“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Berpegang kepada Sunnah

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan".

Amalan tergantung Niatnya

Hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Islam Akan Kembali Asing

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال َ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ قال : بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيباً فَطُوبىَ لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR Muslim)

Amalan Bid'ah Tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Islam Dibangun di Atas 5 Perkara

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Agama Adalah Nasehat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)

Tampilkan postingan dengan label catatan pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan pribadi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2024

Kesombongan membawa petaka


    

Malam bertabur bintang di atas langit kota Washington, Amerika Serikat. Seorang pemuda, sebut saja Ruben. Tengah menyusuri jalan seorang diri. Tanpa sengaja, ia menyenggol seseorang. Ruben mencoba untuk meminta maaf kepada orang tadi. Namun, orang tadi hanya menatapnya sinis dan mengabaikannya sembari mencaci-maki si Ruben. Lelaki itu benar-benar sombong, dan angkuh. Lantas, Ruben teringat oleh perkataan seorang ulama terkenal zaman dahulu. Hasan al-Bashri, itulah namanya.

Al-Bashri berkata: “orang sombong itu ibarat seperti orang yang berada di atas gunung, ia akan melihat yang ada di bawahnya kecil, begitu juga sebaliknya, mereka orang-orang yang berada di bawah juga melihatnya kecil”

Dari perkataan ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa mereka yang sombong dan selalu meremehkan manusia, juga akan terlihat rendah di mata orang sebagaimana ia merendahkan orang lain.

Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadits, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahuanhu bahwa Nabi pernah bersabda yang artinya.

tidak akan masuk syurga, orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sekecil biji sawi” seseorang lantas berucap: sesungguhnya seorang suka jika bajunya bagus dan sandalnya bagus,” rasulullah berkata: “ sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR.Tirmidzi)

Dari hadits ini, kita mampu mengambil banyak sekali faedah, di antaranya.

Pertama: keagungan dan kebesaran hanyalah milik Allah. Maka tak selayaknya bagi makhluk yang lemah ini untuk berbuat sombong. Kita sakit, sementara Allah tak pernah sakit. Kita lemah, sementara Allah Mahaperkasa atas segalanya.

Kedua: kesombongan adalah sebuah perbuatan yang mewajibkan bagi pelakunya untuk masuk neraka. Kesombongan juga yang membuat kecongkakan Fir’aun sehingga ia mengucapkan

akulah tuhan kalian yang paling tinggi

Kesombongan juga yang membuat Namrud berkata kepada Nabi-Nya Ibrahim

aku juga menghidupkan dan mematikan

Namun, akhir dari mereka semua adalah kebinasaan yang menyakitkan. Allah juga telah menyebutkan dalam banyak ayat-Nya, bahwa Dia membenci hamba-Nya yang melampaui batas dan menyombongkan diri.

Ketiga: bentuk perilaku yang mencerminkan kesombongan seseorang adalah;

Pertama: sombong dalam perbuatan di antaranya adalah: makan dan minum dengan tangan kiri, orang yang melihat orang lain melalui ujung matanya dengan niat meremehkan.

Kedua: sombong dalam berpakaian: orang yang memakai pakaian melebihi mata kakinya dengan niat sombong atupun tidak. Orang yang membeli mobil mewah dengan niatan untuk sombong. Dan berbagai jenis kesombongan yang di arahkan dalam bentuk materi dunia yang fana.

Ketiga: sombong dalam ucapan: orang yang memamerkan sebagian amalannya dengan niat menyombongkan diri, orang yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa dialh orang paling Alim dan paling faham dari yang lainnya.

Keempat: bentuk dari kesombongan yang lain adalah: tidak mau mengakui kesalahan apabila berbuat kesalahan, menolak nasehat yang diberikan orang lain, merendahkan suku, warna kulit dan merendahkan manusia disebabkan profesi mereka.

Keempat: tidak dari kesombongan, orang yang berpenampilan dengan penampilan indah, bahkan jika maksud dari mengenakan pakaian indah itu adalah menampakkan kenikmatan Allah maka itu adalah disunnahkan. Selama tidak membekas dalam diri pemakainya kesombongan ataupun merasa paling bagus dari yang lainnya.

Allahua’lam, sekian dan terimakasih


Islam yang sebenarnya

 

Malam menyingsing menutup indahnya kota. Sebuah pemberontakan besar-besaran tengah terjadi. Ribuan pria bersenjata mengepung istana raja. Mereka telah dicuci otak oleh seorang yang mengaku mengamalkan sunnah untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah.

TRAT!TAT!TAT!TAT!..DOR!DOR!DOR!

Baku tembak akhirnya tak terlewatkan. Ratusan tentara keamanan berhasil dibantai habis tanpa sisa. Mereka mengibarkan bendera jihad dengan penuh bahagia sembari membabi buta keluaraga sang Presiden. Presiden kala itu telah berhasil dilindungi oleh segenap tentara keamanan kerajaan. Sekarang, adalah tugas bagi agen negara itu untuk menyiasat siapakah sebenarnya otak dari pemberontakan ini. Setelah diusut dan pemimpin mereka berhasil diburu, barulah jawaban itu terbuka. Ternyata, apa alasan dia memberontak? Tak lain hanyalah karena kebodohan penguasa dalam mengadili para rakyatnya. Kezaliman penguasa inilah yang akhirnya menyulut emosinya. Sebelum akhirnya, dia menyeru khalayak ramai untuk mendeklarasikan jihad melawan penguasa sendiri. Sebuah fenomena yang selalu ada dalam hidup di negara demokrat. Seperti yang pernah kulihat di Amerika, Suriah dan sejenisnya beberapa tahun silam. Gerakan jihad yang satu ini memiliki dampak buruk bagi agama ini. Karena sejatinya, islam tak pernah mendeklarasikan yang demikian bagi seluruh pemeluknya. Mereka hanyalah tertipu dengan bisikan semu para iblis yang berbaju dan berpenampilan mirip seorang ahli ilmu. Mereka juga diiming-iming dengan janji syurga padahal mereka hanyalah mati konyol.

Allah menulis wajibnya taat kepada penguasa setelah taat terhadap Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman yang artinya:

taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu” (An-Nisaa’ : 59)

Tahukah kamu, apa hikmah disebutkannya taat kepada pemerintah setelah taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Jawabannya adalah agar kita hanya mentaati para pemerintah jika mereka melakukan sesuatu yang ma’ruf dan pernah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Islam yang sebenarnya tidaklah mengajarkan untuk demo dan aksi bom bunuh diri sebagai jihad menghadapi penguasa sendiri. Untuk menyikapi keragaman sifat penguasa, islam telah memberikan satu kunci yang harus dimiliki oleh seluruh pemeluknya, terlebih apabila mereka menghadapi penguasa yang berbuat semena-mena. Yaitu adalah kesabaran, mengapa islam mengajarkan demikian?

Karena dengan kesabaran itu akan muncul sebuah kebaikan. Nabi mengajarkan kepada kita yang demikian, maka selayaknya bagi kita untuk mengikuti perintahnya. Karena, jika kita mematuhi dan bersabar atas kesemena-menaan mereka, itu akan membawa kepada kebaikan bahkan hidayah baginya secara tak langsung.

Tapi sebaliknya, jika kita hanya bisa mendemo pemerintah, apa yang akan semakin terfikir di benak pemerintah? Ternyata umat islam begini dan begitu. Yang akhirnya membuat pandangan mereka tentang islam hanyalah mereka yang gemar membuat kericuhan di saat keamanan dan kedamaian. Dan bagimu juga, wahai para pemimpin, bersikaplah adil terhadap rakyatmu! Demo dan kudeta tak akan pernah ada jika kamu dan rakyatmu tidak pernah terjadi gesekan. Kamu hanya berdiam menghadapi mereka yang telah mengkorupsi uang negara sebesar ratusan juta, tapi dengan seorang miskin, yang dia tak memiliki makanan sehingga dengan terpaksa ia mencuri sebiji singkong, lalu engkau menangkapnya dan memberinya sanksi berupa penjara seumur hidup atau denda ratusan milyar.

Apakah layak disebut penguasa, orang yang melindungi sebagian rakyatnya karena uang? Apakah layak disebut penguasa, orang yang memberi keadilan hanya kepada mereka yang mampu menyogok saja? Bukankah penguasa itu adalah mereka yang adil dan menyayangi seluruh rakyatnya tanpa harus membeda-bedakannya satu sama lain.

