya selama mereka masih berada di dalamnya,
karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu
berdua. Biarlah kami tetap[menunggu] di sini saja.”(Al-Maidah: 24)
di Yerussalem, Maryam memfokuskan
dirinya dalam beribadah kepada Allah.
Sampai akhirnya, Allah menunjukkan bukti kekuasaanya melalui Maryam.
Yaitu lahirnya bayi dari Maryam tanpa kehadiran seorang ayah.
Kisahnya adalah,di saat Maryam tengah mengasingkan diri dari
kaum-nya. Allah mengutus Jibril(malaikat-Nya) untuk menemui Marya
agar memberinya kabar gembira(yaitu lahirnya Isa dari rahim suci
Maryam tanpa hadirnya seorang lelaki). Jibril menampakkan dirinya
dalam bentuk rupa seorang lelaki yang sempurna. Maryam sempat
bertanya terheran, bagaimana bisa, ia melahirkan seorang anak padahal
tak ada seorang lelaki yang menyentuh dirinya selama ini dan dia
bukanlah seorang pezina? Al Quran menjelaskan jawaban Jibril untuk
Maryam di surat Maryam, yang artinya,
“dia jibril berkata “demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “hal
itu mudah bagi-Ku, dan agar kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran
Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah
suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”(Maryam: 21)
jibril meniupkan ke rahim Maryam
ruh Isa. Akhirnya Maryam mengandung. Maryam lantas mengambil
keputusan untuk menjauhkan diri dari kaumnya supaya terhindar dari
ejekan kaumnya terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Samapai
akhirnya, Maryam melahirkan Isa di sebuah tempat yang orang Arab
menyebutnya ‘Baitulahm’atau
yang dikenal kaum Nasrani sekarang dengan nama ‘Betlehem’
pendapat ini disepakati oleh ulama tafsir seperti Anas Bin Malik.
‘Betlehem’ sendiri
adalah sebuah desa yang terletak sejauh 8 mil dari tanah suci
Yerussalem. Allah yang maha kuasa menjaga hambanya yang taat
(Maryam) dengan menjadikan sungai dan pohon kurma untuknya. Inilah
bentuk kasih sayang Allah untuk hambanya yang mulia nan taat. Maryam
membawa bayi kecilnya kembali menuju kaumya. Betapa terkejutnya
kaumnya saat mereka mendapati Maryam menggendong seorang bayi. Allah
menyebutkan kisah ini dalam Al Quran di ayat 27 dari surat Maryam.
Allah berfirman yang artinya.
“ maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan
menggendongnya. Kaumnya berkat “wahai Maryam sesungguhnya engkau
telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar”(Maryam:
27)
Allah
kembali melanjutkan kisah betapa kaum-nya terkejut melihat bayi yang
digendong Maryam di ayat selanjutnya, yang artinya:
“ wahai saudari perempuan Harun, ayahmu bukanlah seorang buruk
perangai dan ibumu bukanlah seorang pezina”(Maryam:
28)
kaum-nya benar takjub, bagimana
dia bisa melahirkan seorang anak? Apakh dia telah berzina? Akhirnya ,
bermunculanlah tuduhan- tuduhan keji untuk Maryam bahwa dirinya telah
melakukan perzinaan. Perspektif kaumnya berubah drastis, Maryam yang
dulunya mereka anggap sebagai wanita ahli ibadah (gelar
saudara harun disematkan
padanya karena ketaatannya
dalam beribadah seperti nabi Harun, saudara nabi Musa)
kini harus berubah menjadi seorang pezina lantaran bayi yang
digendongnya. Allah tidak tinggal diam. Allah segera menunjukkan
kuasa-Nya atas hamba-hamba-Nya dan pembelaanya terhadap Maryam. Allah
menjadikan Isa mampu berbicara dengan sendirinya seperti
pada ayat berikutnya di surat Maryam yang artinya:
“Maka dia Maryam menunjuk kepada (anak) nya. Mereka berkata,
“bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam
ayunan?”(Maryam: 29)
“dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, dia
memberiku kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi,”(Maryam:
30)
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku
berada, dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan
menunaikan zakat selama aku hidup;”(Maryam: 31)
“dan berbakti kepada ibuku,dan dia tidak menjadikanku seorang
yang sombong lagi celaka.”(Maryam: 32)
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari
kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan
kembali,”(Maryam: 33)
Allah memberikan mukjizat-Nya
kepada Isa sebagai bukti, bahwa Allah maha mapu atas segala sesuatu.
