Malam itu, tentara Mujahiddin Afghanistan tengah menghadapi gempuran maut tentara sekutu . Korban berjatuhan dari kedua kubu. Brondongan peluru bersahutan membuat suasana menjadi mencekam.
TRAT!TAT!TAT!TAT!..TAT!TAT!..TAT!
Abu muslim, sebut saja begitu, pemimpin muslimin itu tengah sibuk memanjatkan doa sembari memantau pertempuran dari atas bukit. Tentara Mujahidin kala itu berhasil di himpit sekutu lewat tank-tank Chalenger1 milik Sekutu, setelah serangan demi serangan yang tumpul dari mujahiddin sendiri. Turunlah Abu muslim mengomandoi pertempuran, sembari komat-kamit mengucapkan doa, ia menembaki pasukan Sekutu dengan senjata sniper miliknya penuh optimis bahwa Allah pasti menurunkan pertolongan-Nya. Keajaiban akhirnya terjadi. Mujahiddin yang kala itu telah menipis, kini tampak berlipat ganda di mata Sekutu. Mental lawan yang tadinya menggebu, kini berubah menjadi abu.
DOR!DOR!
Sebuah tembakan menyasar tepat di kepala Jendral Belgrano, setelah duel maut antara Sekutu melawan Mujahiddin yang jumlahnya hanya ratusan. Sekutu mengakhiri pertempuran dengan kekalahan telak yang memaksa mereka angkat kaki dari Afghanistan.
Ratusan tentara sekutu berhasil ditawan oleh para Mujahiddin. Abu Muslim mencoba menginterogasi salah satu dari tawanan itu dengan mengatakan apa yang terjadi dengan pasukan Amerika? Mengapa mereka mundur seketika, padahal jumlah mereka seratus kali lipat lebih besar ketimbang jumlah Mujahiddin sendiri? Tentara itu menjawab bahwa mereka melihat tentara Mujahiddin itu telah memenuhi gunung. Melebihi jumlah mereka berlipat ganda. Takjublah Abu Muslim dengan jawaban itu. Melalui doanya itu, pertolongan Allah yang tak kasat mata akhirnya turun. Itulah segelintir kisah dari rendetan keajaiban doa yang selalu ada.
Doa adalah senjata seorang Muslim untuk menghadapi masalahnya. Doa adalah ibadah yang banyak sekali orang-orang meremehkannya. Padahal doa adalah sumber sebuah keajaiban yang jarang diketahui mereka yang beriman. Doa sendiri terbagi menjadi dua:
Pertama, doa yang bersifat Ibadah, yang apabila seorang melakukannya, maka hatinya akan dipenuhi dengan penghambaan kepada Allah semata. Jika Doa ini dipersembahkan kepada selain Allah, maka itu akan membuat pelakunya kufur, keluar dari Islam.
Kedua: doa yang bersifat permintaan untuk merealisasikan sesuatu atau manfaat serta permohonan agar terhindar dari bahaya. Karena sejatinya, manusia membutuhkan Allah. Label kesombongan akan melekat dalam dirimu jika kamu menjadi hambanya yang tak pernah menengadahkan tangan untuk mencurahkan seluruh keinginanmu kepada-Nya.
Setelah kita tahu doa terbagi menjadi dua, sekarang adalah waktu untuk kita mengetahui lima syarat agar doa yang kita panjatkan terkabul.
Pertama: Ikhlas dalam berdoa kepada Allah. Yakni dengan menggantungkan hatinya kepada Allah saat berdoa. Allah berfirman yang artinya:
“ maka ibadahilah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tak menyukainya”(Ghafir: 14)
Kedua: mengikuti tuntunan dari Rasulullah, berdoalah dengan doa yang telah Nabi ajarkan. Dan jauhi dari ucapan-ucapan orang yang menyesatkanmu. Semisal ada orang yang mengatakan bahwa, doa hanya akan terkabul pada malam tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu, sementara Rasulullah tak pernah berucap demikian. Rasulullah bersabda yang artinya:
“barangsiapa beramal dengan amalan yang tidak berdasarkan pada ucapan kami, maka amalannya tertolak” (HR. bukhari dan Muslim)
Ketiga: Kamu harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doamu. Yakinlah! Allah pasti akan mengabulkan seluruh permintaanmu. Berdoalah semoga Allah memberimu kesejahteraan dalam menjalani agamamu di negeri yang mungkin mayoritasnya adalah Non-Muslim. Berdoalah! Allah tak akan pernah menyia-nyiakan doamu. Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
“ Tangan Allah senantiasa penuh, tidak akan kurang karena suatu pemberian. Dia senantiasa memberi siang dan malam. Tidaklah kalian melihat apa yang Dia berikan semenjak penciptaan langit dan bumi. Sesungguhnya apa yang ada di tangan-Nya tak akan pernah berkurang”(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka yakinlah bahwa pemberian Allah di setiap doamu pasti ada.