Ingatlah akhir yang hina bagi mereka yang telah berbuat semena-mena. Allah menjadikan kematian mereka beraneka ragam. Sebut saja Namrud, bagaimana Allah mempermalukannya dengan seekor nyamuk yang mampu merenggut nyawanya. Bagaimana dengan fir’aun yang berakhir tragis dengan tenggelam di laut merah?

Lebih kuat manakah antara kamu dengan mereka berdua, lantas siapakah yang mempermalukan keduanya dengan kebinasaan? Ingatlah, di sana masih ada Raja di atas para Raja, dialah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kamu bukanlah orang yang layak untuk menerima uang dari rakyatmu untuk dirimu, tapi rakyatmulah yang berhak untuk menerima uang darimu sebagai kebutuhan mereka. Betapa banyak disana, mereka yang kekurangan sandang dan pangan. Maka, jika yang kamu prioritaskan adalah kemewahan untuk bersaing dengan yang lainnya. Ingatlah! Hartamu tak akan kekal menemanimu. Karena sejatinya, kamu sekarang sedang berada di dalam jebakan yang entah akan membawamu ke syurga ataupun ke neraka-Nya. Allah telah memberimu ultimatum wahai pemerintah yang kejam! Allah berfirman yang artinya:

Dan janganlah kamu sesekali mengira wahai Muhammad, bahwa Allah lalai dari apa yang telah diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Dia memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu, mata mereka terbelak”(Ibrahim: 42)

begitu juga dengan para rakyat. Tak selayaknya bagimu untuk menghina dan merendahkan para penguasa baik melalui ucapan ataupun perbuatan. Karena semuanya itu akan dipertanggung jawabkan oleh dirimu kelak. Nabi pernah memberi kepadamu wasiatnya yang agung. Nabi bersabda yang artinya:

barangsiapa mendapati sesuatu yang tak disukai dari pemerintahnya, hendaklah ia bersabar”(HR. Bukhari)

karena bisa jadi, penguasamu yang mungkin begitu banyak usaha untuk memakmurkan rakyatnya. Tapi lantas mengapa, satu kejelekan pemerintah lebih mudah untuk kamu sebar luaskan daripada kebaikannya. Kamu adalah rakyat, tak sepantasnya kamu menghina sendiri pemerintahmu karena mungkin kesalahan yang pernah dibuatnya. Janganlah menjadi pemberontak negara lantaran karena kesalahan sepele yang dilakukan oleh pemerintahmu secara tak sengaja. Karena memang tabiat manusia, lebih suka mengingat keburukan orang daripada mengingat kebaikannya. Jika kamu ingin menegakkan keadilan terhadap pemerintahmu, maka ajaklah dia untuk berbicara empat mata denganmu. Bukankah kamu bisa memetik pelajaran dari wasiat yang Allah berikan kepada musa dan harun sebelum menghadap ke fir’aun yang kejam. Allah berfirman yang artinya:

pergilah kamu berdua kepada fir’aun, karena sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka katakanlah kepadanya ucapan yang lembut agar dia mengingat ataupun khawatir”(taha: 44 )

Dengan nabi-Nya saja, Allah tak memerintahkan agar langsung mencela fir’aun di hadapanya secara terang-terangan, melainkan memberinya nasehat dengan lembut.

Lantas mengapa kita justru terkadang malah berbuat sebaliknya?

Apakah kita lebih faham tentang sesuatu daripada Allah dan Rasul-Nya sehingga kita berbangga dan seolah lebih faham dan mengetahui segalanya. Jika seandainya penguasa melakukan kesalahan, maka jika kamu tak memiliki kekuatan, maka cukup bagimu untuk mengingkarinya dengan hatimu dan perbuatanmu tanpa harus mengikuti kesalahan yang diperbuatnya. Tapi jika kamu mampu untuk memberinya nasehat secara tatap muka, maka nasehatilah dia dengan baik dan penuh hikmah.

Tidak perlu kamu menyerukan kepada khalayak ramai untuk melakukan demo. Karena sejatinya, para da’i yang menyerukan jihad untuk memberontak kepada pemerintah tak lain hanyalah para da’i abal-abal yang tak memiliki kecerdasan sedikitpun. Maka wasiatku untuk para pemeluk islam di seluruh dunia, bersabarlah dengan penguasamu, dan jauhilah para iblis berkedok ulama yang menyerukan kepada pemberontakan terhadap pemerintah dengan iming-iming syahid.

Karena Rasul pernah bersabda yang artinya:

karena tidak ada seorang pun yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin meski hanya sejengkal, kemudian ia mati,kecuali ia mati dalam keadaan mati jahiliyyah”

begitu juga dengan ucapan Ibnu Taimiyah yang artinya:

Barangkali hampir tidak diketahui, ada sekelompok orang yang melakukan kudeta terhadap pemimpin, melainkan dalam kudeta tersebut terdapat kerusakan yang lebih besar daripada kerusakan yang dihilangkan”

faedah yang dapat kita ambil adalah, bahwa ketaatan terhadap pemerintah muslim meskipun semena-mena adalah prinsip utama yang islam ajarkan.

Meski sayangnya, banyak dari para pemuda yang karena dorongan semangat semata, mereka melakukan pemberontakan dengan dalih jihad ataupun sejenisnya, sehingga negerinya dilanda dengan konflik yang berkepanjangan. Semoga Allah membimbing seluruh umat islam menuju ke jalan yang sebenarnya. Karena islam sejatinya adalah agama yang diturunkan dari sisi Allah untuk Nabi dan Rasul-Nya sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia. Sekian dan terimakasih

Rahasia senyuman


Pagi itu, aku dan sebagian temanku akan menyelesaikan ujian terakhir sebelum penutupan, yaitu ujian Matematika. Aku dan temanku yang kebetulan satu ruangan, segera bergegas menuju ke ruang ujian. Waktu kurang sepuluh menit lagi untuk ujian. Aku berniat datang lebih awal supaya waktuku sedikit lebih lama untuk mengerjakan soal. Perasaanku lega saat melihat ruang ujian yang lainnya masih belum tertutup. Saat aku berjalan menuju ke ruang ujianku, perasaanku agak ganjil. Ternyata, ruang ujianku sudah tertutup rapat. Saat kami masuk, ternyata aku mendapati temanku juga sedang berdiri di depan. Tak ada jalan lain, kami juga ikut berdiri di depan. Mataku tersorot ke arah pengawas ruang ujian itu yang sangat sinis. Apa salahku? Aku juga tidak terlambat, bukan? Itulah sebagian pertanyaan dongkol yang keluar dari benakku. Ia hanya membiarkan kami di depan selama kurang lebih lima belas menit. Aku semakin dongkol, berkali-kali aku menghembuskan nafas kesal melihat ulah sok dingin dan sok mengerikan dari penjaga ruangan satu ini.

Namun, emosiku sedikit reda saat melihat sebuah senyuman dari kakak kelasku yang duduk menghadap kearah kami. Ia berbisik pelan ke arah kami “sabar!! memang begitu si pengawas satu ini” aku sedikit merasa reda saat ia tersenyum ke arah kami, dia juga sepertinya merasa dongkol melihat kelakuhan pengawas satu ini. Sampai akhirnya, kami harus berdiri selama lima belas menit full tanpa henti.

Melalui dari kisah di atas. Ada sesuatu yang bisa kita petik. Senyum ramah mampu menarik simpati orang, tapi jika sebaliknya, sifat sinis dan angkuh akan semakin mudah menarik emosi orang yang melihatnya. Karena orang lebih suka dengan orang yang ramah dan mudah senyum, ketimbang orang yang angkuh dan tak pernah senyum. Lalu apa rahasia di balik senyuman ini?

Meski mudah untuk dilakukan, namun betapa banyak orang yang tak melakukan demikian. Yang kaya hanya mau tersenyum dengan yang sepantaran. Itulah pandangan yang lazim kita dapati seperti di kota-kota besar, contohnya, New York, Boston, Moskow, London, Paris, dan bahkan di sebagian besar negeri islam sendiri. Padahal senyum adalah aktivitas ringan yang sering dilakukan oleh manusia mulia.