Semuanya terdiam sejenak, bayi ajaib! Allah telah memberinya kitab
suci dan memberkahinya dimana saja ia berada. Namun, ia (Isa)
tetaplah seorang hamba Allah. Bukan seorang anak Allah. Isa
memerintahkan kaumnya untuk menunaikan shalat dan zakat.Dan
dia juga memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua,
terlebih seorang ibu. Isa
tumbuh dengan membawa banyak keberkahan dan mukjizat, di antaranya
adalah,
dia mampu meniupkan ruh kepada seokor burung mainan yang terbuat dari
tanah liat, dengan izin Allah tanah liat itu berubah menjadi seekor
burung yang mampu terbang.
Menyembuhkan penyakit kusta dan buta. Juga menghidupkan orang yang
meninggal,dengan seizin Allah. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam
firmannya di surat Ali Imran, yang artinya:
“Dan sebagai rasul kepada Bani israel (dia berkata), “Aku
telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (Mukjizat) dari tuhanmu,
yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti
burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin
Allah, Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang
yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin
Allah, dan aku memberitahukan kepada kamu apayang kamu makan dan apa
yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang
beriman”(Ali Imran: 49)
Isa menyeru kepada kaumnya untuk meninggalkan peribadatan kepada
selain Allah menuju kepada Allah semata. Sebagian dari BaniIsrael
mengimaninya dan mengikutinya dan sebagian pula mendustakannya dan
mencoba untuk membunuhnya (termasuk Yahudi) Allah memuji para
‘hawariy’ di surat Ali Imran yang artinya:
“Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israel), dia
berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan
agama) Allah?” para hawariyyun (sahabat setia Isa) menjawab,
“kami-lah penolong (agama) Allah.kami beriman kepada Allah, dan
saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim’’(Ali
Imran: 52)
Allah juga menyebutkan di dalamAlQuran tentang orang-orang Nasrani,
janji Allah kepada mereka tentang surga. Allah berfirman dalam surat
Al Baqoroh yang artinya:
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi,
orang-orang kristen dan orang-orang Sabiin (Umat sebelum Nabi
Muhammad saw. Yang mengimani bahwa adanya ‘tuhan yang maha esa dan
pengaruh bintang-bintang), siapa saja (diantara mereka) yang beriman
kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat
pahala dari tuhan-Nya (Allah) tidak ada rasa takut pada mereka, dan
merekatidak bersedih hati”(Al Baqarah: 62)
Allah menjanjikan pahala bagi umat nasrani selama mereka hanya
menyembah kepada Allah dan tidak menjadikan sesembahan selainnya.
Pahala yang mampu mengantarkan seseorang menuju surga-Nya. Allah
telah mewahyukan sebuah ayat kepada nabi-Nya (Muhammad) dan nabi-nabi
sebelum Muhammad S.A.W tentang hal ini, yaitu beribadah kepada Allah
semata dan tidak menyekutukan-Nya. Ayat itu tak akan pernah terhapus,
Allah menjaganya di kitab-kitab terdahulu seperti Injil, Taurat,dan
Zabur. Yang artinya:
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi)
sebelummu, “sungguh, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya
akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang
rugi”(Az-Zumar: 65)
Isa terus berdakwah menyeru kepada Bani Israil, sampai akhirnya,
kaum-kaum ahli makar yang mereka mengaku bahwa Allah mencintai
mereka, melakukan siasat untuk membunuh dan menyalib nabi Isa. Mereka
adalah bangsa Yahudi. Allah telah melaknat mereka atas lisan Daud dan
tuduhan keji mereka terhadap Maryam. Allah menyebut Yahudi sebagai
bangsa yang dimurkai lantaran mereka mengetahui kebenaran namun
justru mereka sembunyikan dan enggan untuk mengamalkan karena
kesombongan mereka. Allah mengutuk mereka menjadi monyet-monyet
seperti dalam firman-Nya yang artinya:
“Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan
pelanggaran di antara kamupada hari Sabat, lalu kami katakan kepada
mereka , “jadilah kamu kera-kera yang hina”(Al Baqoroh: 65)
Allah juga menyebutkan permusuhan Yahudi terhadap umat islam yang
amat besar, Allah berfirman yang artinya
“ Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya
terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang
Musyrik,dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat
persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang
yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” yang
demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para
rahib, (juga) karena mereka tak menyombongkan diri.”(Al-Maidah:
82)
Cukup ayat ini menjadi bukti bahwa musuh bebuyutan terdepan umat
islam adalah Yahudi. Akhirnya, Isa resmi menjadi buronan pasukan
Romawi Byzantium untuk di bunuh dan disalib. Isa bersama muridnya
bersembunyi di sebuah tempat yang tak diketahui oleh musuhnya. Namun
sayangnya, salah satu dari murid-muridnya berkhianat ( sebagian ahli
sejarah mengatakan bahwa nama si pengkhianat itu adalah Yudas) dan
memberi tahu tempat persembunyian nabi Isa kepada pasukan Romawi.
