“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 18 Januari 2024

The true of islam

 


Seluruh penduduk dunia, akan lebih senang dan mudah mengaitkan antara agama islam dengan teroris, bukankah seperti itu? Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengetahui yang sebenarnya tentang apa yang diajarkan agama satu ini. Apakah dia mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk membunuh para penentangnya? Kamu akan tahu setelah ini, fahami dan cermati baik-baik.

Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk seluruh umat manusia. Islam adalah agama yang membawa asas pokok satu. Sama seperti Injil dan Taurat, dua kitab yang Allah turunkan sebelum Qur’an.

Apa asas itu? Asas itu adalah, bahwa tiada tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Itulah asas pokok sebenarnya yang dikandung oleh kedua kitab sebelumnya. Aku berani mengatakan sumpahkun atas keyakinan bahwa, Injil dan Taurat hanya mengajarkan untuk beribadah kepada yang satu. Bukan yang tiga, ataupun sejenisnya.

Itulah asas islam yang pertama, yang kedua adalah, Hadits yang disabdakan melalui lisan Nabi-Nya. Selain itu juga, islam adalah agama yang mudah difahami secara akal naluri manusia sendiri. Islam tak mengajarkan untuk hidup membujang selamanya, bahkan islam menganjurkan untuk memperbanyak keturunan. Islam juga mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk tidak saling menumpahkan darah, apalagi darah orang-orang di luar agama itu tanpa hak sedikitpun.

Sekarang adalah waktu untuk menjawab sekian pernyataan yang muncul di benak para pembenci islam.

Pertama: benarkah islam mendoktrin para pengikutnya untuk menjadi seorang pembunuh berdarah dingin?

Jawaban: Sejauh ini, islam tak pernah mengajarkan para pemeluknya untuk membunuh tanpa keterangan yang jelas. Bahkan islam melarang demikian, walaupun yang dibunuh adalah orang kafir sekalipun. Dengan syarat, orang kafir itu telah mendapat jaminan keamanan dari pemerintah atau dia adalah seorang yang tengah bepergian ke suatu wilayah dan mendapat jaminan keamanan. Yang diperintahkan untuk dibunuh adalah kafir harbi, atau yang sudah jelas dan secara terang-terangan untuk memusuhi islam. Membunuh nyawa yang tak berdosa tanpa sebab yang benar dalam islam adalah dosa besar. Lalu mengapa ada sebagian kelompok yang melakukan pengeboman terhadap tempat umum seperti gereja, gedung, dan sebagainya?

Jawabannya adalah, semuanya dikarenakan terlalu semangat mereka dalam beragama yang tak berlandaskan oleh ilmu. Mereka hanya menganggap perbuatan itu baik, tapi ternyata, perbuatan demikian itu adalah salah besar. Karena, walaupun seandainya ditengah kecamuk perang dan akhirnya peperangan itu umat islam menangkan, mereka juga tetap dilarang membakar pepohonan, membunuh orang lemah, wanita ataupun anak-anak dan dilarang keras mengusik tempat peribadatan mereka.

Lihatlah, mengusik tempat ibadah setelah wilayah itu dikuasai saja hukumnya haram. Apalagi mereka yang melakukan bom dan membuat onar di wilayah yang tak mereka kuasai. Tentu saja ini merupakan perbuatan yang salah besar dan diharamkan. Mereka hanya berdalih dengan jihad yang berbuah surga. Tapi, apa yang mereka perbuat bukanlah jihad, melainkan tindak pengerusakan yang tak dibenarkan. Seandainya mereka meninggal, mereka tidaklah syahid, tapi mati konyol yang sangat mengenaskan.

Oleh karena itu, diriku menghimbau kepada seluruh umat islam untuk tidak mengikuti seruan sesat para pendakwah yang mendakwahkan ilmunya tentang jihad tanpa landasan syariat sedikitpun. Perang sendiri harus memiliki syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mendapat persetujuan dari pemerintahan tertinggi. Jika tidak, maka itu tak dianggap sedikitpun berjihad.

Selain itu juga, perang yang islam ajarkan bukanlah untuk membumihanguskan. Perang yang Rasul ajarkan adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, menuju kepada Allah semata.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)