Seperti Nabi sekaligus Raja, Sulaiman, saat ia melihat segerombolan semut tengah bergegas masuk menuju rumah mereka sebelum bala tentara sulaiman melintasi tempat itu. Allah berfirman menceritakan kisah Nabi sulaiman tersebut dalam surat An-Naml yang artinya:

Maka dia tersenyum dengan tertawa mendengar perkataaan semut itu.” (An-Naml: 19)

senyum adalah hal remeh yang memiliki nilai besar di mata setiap orang yang melihatnya. Senyumanmu di hadapan saudaramu mampu memberikan kesan bahwa engkau adalah orang baik. Sebaliknya jika kamu menampakkan sikap angkuh dan sombongmu, orang juga akan menilaimu singkat jika kamu orang sombong nan angkuh. Senyuman yang ramah, itulah yang seharusnya dimiliki oleh para pendakwah setelah ilmu dan akhlak mulia yang mereka miliki. Karena jika yang tampak di wajah mereka hanya kesombongan, walau mereka membawa ilmu seberharga apapun, orang-orang juga mesti bakal menjauh dari mereka dengan alasan dia tidak ramah.

Begitu juga dengan apa yang terjadi di lingkungan belajar. Herannya, sebagian guru akan lebih mampu untuk tersenyum dan akrab di hadapan mereka yang membayar uang bulanan saja. Sementara dengan mereka yang kekurangan dan terbelakang, senyuman itu terkadang juga sirna dan terhambat.

Pertanyaan, apakah jaminan kesuksesan hanya diperuntukkan untuk mereka yang membayar uang bulanan? Sehingga senyuman dan perhatianmu hanya kamu curahkan kepada mereka saja.

Nabi tak pernah mengajarkan kita tersenyum hanya kepada mereka yang kaya saja. Karena senyum ini sejatinya adalah sedekah, bukan sesuatu yang remeh. Nabi pernah bersabda yang artinya:

jangan sekali-kali meremehkan perbuatan baik sedikitpun, walau hanya menjumpai saudaramu dengan wajah tersenyum” (HR. Muslim)

mudah bukan? Kamu tak perlu menyodorkan ratusan dollar untuk sedekah. Cukup dengan senyuman, itu juga sudah bisa dianggap sedekah. Tapi ingat, jangan jadikan senyumanmu hanya kepada wanita saja. Ini justru salah dan mampu membuatmu terkena fitnah.

Selain itu juga, tak sepantasnya bagi kita untuk meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena dalam Islam, itu akan mendapat balasan yang setimpal juga di hari kiamat. Hanya dengan tersenyum, itu sudah bisa menjadi pahala sedekah bagimu. Mudah sekali, bukan? Kamu tak perlu untuk datang ke panti asuhan jika ingin bersedekah padahal kamu tak memiliki uang. Cukup dengan senyummu di hadapan saudaramu sesama muslim.

Apa manfaat di balik senyuman?

Jawabannya adalah. Saat tersenyum, otak kita akan mengeluarkan zat seretonin yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga orang yang mudah senyum akan lebih sehat dibanding yang tidak senyum.

Riset mengatakan, senyuman yang diinstruksikan akan mendapat manfaat psikologis yang sama dengan mereka yang benar tersenyum. Karena dengan senyuman, seseorang dapat menjadi lebih sehat dan bahagia betulan. Selain itu, manfaat di balik senyuman adalah mampu menambah umur. Nabi pernah bersabda yang artinya:

Sesungguhnya barang siapa dikaruniai sifat lembut maka ia telah diberi bagian dunia dan akherat. Silaturrahmi dan berakhlak baik dan berbuat baik kepada tetangga akan memakmurkan dunia dan menambah usia” (HR. Ahmad)

Ibnul mubarrak mendeskripsikan akhlak baik dengan:

wajah berseri, melakukan hal baik serta tidak menyakiti orang lain,”

Kata Beliau, menyuguhkan banyak senyuman lebih baik ketimbang banyak tertawa. Karena Nabi sendiri pernah memberi dampak banyak tertawa, yang artinya:

sedikitlah tertawa! Karena banyak tertawa mampu mematikan hati,” (HR. tirmidzi)

karena semakin banyak orang tertawa, itu akan menghilangkan kewibawaan mereka. Oleh karenanya, pilihlah senyuman dan kurangi tertawa. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

Perbandingan Al-quran dan Injil

 


Kepulan debu mengepul di udara. Muncullah Guy De Lusignan dengan Reynold De Chatillon bersama pasukan besar mereka. Sementara dari ufuk cakrawala, muncul juga Salahuddin Al-Ayyubi bersama pasukannya yang kokoh dengan semangat membara. Kedua kubu berhadapan di sebuah lembah yang bernama Hittin, terletak di dekat danau Tiberias. Salib besar Salbut telah di kelilingi oleh batalyon Templar dan Hospitaller yang tak gentar menghadapi lawannya. Iming-iming surga dari paus membuat semangat mereka teerus membara.

Tampak Salahuddin menghunus pedang miliknya sembari mengangkatnya ke udara. Gelora takbir membuat panas suasana, majulah pasukan muslimin menyerbu pasukan Salib. Peperangan berjalan dengan sengit. Keganasan Templar berhasill memukul mundur pasukan garis depan umat islam. Sehingga, banyak dari kubu muslimin yang berguguran.

Namun, kondisi ini tak berlangsung lama. Terik siang membuat semagat pasukan salib turun, lantaran haus yang menyelimuti kerongkongan mereka. Adapun umat islam, mereka semakin semangat melipat gandakan serangan seperti pada saat singa perang salib kedua, Imaduddin Zenki dan pasukannya menghantam habis aliansi salibis yang dipimpinoleh King konrard dan Luis. Pedang mereka tak henti menyambar leher laskar suci Kristiani satu demi satu lantaran mereka tak merasa haus. Tiberias berhasil mereka kuasai sehingga membuat kubu salib kualahan. Pasukan islam mulai menunjukkan taringnya yang sebenarnya. Barikade solid templar hancur lebur satu persatu tak karuan arah. Gerakan mereka berhasil dihentikan oleh semangat jihad umat islam yang membara. Batalyon islam seolah mencari kematian, menerjang tanpa gentar di hadapan pedang-pedang raksasa Knight’s Of Templar yang sebelumnya mengganas.

Mereka menghujam, menusuk, dan menembus serta memporak-porandakan satuan Salibis. Kondisi ini memaksa mereka untuk mundur dan bersembunyi di puncak Tiberias. Umat islam mengepung mereka dari berbagai arah. Keluarlah si jago merah melahap sekitar, lantaran panah berapi yang kaum muslimin lesatkan kearah persembunyian mereka. Dengan rasa terpaksa, mereka akhirnya menyerah sehingga umat islam berhasil menawan mereka. Sampai akhirnya, pedang Salahuddin berhasil memotong kepala Reynald De Chatillon setelah peperangan usai dan dimenangkan umat Islam.

Melalui kisah di atas, ada sebuah pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Bukti besar bahwa Qur’an telah datang memberi kabar dengan kemenagan umat islam atas musuh-musuhnya apabila mereka bersatu di atas ajaran tuhan. Adapun janji Injil yang sejatinya kebanyakan ucapan manusia, maka itu tidak terbukti sedikitpun di peperangan besar ini. Qur’an, itulah nama salah satu dari kitab yang diturunkan Allah dari langit melalui perantara Roh kudus atau lebih dikenal dengan nama malaikat Jibril.

Kitab ini akan Allah jaga hingga hari kiamat dari penyelewengan. Al-Qur’an memiliki makna secara bahasa yaitu adalah bacaan. Sementara secara Istilah, ucapan Allah yang turun kepadaa Nabi sekaligus Rasul terakhirnya, Muhammad, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri oleh surat An-Nas. Allah menjadikan kitab ini sabagai mukjizat untuk umat manusia dan penyembuh dari berbagai penyakit. Qur’an mampu menggambarkan penciptaan manusia secara detail seribu empat ratus tahun sebelum ditemukannya alat pembaca janin.