Namun lagi-lagi Allah menolong hambanya. Dikesempatan kali ini, Allah
mengangkat nabi Isa dan menyerupakan wajah Yudas dengan wajahnya nabi
Isa. Akhirnya Yudas ditangkap, sebelum akhirnya disalib oleh pasukan
Romawi. Itulah mengapa terdapat banyak sekali keganjilan tentang
siapakah yang sebenarnya mereka salib, isa atau bukan? Allah akhirnya
memberitahukan jawaban itu melalui ayat-Nya yang artinya :
“...padahal mereka tidak membununhya dan tidak pula menyalibnya,
tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang telah diserupakan dengan
Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang pembunuhan
Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka
benar-benar tidaktahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan
mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah
membunuhnya”(An-Nisa: 157)
Allah menjelaskan di ayat selanjutnya yang artinya:
“tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah
Mahaperkasa, Mahabijaksana”(AnNisa: 158)
selayaknya bagi kita untuk mengimani firman Allah ini. Yaitu, Isa
masih hidup sampai saat ini dan akan turun kembali menjelang hari
kiamat nanti. Tepatnya di menara putih Damaskus. Sebelum akhirnya ia
membunuh Dajjal yang diikuti oleh 70.000 kaum Yahudi. Itulah Isa
dalam agama islam. Seorang nabi yang mulia, bukanlah anak Allah
seperti yang dianut dan diyakini oleh sebagian, bahkan seluruh kaum
Nasrani. Maryam adalah hamba-Nya yang taat, bukanlah seorang pezina
atau istri tuhan. Dalam keyakinan Islam, Allah adalah tuhan
satu-satunya. Tak ada sekutu baginya baik di langi ataupun di bumi.
Dialah Mahakuasa pemilik kerajaan langit dan bumi. Tak layak
bagi-Nya untuk di beri gelar bahwa ia memiliki seorang anak.
Bagaimana bisa, mereka (umat Islam) meniadakan seorang anak ataupun
istri disisi Allah?
Apakah ada perumpamaan yang logis tentang keyakinan mereka? Atau ada
sesuatu yang menguatkan keyakinan mereka?
Mungkin itu adalah segelintir pertanyaan yang mungkin akan terbesit
di benakmu. Sekarang, dengarkan dan fahami baik-baik ucapanku ini
Pertama; jika kamu adalah seorang kristiani, kira-kira
apa yang akan terucap dari mulutmu saat aku mengatakan kepada seorang
Paus yang mulia atau seorang Uskup yang suci dari menikah
“selamat datang untukmu dan untuk anakmu, wahai paus”
kamu pasti akan marah dan spontan berucap
“kamu bodoh! Mereka tak layak untuk diberi gelar beranak ataupun
beristri, karena mereka suci”
sekarang, aku ingin kembali bertanya padamu. Jika kamu menjadikan
kesucian mereka itu dengan tidak menikah dan beranak, lalu mengapa
kamu meniadakan kesucian itu untuk tuhanmu? Bagaimana engkau bisa
tulus menyembah tuhanmu, sementara disisi lain engkau justru malah
menghinanya, yaitu dengan meniadakan gelar suci untuknya.
