“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 18 Januari 2024

Kesombongan membawa petaka


    

Malam bertabur bintang di atas langit kota Washington, Amerika Serikat. Seorang pemuda, sebut saja Ruben. Tengah menyusuri jalan seorang diri. Tanpa sengaja, ia menyenggol seseorang. Ruben mencoba untuk meminta maaf kepada orang tadi. Namun, orang tadi hanya menatapnya sinis dan mengabaikannya sembari mencaci-maki si Ruben. Lelaki itu benar-benar sombong, dan angkuh. Lantas, Ruben teringat oleh perkataan seorang ulama terkenal zaman dahulu. Hasan al-Bashri, itulah namanya.

Al-Bashri berkata: “orang sombong itu ibarat seperti orang yang berada di atas gunung, ia akan melihat yang ada di bawahnya kecil, begitu juga sebaliknya, mereka orang-orang yang berada di bawah juga melihatnya kecil”

Dari perkataan ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa mereka yang sombong dan selalu meremehkan manusia, juga akan terlihat rendah di mata orang sebagaimana ia merendahkan orang lain.

Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadits, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahuanhu bahwa Nabi pernah bersabda yang artinya.

tidak akan masuk syurga, orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sekecil biji sawi” seseorang lantas berucap: sesungguhnya seorang suka jika bajunya bagus dan sandalnya bagus,” rasulullah berkata: “ sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR.Tirmidzi)

Dari hadits ini, kita mampu mengambil banyak sekali faedah, di antaranya.

Pertama: keagungan dan kebesaran hanyalah milik Allah. Maka tak selayaknya bagi makhluk yang lemah ini untuk berbuat sombong. Kita sakit, sementara Allah tak pernah sakit. Kita lemah, sementara Allah Mahaperkasa atas segalanya.

Kedua: kesombongan adalah sebuah perbuatan yang mewajibkan bagi pelakunya untuk masuk neraka. Kesombongan juga yang membuat kecongkakan Fir’aun sehingga ia mengucapkan

akulah tuhan kalian yang paling tinggi

Kesombongan juga yang membuat Namrud berkata kepada Nabi-Nya Ibrahim

aku juga menghidupkan dan mematikan

Namun, akhir dari mereka semua adalah kebinasaan yang menyakitkan. Allah juga telah menyebutkan dalam banyak ayat-Nya, bahwa Dia membenci hamba-Nya yang melampaui batas dan menyombongkan diri.

Ketiga: bentuk perilaku yang mencerminkan kesombongan seseorang adalah;

Pertama: sombong dalam perbuatan di antaranya adalah: makan dan minum dengan tangan kiri, orang yang melihat orang lain melalui ujung matanya dengan niat meremehkan.

Kedua: sombong dalam berpakaian: orang yang memakai pakaian melebihi mata kakinya dengan niat sombong atupun tidak. Orang yang membeli mobil mewah dengan niatan untuk sombong. Dan berbagai jenis kesombongan yang di arahkan dalam bentuk materi dunia yang fana.

Ketiga: sombong dalam ucapan: orang yang memamerkan sebagian amalannya dengan niat menyombongkan diri, orang yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa dialh orang paling Alim dan paling faham dari yang lainnya.

Keempat: bentuk dari kesombongan yang lain adalah: tidak mau mengakui kesalahan apabila berbuat kesalahan, menolak nasehat yang diberikan orang lain, merendahkan suku, warna kulit dan merendahkan manusia disebabkan profesi mereka.

Keempat: tidak dari kesombongan, orang yang berpenampilan dengan penampilan indah, bahkan jika maksud dari mengenakan pakaian indah itu adalah menampakkan kenikmatan Allah maka itu adalah disunnahkan. Selama tidak membekas dalam diri pemakainya kesombongan ataupun merasa paling bagus dari yang lainnya.

Allahua’lam, sekian dan terimakasih


0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)