Qur’an juga mampu menceritakan keajaiban pertemuan dua laut mendahului sebelum bangsa Quraisy Mekkah menemukannya. Allah berfirman yang artinya:

Dan dialah yang menjadikan dua laut mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus” (Al-Furqon: 53)

Qur’an adalah kitab yang menyempurnakan injil dan taurat. Allah berfirman yang artinya:

di dalamnya terdapat isi kitab-kitab yang lurus” (Al-Bayyinah: 3)

Maksud dari kitab-kitab yang lurus adalah apa yang terdapat dalam kitab sebelumnya. Seperti Taurat yang turun kepada Musa, Injil yang turun kepada Isa, Zabur yang turun untuk Nabi sekaligus Raja, dialah Daud / King Daved.

Qur’an adalah satu-satunya kitab di atas muka bumi ini yang mampu untuk difahami melalui logika ataupun akal nurani. Yang demikian karena Allah pernah berfirman yang artinya:

sungguh kami telah memudahkan AlQuran dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran” (Ad-Dukhan: 58)

sehingga tak ada keraguan dalam kitab suci yang satu ini. Allah telah menurunkan tiga kitab dari langit, Taurat, Injil, dan Qur’an. Keduanya telah dikotori oleh umat manusia dan direvisi oleh tangan-tangan keji para pendosa. Kecuali kitab yang terakhir, ini adalah kitab yang mengandung isi-isi pokok Injil dan Taurat. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa, nabi-nabi terdahulu seperti Ibrahim, Isa, Musa, Daud, Ismail, Samuel, Daniel, Zulkifli, Yunus, Ya’qub, Yusuf, Ishaq, Dan Nuh, juga mengikuti dan menganut faham yang Al-Qur’an bawa. Yaitu tiada Ilah atau sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Hanya saja, mereka membawa syariat yang berbeda.

Al-Qur’an telah menceritakan kisah almasih bersama kaumnya dan ideologi Trinitas yang dianut oleh mereka setelah diangkatnya Isa ke langit

(lihat! Surat An-Nisa ayat 171).

Selain itu juga, Allah juga mengisahkan bagaimana ia mampu berbicara dengan hambanya, Musa, di bukit Tursina

(lihat! surat Taha ayat 11-24).

Allah juga menceritakan kisah Daud melawan Jalut, atau barat lebih mengenalnya dengan istilah Daved vs Gholiat

(lihat! Surat Al-Baqoroh ayat 246-252).

Semuanya Allah ceritakan dalam kitab-Nya. Bahkan kisah-kisah kaum terdahulu juga Allah ceritakan dalam ayat-ayat suci-nya yang tertera di dalam Qur’an.

Contoh saja, Allah menceritakan kisah bagaimana Allah menghukum penduduk Anthiokia karena mereka membunuh para utusan suci-Nya

(lihat! Surat Yasen ayat 13-30) .

Juga kisah Iskandar Zulkarnain yang mampu menjamah dari ufuk timur sampai ufuk barat sebelum akhirnya ia membangun sebuah benteng kokoh untuk mengurung Ya’juj dan Ma’juj

(lihat! Surat Al-Kahfi ayat 83-98).

Adapun kisah-kisah dalam injil yang pernah diriku baca selama ini, tidaklah menambah keyakinan bagiku bahwa itu adalah isi kitab yang pernah allah turunkan ke Almasih. Bagaimana bisa, seorang hamba mampu mengalahkan tuhannya seperti kisah jacqoeb berkelahi dengan Allah. Bagaimana bisa, Allah menyesal setelah menciptakan bumi dan langit. Bagaimana semua kekonyolan itu semua terjadi. Jika Allah berhasil dikalahkan oleh hambanya, maka itu adalah sebuah aib bagi tuhan. Betapa banyak gelar kejelekan yang secara tak langsung berhasil umat kristiani sandangkan kepada tuhan mereka sendiri? Mereka mengatakan bahwa tuhan memiliki istri dan anak. Sementara, gelar kesucian dalam agama mereka adalah yang tidak menikah dan tidak beranak? Seperti para paus dan orang suci menurut keyakinan mereka. Lalu apakah mereka akan meniadakan gelar suci itu kepada Allah?

Aku berani bersumpah, jikalau kamu ingin benar-benar tahu, apa isi pokok Injil seperti yang Allah turunkan kepada ALmasih. Maka bacalah Al-Qur’an. Kitab ini akan menerangkan kepadamu tentang kisah dan wasiat isa yang sebenarnya kepada para pengikut setianya sebelum pengangkatannya menuju langit. Allah telah menceritakan kisah Isa dan Maryam besrta pengikutnya dan apa yang dilaluinya semasa dirinya masih berada di tengah bani Israel dalam banyak ayat qur’an.

Pertama: surat Al-Imran ayat 34-37 , dan ayat 42-47.

Kedua: surat An-Nisa ayat 156-157, dan ayat 171.

Ketiga: surat Maryam ayat 13-29.

Kelima: surat An-Nisa’ ayat 163.

Keenam: surat At-Taubah ayat 30-31.

Ketujuh: surat As-Saff ayat 14.

Kedelapan: surat Al-Maidah ayat 111-115.

Kesembilan: surat Al-Maidah ayat 116-118.

Kesepuluh: surat An-Nisa ayat 157-158, dan ayat 171-172.

Dan ayat-ayat yang lainnya yang tak bisa untuk kusebutkan secara detail satu persatu. Selain kisah para nabi terdahulu, Qur’an juga mengisahkan sebuah fenomena alam yang tampak secara detail di mata kita seperti:

1. Navigasi langit, surat Al-An’am ayat 97.

2. Rasi bintang, surat Al-Buruj ayat 1.

3. Planet-planet, surat At-Takwir ayat 16.

Seluruh fenomena alam yang lainnya juga Allah sebutkan di dalam ayat-Nya. Kitab ini adalah kitab mukjizat yang tak bisa dipungkiri oleh mereka yang berakal sehat. Semuanya adalah bukti kebesaran Allah untuk para hambanya, bahwa umat islam adalah umat terakhir yang masih memiliki satu kitab murni, yang turun langsung dari langit melalui perantara Roh Kudus atau malaikat Jibril. Mereka yang memungkiri tak lain adalah mereka yang berakal binatang, bagaimana tidak? Kitab ini adalah kitab yang palng mudah difahami, tanpa harus ada Renovasi, Inovasi, ataupun Imajinasi. Semuanya murni ucapan Allah, tak ada satupun tangan yang mampu untuk merubahnya. Selain itu, kitab ini juga memiliki keajaiban yang tak pernah bisa difikirkan oleh naluri. Terdapat satu surat dalam kitab ini yang mampu membawa anda untuk berdialog dengan Allah secara langsung di saat anda membacanya dalam kondisi Shalat. Dialah surat Al-Fatihah. Nabi pernah bersabda yang artinya: “Apabila seorang dari kalian membaca ayat yang artinya “segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam” Allah akan berkata “hambaku telah memujiku” lalu apabila dia melanjutkan ayat selanjutnya yang artinya “Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang” Allah akan kembali berkata “hambaku mengulang kembali pujiannya untukku”

The true of islam

 


Seluruh penduduk dunia, akan lebih senang dan mudah mengaitkan antara agama islam dengan teroris, bukankah seperti itu? Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengetahui yang sebenarnya tentang apa yang diajarkan agama satu ini. Apakah dia mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk membunuh para penentangnya? Kamu akan tahu setelah ini, fahami dan cermati baik-baik.

Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk seluruh umat manusia. Islam adalah agama yang membawa asas pokok satu. Sama seperti Injil dan Taurat, dua kitab yang Allah turunkan sebelum Qur’an.

Apa asas itu? Asas itu adalah, bahwa tiada tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Itulah asas pokok sebenarnya yang dikandung oleh kedua kitab sebelumnya. Aku berani mengatakan sumpahkun atas keyakinan bahwa, Injil dan Taurat hanya mengajarkan untuk beribadah kepada yang satu. Bukan yang tiga, ataupun sejenisnya.

Itulah asas islam yang pertama, yang kedua adalah, Hadits yang disabdakan melalui lisan Nabi-Nya. Selain itu juga, islam adalah agama yang mudah difahami secara akal naluri manusia sendiri. Islam tak mengajarkan untuk hidup membujang selamanya, bahkan islam menganjurkan untuk memperbanyak keturunan. Islam juga mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk tidak saling menumpahkan darah, apalagi darah orang-orang di luar agama itu tanpa hak sedikitpun.