Kedua; jika kamu menganggap Yesus sebagai tuhan, lantas
mengapa sebelum dirinya disalib ia sempat berteriak
“Ellie,Ellie, lima sabakhtani (tuhan, tuhan, mengapa engkau
tinggalkan aku)”
kalau seandainya dia tuhan, mengapa ia justru malah meminta tolong
kepada tuhan? Bukankah tuhan mampu atas segalanya?
Ketiga; jika seandainya penyaliban Yesus semata adalah sebagai
cara bagi dirinya untuk menebus dosa seluruh umat manusia, mengapa ia
harus bersembunyi bersama murid-murid setianya dari kejaran tentara
Byzantium kala mereka hendak membunuh Yesus? Mengapa Yesus tidak
langsung menyerahkan dirinya saja untuk disalib, agar seluruh dosa
manusia ditebusnya melalui penyalibannya? Jikalau seandainya Yesus
tidak terbunuh, lantas apakah dosa seluruh manusia tidak terampuni?
Allah telah menjelaskan dalam ayat sucinya tentang ucapan kalian,
Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya yang artinya:
“Seandainya kami hendak membuat suatu permainan (istri dan
anak), tentulah kami akan membuatnya dari sisi kami, jika kami
benar-benar menghendaki perbuatan demikian” (Al-Anbiya: 17)
apakah Allah memberi kepada keduanya sifat-sifat ketuhanan? Apakah
tuhan dilahirkan? Apakah tuhan juga membutuhkan tuhan yang lainnya?
apakah tuhan membutuhkan makan? apakah tuhan diciptakan, bukankah
dia yang menciptakan? Allah kembali berfirman di surat Al-Maidah yang
artinya :
“Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun
sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh
pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana
kami menjelasakan ayat-ayat (tanda kekuasaan) kepada mereka Ahli
Kitab, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan oleh
keinginan mereka” (Al-Maidah: 75)
Allah telah menjelasakan hal demikian kepada kita agar kita mau
berfikir. Namun banyak dari hambanya yang tak mampu untuk mengambil
pelajaran dari kisah ini. Dalam dirimu, kamu akan kembali melontarkan
pertanyaan, sepertinya kamu masih belum percaya dengan semuanya. Kamu
mungkin akan mengemukakan alasan tentang keyakinanmu selama ini
dengan mengatakan
“ kami menganggapnya anak tuhan karena sebuah keajaiban yang
dialaminya, dia terlahir tanpa seorang ayah dan itu tak mungkin
sepertinya kecuali dia pasti adalah anak Allah, kami yakin Allah-lah
ayahnya”
wahai kawanku, bukankah Allah telah menciptakan Adam tanpa hadirnya
seorang ayah dan ibu, dan hawa tercipta dari seorang ayah tanpa ibu,
lantas mengapa engkau menganggap penciptaan Isa di rahim Maryam
adalah sesuatu yang mustahil. Bukankah yang mustahil itu adalah
penciptaanmu dari ketiadaan menjadi ada? Bukankah engkau dahulunya
adalah setetes air. Lalu Allah menjadikanmu seperti yang sekarang?
Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Karena dia adalah Mahakuasa
atas segala-galanya. Sekarang, aku ingin menceritakanmu beberapa
versi tentang orang yang diserupakan oleh Yesus, dan apa yang membuat
Nasrani berubah keyakinan dari yang sebelumnya menyembah tuhan yang
satu,( Allah) Menjadi menganut keyakinan Trinitas. Mari kita memulai
dari salah satu versi islam tentang pembunuhan Yesus:
Pertama: saat Allah berkehendak untuk mengangkat Almasih ke
langit, dia keluar menemui para ‘Hawariyyun yang berjumalah
12 orang lantas berucap, “sesungguhnya ada dari kalian akan ada
yang kafir denganku sebanyak 12 kali setelah beriman denganku”
lantas Almasih memberikan kepada mereka sayembara. “siapakah dari
kalian ingin menjadi sahabatku di surga sehingga Allah menyerupakan
wajahnya dengan wajahku,” semuanya terdiam, sampai akhirnya salah
satu dari mereka yang paling muda bangkit seraya berkata “saya,
wahai nabi Allah” Almasih berkata padanya “duduklah!” lalu
Almasih mengulang lagi sayembaranya tadi. Namun untuk yang kedua dan
ketiga, lelaki tadi kembali menawarkan dirinya maka Allah
menserupakan wajahnya dengan wajah Almasih. Dan Allah mengangkat
Almasih dari loteng rumahnya menuju ke langit. Lalu orang-orang
Yahudi meminta Almasih melalui perantara Yudas, pengkhianat ALmasih
dan mengambil orang yang telah diserupakan dengan Almasih tadi,
lantas menyalibnya. Dan murid-murid Almasih berpecah belah dengan
pendapat mereka setelah naiknya Almasih ke langit, terbagilah menjadi
3 golongan. Golongan pertama sepakat bahwa Almasih adalah Allah yang
turun disisi mereka lantas naik kelangit, mereka adalah Ya’qubiyyah.