Sekarang adalah waktu untuk menjawab sekian pernyataan yang muncul di benak para pembenci islam.

Pertama: benarkah islam mendoktrin para pengikutnya untuk menjadi seorang pembunuh berdarah dingin?

Jawaban: Sejauh ini, islam tak pernah mengajarkan para pemeluknya untuk membunuh tanpa keterangan yang jelas. Bahkan islam melarang demikian, walaupun yang dibunuh adalah orang kafir sekalipun. Dengan syarat, orang kafir itu telah mendapat jaminan keamanan dari pemerintah atau dia adalah seorang yang tengah bepergian ke suatu wilayah dan mendapat jaminan keamanan. Yang diperintahkan untuk dibunuh adalah kafir harbi, atau yang sudah jelas dan secara terang-terangan untuk memusuhi islam. Membunuh nyawa yang tak berdosa tanpa sebab yang benar dalam islam adalah dosa besar. Lalu mengapa ada sebagian kelompok yang melakukan pengeboman terhadap tempat umum seperti gereja, gedung, dan sebagainya?

Jawabannya adalah, semuanya dikarenakan terlalu semangat mereka dalam beragama yang tak berlandaskan oleh ilmu. Mereka hanya menganggap perbuatan itu baik, tapi ternyata, perbuatan demikian itu adalah salah besar. Karena, walaupun seandainya ditengah kecamuk perang dan akhirnya peperangan itu umat islam menangkan, mereka juga tetap dilarang membakar pepohonan, membunuh orang lemah, wanita ataupun anak-anak dan dilarang keras mengusik tempat peribadatan mereka.

Lihatlah, mengusik tempat ibadah setelah wilayah itu dikuasai saja hukumnya haram. Apalagi mereka yang melakukan bom dan membuat onar di wilayah yang tak mereka kuasai. Tentu saja ini merupakan perbuatan yang salah besar dan diharamkan. Mereka hanya berdalih dengan jihad yang berbuah surga. Tapi, apa yang mereka perbuat bukanlah jihad, melainkan tindak pengerusakan yang tak dibenarkan. Seandainya mereka meninggal, mereka tidaklah syahid, tapi mati konyol yang sangat mengenaskan.

Oleh karena itu, diriku menghimbau kepada seluruh umat islam untuk tidak mengikuti seruan sesat para pendakwah yang mendakwahkan ilmunya tentang jihad tanpa landasan syariat sedikitpun. Perang sendiri harus memiliki syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mendapat persetujuan dari pemerintahan tertinggi. Jika tidak, maka itu tak dianggap sedikitpun berjihad.

Selain itu juga, perang yang islam ajarkan bukanlah untuk membumihanguskan. Perang yang Rasul ajarkan adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, menuju kepada Allah semata.

Rabu, 03 Januari 2024

Siapakah Pencipta Alam Semesta

 



Pagi yang indah di kota San Francisco, Amerika. Tampak sang surya menampakkan dirinya. Kicauan burung dan hangatnya sinar mentari pagi menjadi ikonik yang tak bisa terpisahkan dari indahnya pagi di kota ini. Mobil mobil tampak berlalu lalang memadati jembatan golden gate. Trotoar dan zebra cross kembali di penuhi para pekerja dan pelajar.

Pemandangan lazim di waktu pagi, bukan​​? Kecuali mungkin di hari liburan. Waktu silih berganti, sampai akhirnya datang senja menghias ufuk cakrawala. Semburat merah bercampur ungu memadati ufuk. Pertanda malam akan tiba. Sebentar! Alangkah indahnya jika kita merenung menatap langit malam nan indah dari tepi jembatan Golden Gate. Aku ingin bertanya padamu, pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri saat kagum melihat indahnya malam?

Siapakah yang mengatur semesta ini?”

Siapakah yang mengatur pergantian siang dan malam?”

Apakah dunia ini tercipta begitu saja?”

Atau disana ada yang mencipta segalanya,termasuk semesta?”

Siapakah pencipta bintang Sirius Alpha Majos?”

Siapakah pencipta langit tanpa tiang? Siapakah yang mengatur rotasi bintang sehingga bisa tampak cantik sedemikian rupa?”

Mungkin ini adalah salah satu dari sekian pertanyaan yang terbesit di benakmu kala mengamati indahnya jagat raya.

Mungkin dirimu akan terkesima melihat semuanya. Semilir angin mendamaikan pikiranmu dan mengalihkannya untuk bertanya: “Siapakah pencipta semesta ini? Adakah di sana ada yang mencipta?” Jawabnya: “Dialah Allah, Tuhan satu satunya yang mencipta dan mengatur semesta ini”. Dialah Maha Kuasa yang memberitahukan kepada hamba-Nya melalui Al Quran yang artinya:

Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari” (Al Hadid: 4).

Sekarang otakmu akan kembli bertanya: “Kalau Allah ada, lalu di manakah Allah?” Jawabannya adalah di atas langit, bersemayam di atas Arsy. Dipenggalan ayat selanjutnya Allah -ta’ala- melanjutkan firman-Nya:

Lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy” (Al Hadid: 4)

Arsy adalah singgasana Allah yang maha kuasa. Singgasana yang dipikul oleh 8 malaikat. Allah berada di langit ke tujuh. Tempat di mana Allah mengatur urusan hambanya dan mengurus jagat raya. Tapi kamu mungkin masih ragu tentang keberadaan Allah lantaran di dalam relung hatimu masih terbesit ucapan bahwa semesta tercipta dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan Tuhan(?). Sebentar! Aku ingin mengajakmu berfikir sebentar! Jikalau suatu hari engkau berjalan lantas menemukan sebuah bongkahan kayu tak terbentuk yang mungkin jatuh dari pohon di tepi jalan. Apa yang kamu fikir? Spontan kamu akan menjawab “ah, mungkin itu dari pohon ini’’ lalu apa yang akan kamu fikir jika yang di hadapanmu saat itu adalah kursi kayu yang terbentuk dan tertata bentuknya sedemikian rupa? Apakah kamu akan mengucapkan bahwa itu ada dengan sendirinya. Tentunya tidak! Pastinya ada yang menciptakan kursi itu lantas meletakkannya di tengah jalan,bukan? Begitu halnya dengan dunia, jika dunia tercipta dengan sendirinya apakah bisa serapi, sedetail dan begitu tertata seperti ini? Tentunya mustahil, yakinilah di sana pasti ada pencipta satu satunya yang menciptakan segalanya,pastinya dialah Allah, tuhanku dan tuhanmu. Dia banyak berfirman dalam ayat sucinya,bahwa dialah pencipta satu satunya.firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat ke 24 yang artinya:

Dialah Allah yang maha menciptakan,yang mengadakan[dari ketadaan] yang membentuk rupa,dia memiliki nama nama yang indah. Apa yang ada di langit dan di bumibertasbih kepada nya. Dan dialah yang Maha perkasa ,Mahabijaksana” (Al Hasyr: 24)

Allah juga berfirman di surat Fatir ayat 41. dia mengajak hamba-hamba-Nya untuk berfikir, Allah berfirman yang artinya:

Sungguh Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap”(Fatir: 41).

itulah sebabnya, mereka yang menolak adanya tuhan pencipta, pasti akan terdiam memikirkan apa yang terjadi di jagat raya ini. Bagaimana bisa, matahari terbit dari timur secara teratur, bagaimana malam dan siang bisa datang silih berganti? Bagaimana bisa, angin menggerakkan awan? Mungkinkah jika itu semua terjadi dengan sendirinya? Tanpa campur tangan Allah? Jikalau alam semesta ini tercipta dengan sendirinya, pasti matahari akan berubah rubah tempat munculnya. Mungkin hari ini di barat, esok di selatan. Yah, seperti yang sebelumnya aku ibaratkan untukmu, apakah batang kayu yang belum di bentuk menjadi meja sama dengan meja yang di bentuk sedemikian rupa? Pastinya berbeda, bukan? Jika batang kayu di ibaratkan seperti dunia dalam imajinasimu yang tercipta dengan sendirinya, tentunya tak beraturan bentuknya, ada yang bercabang ke sana dan kesini. Sekarang kau anggap itu seperti dunia, pasti dunia ini carut marut. Mungkin ada kalanya matahari terbit dari timur, malam berjalan lebih lama dari siang,semisal 20 jam untuk malam dan 4 jam untuk siang. Jika dunia berjalan seperti itu,apakah engkau siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi secara sendirinya. Tapi bayangkan dengan dunia yang kita alami dan kita jalani saat ini. Ibarat meja kayu yang terbentuk dengan rapi dan tertata. Matahari mengorbit sesuai garis edarnya, malam datang silih berganti dengan siang, dan seterusnya. Allah kembali melanjutkan firmannya yang artinya

Dialah menciptakan langit dan bumi dengan [ tujuan] yang benar” ( At Taghabun: 3 ).

Allah juga menyampaikan pada ayat yang lainnya di surat Al Hadid ayat 6 yang artinya

Dia[Allah] memasukkan malam ke dalam siang, dan siang ke dalam malam, dan Dia [Allah] Maha mengetahui terhadap isi dada[hati] (Al Hadid: 6)

Apakah layak bagi kita untuk mendustakan keberadaan Allah melalui ayat ini. Siapakah yang mencipta langit sekarang ini? Allah kembali menjawab pertanyaan ini melalui ayat yang lain di surat Al Mulk ayat 3 yang artinya:

Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis / bertingkat-tingkat (Al Mulk: 3)

Dia juga yang menciptakan kamu dari ketiadaan menjadi ada. Bukankah kamu dulunya hanya setetes mani lalu Allah menjadikanmu manusia yang sempurna dan berparas rupawan? Allah terlebih dahulu menjelaskan 1400 tahun yang lalu sebelum manusia menemukan alat untuk membaca gerakan janin. Allah berfirman dalam surat Al Hajj yang artinya:

wahai manusia! Jika kamu meragukan hari kebangkitan, maka sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak kami sampai waktu yang sudah di tentukan,kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian[ dengan berangsur angsur] kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang di wafatkan dan [ada pula] diantara kamu dikembalikankan sampai usia sangat tua [pikun],sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah di ketahuinya. Dan kanu lihat bumi ini kering, kemudian apabila kami telah turunkan air [hujan] di atasnya,hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan [tetumbuhan] yang indah(Al Hajj:5)

Allah adalah tuhan satu satunya,dialah yang mencipta dan mengatur segalanya. Dialah yang menciptakanmu dari setetes sperma sebelum akhirnya berubah menjadi dirimu. Apakah kamu masih meragukan keberadaannya? Mahasuci Allah atas apa yang kamu dustakan, Allah mampu untuk memberi hidayah kepada siapa saja yang di kehendakinya. Semoga Allah memberikan hidayahnya kepadamu! Hai kawanku. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membuka hidayah melalui jalan apapun bagi hamba yang di kehendakinya. Semoga dirimu juga termasuk hai kawanku! Sekian dan terimakasih.wasiat terakhirku untukmu adalah, jangan sampai engkau disesatkan oleh kebodohanmu hingga engkau wafat! Ingatlah, semesta ini tercipta karena Allah! Berhati hatilah jika maut menjemputmu sementara engkau belum meyakini dan mengimani bahwa dialah satu satunya tuhan yang layak untuk disembah! Jangan sampai kesombongan membuatmu tertutup dari hidayah! Bukalah Al Quran dan bacalah semua isinya agar engkau lebih bisa mengenal siapakah dia, karena Al Quran adalah kalam Ilahi untuk mereka yang memiliki akal nurani.

Yesus dan Marya dalam Al Quran

 

Tulisan ini dimulai dengan menyebut nama Allah,

tuhan Abraham, Isac dan Jacoeb


Lampu-lampu persiapan perayaan bertambah meriah di kota Miami ketika malam mulai larut di atas pantai-pantai di negeri bagian Florida Timur pada malam 25 Desember 2023.kota-kota di Amerika tengah menyiapkan perayaan Natal yang di gelar tiap tahun. Pohon-pohon cemara dihias, berbagai macam hadiah dibagikan,pakaian-pakian baru dikenakan. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan,dan lagu-lagu didendangkan sebagai pemberitahuan bahwa perayaan hari kelahiran Isa AL-Masih dimulai. Dari jendela pesawat, tampak seorang(sebut saja Lucas) tengah melontarkan pandangannya pada indahnya malam di atas langit kota Miami. Dalam dirinya, ia bertanya-tanya tentang sesuatu.

Apakah benar keyakinan yang dianutnya selama ini?

Benarkah tuhan memiliki seorang istri dan anak?

Mungkin juga dirimu, semakin bingung saat mendalami ajaran Kristiani. Alangkah baiknya engkau terdiam sesaat, merenungi kisah siapakah sebenarnya Yesus dan Ibunda Marya. dalam kitab suci Al-Quran yang berasal dari sumber yang sama seperti Injil yaitu Allah. Berikut adalah kisah keduanya dalam Al-Quran. Tetapi sebelum itu semua, Allah memulai kisah Isa/ Yesus dalam Al-Quran dengan pujiannya terhadap sang ibunda, Maryam. Seorang wanita yang taat di kalangan kaumnya. Bahkan Allah menjadikan Maryam sebagai wanita tersuci dan tertaat seperti yang di sebutkan dalam Al-Quran surat Ali-Imran. Allah berfirman yang artinya:

Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu(untuk beribadah), menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)”(Ali Imran: 42)

Allah memilih Maryam sebagai hamba-Nya yang suci dari sentuhan lelaki. Maryam akhirnya mengasingkan dirinya di Baitul maqdis atau lebih dikenal oleh sebagian umat Nashrani dengan nama tanah suci Yerussalem. Tanah yang pernah Allah janjikan untuk kaum nabi Musa. Namun, mereka justru menolak dan mengatakan pada nabi Musa seperti yang Allah firmankan dalam surat Al Maidah.yang artinya

mereka berkata[bani Israel], “Wahai Musa! sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih berada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap[menunggu] di sini saja.”(Al-Maidah: 24)

di Yerussalem, Maryam memfokuskan dirinya dalam beribadah kepada Allah. Sampai akhirnya, Allah menunjukkan bukti kekuasaanya melalui Maryam. Yaitu lahirnya bayi dari Maryam tanpa kehadiran seorang ayah. Kisahnya adalah,di saat Maryam tengah mengasingkan diri dari kaum-nya. Allah mengutus Jibril(malaikat-Nya) untuk menemui Marya agar memberinya kabar gembira(yaitu lahirnya Isa dari rahim suci Maryam tanpa hadirnya seorang lelaki). Jibril menampakkan dirinya dalam bentuk rupa seorang lelaki yang sempurna. Maryam sempat bertanya terheran, bagaimana bisa, ia melahirkan seorang anak padahal tak ada seorang lelaki yang menyentuh dirinya selama ini dan dia bukanlah seorang pezina? Al Quran menjelaskan jawaban Jibril untuk Maryam di surat Maryam, yang artinya,

dia jibril berkata “demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “hal itu mudah bagi-Ku, dan agar kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”(Maryam: 21)

jibril meniupkan ke rahim Maryam ruh Isa. Akhirnya Maryam mengandung. Maryam lantas mengambil keputusan untuk menjauhkan diri dari kaumnya supaya terhindar dari ejekan kaumnya terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Samapai akhirnya, Maryam melahirkan Isa di sebuah tempat yang orang Arab menyebutnya ‘Baitulahm’atau yang dikenal kaum Nasrani sekarang dengan nama ‘Betlehem’ pendapat ini disepakati oleh ulama tafsir seperti Anas Bin Malik. ‘Betlehem’ sendiri adalah sebuah desa yang terletak sejauh 8 mil dari tanah suci Yerussalem. Allah yang maha kuasa menjaga hambanya yang taat (Maryam) dengan menjadikan sungai dan pohon kurma untuknya. Inilah bentuk kasih sayang Allah untuk hambanya yang mulia nan taat. Maryam membawa bayi kecilnya kembali menuju kaumya. Betapa terkejutnya kaumnya saat mereka mendapati Maryam menggendong seorang bayi. Allah menyebutkan kisah ini dalam Al Quran di ayat 27 dari surat Maryam. Allah berfirman yang artinya.

maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkat “wahai Maryam sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar”(Maryam: 27)