Golongan kedua sepakat mengatakan bahwa Almasih adalah anak Allah,
mereka adalah Nasthuriyyah. Dan golongan ketiga mengatakan
bahwa Almasih adalah Rasul Allah dan hamba-Nya yang mulia. Mereka
adalah yang masih berpegang pada ajaran Almasih yang asli. Kedua
golongan tadi mencoba untuk menghabisi golongan terakhir. Namun,
Allah yang Mahaperkasa menahannya dan mengokokohkan mereka yang
menganut agama kristen murni sampai Mehmed / Muhammad diutus sebagai
seorang Nabi dan Rasul. Siapakah para Hawariyyun? Allahua’lam,
namun salah satu dari mereka yang terkenal adalah Yohanes, Dan Yudas
Iskandariot.
Kedua, setelah diangkatnya Almasih kelangit, seluruh umat
kristiani berada dalam kebingungan yang nyata selama 3 abad. Sampai
akhirnya, datanglah raja Konstantin pertama mengadakan sebuah konsili
terbesar di dunia yang digelar di sebuah kota terkenal yang bernama
atas namanya. Konsili itu lebih dikenal dengan nama konsili nicea.
Sebuah konsili yang menghadirkan ribuan uskup dan para pengikut
kristiani yang berkelompok-kelompok. Setiap limapuluh dari mereka
memiliki pedapat, duapuluh dari mereka memiliki pendapat, tujuhpuluh
dari mereka memiliki pendapat, dan seratus dari mereka memiliki
pendapat. Pertemuan kedua kembali digelar, kali ini, ‘Ya’qubiyyah
yang mengemukakan pendapat mereka, pertemuan ketiga kembali digelar,
giliran ‘Nasthuriyyah yang mengemukakan pendapat mereka, dan
mereka saling mengkafirkan satu sama lain. Dipertemuan terakhir, para
pemegang teguh agama Almasih mengemukakan kebenaran mereka, namun
sayangnya, pendapat golongan terakhir ini ditentang keras oleh semua
pihak. Konstantin segera mengambil keputusan bahwa keyakinan
‘Trinitas adalah yang wajib dianut oleh semua kaum kristiani
dan membunuh mereka yang tak menganut faham ‘Trinitas. Perlu
diketahui, Konstantin bukanlah seorang Nasrani sejak lahir, ia baru
saja memeluk Nashrani sebelum akhirnya menghancurkan agama itu
sendiri melalui konsili yang digelarnya. Beginikah agamamu? Hancur di
tangan orang munafik. Layakkah disebut sebagai agama murni untuk saat
ini? Kalian mengaku mencitai Almasih, namun kenyataannya, kalian
melakukan apa yang diharamkan olehnya sebelumnya. Seperti meminum
arak dan memakan babi. Adapun kami, kami tak menganggapnya tuhan.
Kami hanya menganggapnya sebagai utusan Allah. Namun lihatlah! Kami
menjauhi apa yang diharamkan olehnya. Kami pula mencintainya tanpa
harus melebih-lebihkannya. Bisa dibilang, kami (umat islam) yang
layak untuk mengambil gelar sebagai mereka yang memuliakan Almasih.
Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat untukmu. Semoga mampu
membukakan jalan hidayah bagimu, hai saudaraku.