Allah kembali melanjutkan kisah betapa kaum-nya terkejut melihat bayi yang digendong Maryam di ayat selanjutnya, yang artinya:

wahai saudari perempuan Harun, ayahmu bukanlah seorang buruk perangai dan ibumu bukanlah seorang pezina”(Maryam: 28)

kaum-nya benar takjub, bagimana dia bisa melahirkan seorang anak? Apakh dia telah berzina? Akhirnya , bermunculanlah tuduhan- tuduhan keji untuk Maryam bahwa dirinya telah melakukan perzinaan. Perspektif kaumnya berubah drastis, Maryam yang dulunya mereka anggap sebagai wanita ahli ibadah (gelar saudara harun disematkan padanya karena ketaatannya dalam beribadah seperti nabi Harun, saudara nabi Musa) kini harus berubah menjadi seorang pezina lantaran bayi yang digendongnya. Allah tidak tinggal diam. Allah segera menunjukkan kuasa-Nya atas hamba-hamba-Nya dan pembelaanya terhadap Maryam. Allah menjadikan Isa mampu berbicara dengan sendirinya seperti pada ayat berikutnya di surat Maryam yang artinya:

Maka dia Maryam menunjuk kepada (anak) nya. Mereka berkata, “bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”(Maryam: 29)

dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, dia memberiku kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi,”(Maryam: 30)

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup;”(Maryam: 31)

dan berbakti kepada ibuku,dan dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.”(Maryam: 32)

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali,”(Maryam: 33)

Allah memberikan mukjizat-Nya kepada Isa sebagai bukti, bahwa Allah maha mapu atas segala sesuatu. Semuanya terdiam sejenak, bayi ajaib! Allah telah memberinya kitab suci dan memberkahinya dimana saja ia berada. Namun, ia (Isa) tetaplah seorang hamba Allah. Bukan seorang anak Allah. Isa memerintahkan kaumnya untuk menunaikan shalat dan zakat.Dan dia juga memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua, terlebih seorang ibu. Isa tumbuh dengan membawa banyak keberkahan dan mukjizat, di antaranya adalah,

dia mampu meniupkan ruh kepada seokor burung mainan yang terbuat dari tanah liat, dengan izin Allah tanah liat itu berubah menjadi seekor burung yang mampu terbang.

Menyembuhkan penyakit kusta dan buta. Juga menghidupkan orang yang meninggal,dengan seizin Allah. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firmannya di surat Ali Imran, yang artinya:

Dan sebagai rasul kepada Bani israel (dia berkata), “Aku telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (Mukjizat) dari tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah, Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku memberitahukan kepada kamu apayang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman”(Ali Imran: 49)

Isa menyeru kepada kaumnya untuk meninggalkan peribadatan kepada selain Allah menuju kepada Allah semata. Sebagian dari BaniIsrael mengimaninya dan mengikutinya dan sebagian pula mendustakannya dan mencoba untuk membunuhnya (termasuk Yahudi) Allah memuji para ‘hawariy’ di surat Ali Imran yang artinya:

Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israel), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” para hawariyyun (sahabat setia Isa) menjawab, “kami-lah penolong (agama) Allah.kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim’’(Ali Imran: 52)

Allah juga menyebutkan di dalamAlQuran tentang orang-orang Nasrani, janji Allah kepada mereka tentang surga. Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang kristen dan orang-orang Sabiin (Umat sebelum Nabi Muhammad saw. Yang mengimani bahwa adanya ‘tuhan yang maha esa dan pengaruh bintang-bintang), siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari tuhan-Nya (Allah) tidak ada rasa takut pada mereka, dan merekatidak bersedih hati”(Al Baqarah: 62)

Allah menjanjikan pahala bagi umat nasrani selama mereka hanya menyembah kepada Allah dan tidak menjadikan sesembahan selainnya. Pahala yang mampu mengantarkan seseorang menuju surga-Nya. Allah telah mewahyukan sebuah ayat kepada nabi-Nya (Muhammad) dan nabi-nabi sebelum Muhammad S.A.W tentang hal ini, yaitu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya. Ayat itu tak akan pernah terhapus, Allah menjaganya di kitab-kitab terdahulu seperti Injil, Taurat,dan Zabur. Yang artinya:

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “sungguh, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi”(Az-Zumar: 65)

Isa terus berdakwah menyeru kepada Bani Israil, sampai akhirnya, kaum-kaum ahli makar yang mereka mengaku bahwa Allah mencintai mereka, melakukan siasat untuk membunuh dan menyalib nabi Isa. Mereka adalah bangsa Yahudi. Allah telah melaknat mereka atas lisan Daud dan tuduhan keji mereka terhadap Maryam. Allah menyebut Yahudi sebagai bangsa yang dimurkai lantaran mereka mengetahui kebenaran namun justru mereka sembunyikan dan enggan untuk mengamalkan karena kesombongan mereka. Allah mengutuk mereka menjadi monyet-monyet seperti dalam firman-Nya yang artinya:

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamupada hari Sabat, lalu kami katakan kepada mereka , “jadilah kamu kera-kera yang hina”(Al Baqoroh: 65)

Allah juga menyebutkan permusuhan Yahudi terhadap umat islam yang amat besar, Allah berfirman yang artinya

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang Musyrik,dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tak menyombongkan diri.”(Al-Maidah: 82)

Cukup ayat ini menjadi bukti bahwa musuh bebuyutan terdepan umat islam adalah Yahudi. Akhirnya, Isa resmi menjadi buronan pasukan Romawi Byzantium untuk di bunuh dan disalib. Isa bersama muridnya bersembunyi di sebuah tempat yang tak diketahui oleh musuhnya. Namun sayangnya, salah satu dari murid-muridnya berkhianat ( sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa nama si pengkhianat itu adalah Yudas) dan memberi tahu tempat persembunyian nabi Isa kepada pasukan Romawi. Namun lagi-lagi Allah menolong hambanya. Dikesempatan kali ini, Allah mengangkat nabi Isa dan menyerupakan wajah Yudas dengan wajahnya nabi Isa. Akhirnya Yudas ditangkap, sebelum akhirnya disalib oleh pasukan Romawi. Itulah mengapa terdapat banyak sekali keganjilan tentang siapakah yang sebenarnya mereka salib, isa atau bukan? Allah akhirnya memberitahukan jawaban itu melalui ayat-Nya yang artinya :

...padahal mereka tidak membununhya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang telah diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang pembunuhan Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidaktahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya”(An-Nisa: 157)

Allah menjelaskan di ayat selanjutnya yang artinya:

tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”(AnNisa: 158)

selayaknya bagi kita untuk mengimani firman Allah ini. Yaitu, Isa masih hidup sampai saat ini dan akan turun kembali menjelang hari kiamat nanti. Tepatnya di menara putih Damaskus. Sebelum akhirnya ia membunuh Dajjal yang diikuti oleh 70.000 kaum Yahudi. Itulah Isa dalam agama islam. Seorang nabi yang mulia, bukanlah anak Allah seperti yang dianut dan diyakini oleh sebagian, bahkan seluruh kaum Nasrani. Maryam adalah hamba-Nya yang taat, bukanlah seorang pezina atau istri tuhan. Dalam keyakinan Islam, Allah adalah tuhan satu-satunya. Tak ada sekutu baginya baik di langi ataupun di bumi. Dialah Mahakuasa pemilik kerajaan langit dan bumi. Tak layak bagi-Nya untuk di beri gelar bahwa ia memiliki seorang anak.

Bagaimana bisa, mereka (umat Islam) meniadakan seorang anak ataupun istri disisi Allah?

Apakah ada perumpamaan yang logis tentang keyakinan mereka? Atau ada sesuatu yang menguatkan keyakinan mereka?

Mungkin itu adalah segelintir pertanyaan yang mungkin akan terbesit di benakmu. Sekarang, dengarkan dan fahami baik-baik ucapanku ini

Pertama; jika kamu adalah seorang kristiani, kira-kira apa yang akan terucap dari mulutmu saat aku mengatakan kepada seorang Paus yang mulia atau seorang Uskup yang suci dari menikah

“selamat datang untukmu dan untuk anakmu, wahai paus”

kamu pasti akan marah dan spontan berucap

“kamu bodoh! Mereka tak layak untuk diberi gelar beranak ataupun beristri, karena mereka suci”

sekarang, aku ingin kembali bertanya padamu. Jika kamu menjadikan kesucian mereka itu dengan tidak menikah dan beranak, lalu mengapa kamu meniadakan kesucian itu untuk tuhanmu? Bagaimana engkau bisa tulus menyembah tuhanmu, sementara disisi lain engkau justru malah menghinanya, yaitu dengan meniadakan gelar suci untuknya.

Kedua; jika kamu menganggap Yesus sebagai tuhan, lantas mengapa sebelum dirinya disalib ia sempat berteriak

Ellie,Ellie, lima sabakhtani (tuhan, tuhan, mengapa engkau tinggalkan aku)”

kalau seandainya dia tuhan, mengapa ia justru malah meminta tolong kepada tuhan? Bukankah tuhan mampu atas segalanya?

Ketiga; jika seandainya penyaliban Yesus semata adalah sebagai cara bagi dirinya untuk menebus dosa seluruh umat manusia, mengapa ia harus bersembunyi bersama murid-murid setianya dari kejaran tentara Byzantium kala mereka hendak membunuh Yesus? Mengapa Yesus tidak langsung menyerahkan dirinya saja untuk disalib, agar seluruh dosa manusia ditebusnya melalui penyalibannya? Jikalau seandainya Yesus tidak terbunuh, lantas apakah dosa seluruh manusia tidak terampuni?

Allah telah menjelaskan dalam ayat sucinya tentang ucapan kalian, Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya yang artinya:

Seandainya kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah kami akan membuatnya dari sisi kami, jika kami benar-benar menghendaki perbuatan demikian” (Al-Anbiya: 17)

apakah Allah memberi kepada keduanya sifat-sifat ketuhanan? Apakah tuhan dilahirkan? Apakah tuhan juga membutuhkan tuhan yang lainnya?

apakah tuhan membutuhkan makan? apakah tuhan diciptakan, bukankah dia yang menciptakan? Allah kembali berfirman di surat Al-Maidah yang artinya :

Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelasakan ayat-ayat (tanda kekuasaan) kepada mereka Ahli Kitab, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan oleh keinginan mereka” (Al-Maidah: 75)

Allah telah menjelasakan hal demikian kepada kita agar kita mau berfikir. Namun banyak dari hambanya yang tak mampu untuk mengambil pelajaran dari kisah ini. Dalam dirimu, kamu akan kembali melontarkan pertanyaan, sepertinya kamu masih belum percaya dengan semuanya. Kamu mungkin akan mengemukakan alasan tentang keyakinanmu selama ini dengan mengatakan

“ kami menganggapnya anak tuhan karena sebuah keajaiban yang dialaminya, dia terlahir tanpa seorang ayah dan itu tak mungkin sepertinya kecuali dia pasti adalah anak Allah, kami yakin Allah-lah ayahnya”

wahai kawanku, bukankah Allah telah menciptakan Adam tanpa hadirnya seorang ayah dan ibu, dan hawa tercipta dari seorang ayah tanpa ibu, lantas mengapa engkau menganggap penciptaan Isa di rahim Maryam adalah sesuatu yang mustahil. Bukankah yang mustahil itu adalah penciptaanmu dari ketiadaan menjadi ada? Bukankah engkau dahulunya adalah setetes air. Lalu Allah menjadikanmu seperti yang sekarang? Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Karena dia adalah Mahakuasa atas segala-galanya. Sekarang, aku ingin menceritakanmu beberapa versi tentang orang yang diserupakan oleh Yesus, dan apa yang membuat Nasrani berubah keyakinan dari yang sebelumnya menyembah tuhan yang satu,( Allah) Menjadi menganut keyakinan Trinitas. Mari kita memulai dari salah satu versi islam tentang pembunuhan Yesus:

Pertama: saat Allah berkehendak untuk mengangkat Almasih ke langit, dia keluar menemui para ‘Hawariyyun yang berjumalah 12 orang lantas berucap, “sesungguhnya ada dari kalian akan ada yang kafir denganku sebanyak 12 kali setelah beriman denganku” lantas Almasih memberikan kepada mereka sayembara. “siapakah dari kalian ingin menjadi sahabatku di surga sehingga Allah menyerupakan wajahnya dengan wajahku,” semuanya terdiam, sampai akhirnya salah satu dari mereka yang paling muda bangkit seraya berkata “saya, wahai nabi Allah” Almasih berkata padanya “duduklah!” lalu Almasih mengulang lagi sayembaranya tadi. Namun untuk yang kedua dan ketiga, lelaki tadi kembali menawarkan dirinya maka Allah menserupakan wajahnya dengan wajah Almasih. Dan Allah mengangkat Almasih dari loteng rumahnya menuju ke langit. Lalu orang-orang Yahudi meminta Almasih melalui perantara Yudas, pengkhianat ALmasih dan mengambil orang yang telah diserupakan dengan Almasih tadi, lantas menyalibnya. Dan murid-murid Almasih berpecah belah dengan pendapat mereka setelah naiknya Almasih ke langit, terbagilah menjadi 3 golongan. Golongan pertama sepakat bahwa Almasih adalah Allah yang turun disisi mereka lantas naik kelangit, mereka adalah Ya’qubiyyah. Golongan kedua sepakat mengatakan bahwa Almasih adalah anak Allah, mereka adalah Nasthuriyyah. Dan golongan ketiga mengatakan bahwa Almasih adalah Rasul Allah dan hamba-Nya yang mulia. Mereka adalah yang masih berpegang pada ajaran Almasih yang asli. Kedua golongan tadi mencoba untuk menghabisi golongan terakhir. Namun, Allah yang Mahaperkasa menahannya dan mengokokohkan mereka yang menganut agama kristen murni sampai Mehmed / Muhammad diutus sebagai seorang Nabi dan Rasul. Siapakah para Hawariyyun? Allahua’lam, namun salah satu dari mereka yang terkenal adalah Yohanes, Dan Yudas Iskandariot.

Kedua, setelah diangkatnya Almasih kelangit, seluruh umat kristiani berada dalam kebingungan yang nyata selama 3 abad. Sampai akhirnya, datanglah raja Konstantin pertama mengadakan sebuah konsili terbesar di dunia yang digelar di sebuah kota terkenal yang bernama atas namanya. Konsili itu lebih dikenal dengan nama konsili nicea. Sebuah konsili yang menghadirkan ribuan uskup dan para pengikut kristiani yang berkelompok-kelompok. Setiap limapuluh dari mereka memiliki pedapat, duapuluh dari mereka memiliki pendapat, tujuhpuluh dari mereka memiliki pendapat, dan seratus dari mereka memiliki pendapat. Pertemuan kedua kembali digelar, kali ini, ‘Ya’qubiyyah yang mengemukakan pendapat mereka, pertemuan ketiga kembali digelar, giliran ‘Nasthuriyyah yang mengemukakan pendapat mereka, dan mereka saling mengkafirkan satu sama lain. Dipertemuan terakhir, para pemegang teguh agama Almasih mengemukakan kebenaran mereka, namun sayangnya, pendapat golongan terakhir ini ditentang keras oleh semua pihak. Konstantin segera mengambil keputusan bahwa keyakinan ‘Trinitas adalah yang wajib dianut oleh semua kaum kristiani dan membunuh mereka yang tak menganut faham ‘Trinitas. Perlu diketahui, Konstantin bukanlah seorang Nasrani sejak lahir, ia baru saja memeluk Nashrani sebelum akhirnya menghancurkan agama itu sendiri melalui konsili yang digelarnya. Beginikah agamamu? Hancur di tangan orang munafik. Layakkah disebut sebagai agama murni untuk saat ini? Kalian mengaku mencitai Almasih, namun kenyataannya, kalian melakukan apa yang diharamkan olehnya sebelumnya. Seperti meminum arak dan memakan babi. Adapun kami, kami tak menganggapnya tuhan. Kami hanya menganggapnya sebagai utusan Allah. Namun lihatlah! Kami menjauhi apa yang diharamkan olehnya. Kami pula mencintainya tanpa harus melebih-lebihkannya. Bisa dibilang, kami (umat islam) yang layak untuk mengambil gelar sebagai mereka yang memuliakan Almasih.

Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat untukmu. Semoga mampu membukakan jalan hidayah bagimu, hai saudaraku.

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)