Doa yang engkau panjatkan di dunia ini terkadang menjadi tiga hal. Pertama, Allah akan memberimu lebih baik dari apa yang kau minta. Kedua, Allah akan menyimpannya untukmu di surga nanti. Ketiga: mungkin doa itu akan menjadi sebab tertolaknya musibah yang seharusnya menimpa dirimu. Maka, yakinlah bahwa Allah selalu mengabulkan doamu atau jika seandainya tidak, maka bagimu pahala yang besar.
Keempat: hadirkan hati dan khusyu’. Allah akan berpaling darimu jika hatimu juga berpaling dari-Nya saat engkau berdoa. Semisal, engkau berdoa sementara yang ada di dalam hatimu adalah perkara dunia yang membuatmu tak fokus dengan doamu.
Kelima: berdoalah dengan nada pasti. Janganlah kamu berdoa dengan nada menggantung. Seperti “ ya Allah, kalau engkau berkehendak, berilah aku!” karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang memberatkan bagi-Nya apabila Dia mengabulkan doa hamba-Nya.
Lalu apakah yang seharusnya kita minta dengan sangat di waktu berdoa siang dan malam?
1. Agar hamba selalu memohon kepada Allah agar Allah senantiasa memberinya petunjuk di jalan yang lurus. Itulah mengapa, Allah menurunkan sebuah firman-Nya yang selalu umat islam baca saat mereka melaksanakan shalat, yang artinya
“ tunjukilah kami jalanmu yang lurus, jalan orang-orang yang engkau berikan nikmatmu kepada mereka, bukan jalan mereka yang engkau benci (Yahudi) dan bukan dari mereka yang tersesat (Nasrani)” (Al-Fatihah: 6-7)
2. Agar hamba memohon supaya Allah mengampuni dosanya. Allah membuka rahmat-Nya bagi seluruh hamba-Nya yang ingin kembali dan bertaubat kepada-Nya. Walau dosamu sebanyak buih di lautan, Allah akan tetap mampu untuk mengampuninya. Allah mahamulia lagi pemurah.
3. Agar hamba memohon kepada-Nya syurga dan meminta perlindungan dari neraka. Karena barangsiapa yang dia dijauhkan Allah dari neraka dan dimasukkan surga-Nya, maka sungguh ia telah menjadi hamba yang beruntung. Nabi pernah bersabda yang artinya:
“barangsiapa yang memohon surga sebanyak tiga kali, maka surga pun berkata: ya Allah, masukkanlah ia ke surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka akan berkata” ya Allah , lindungilah dia dari neraka”(HR. Nasai)
4. Agar hamba memohon keselamatan di dunia dan di akhirat. Keselamatan di dunia berupa agar terhindar dari berbagai fitnah syubhat dan syahwat. Adapun keselamatan di akhirat berupa masuk surga tanpa harus masuk neraka terlebih dahulu.
5. Agar hamba memohon keteguhan dalam beragama dan khusnul khatimah, atau akhir hidup yang baik. Karena betapa banyak orang yang telah beramal dengan amalan ahli surga lalu Allah menjadikan akhir hayatnya sebagai hamba penghuni neraka? Betapa banyak juga, orang yang semasa hidupnya bermal dengan amalan penduduk neraka lalu Allah menjadikan akhir hayatnya ia beramal dengan amalan penghuni surga sehingga ia masuk surga karenanya? Oleh karena itu nabi mengajarkan doa kepada kita yang artinya
“ wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah kami di atas agamamu dan ketaatanmu”
Akhir hayat seseorang adalah misteri yang hanya diketahui Allah. Maka selayaknya bagi kita untuk meminta petunjuk agar kita selalu berada di jalan-Nya sampai ajal menjemput kita.
6. Agar hamba meminta supaya Allah memberinya keturunan yang shaleh dan shalehah, ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang baik. Sesuatu yang bermanfaat baginya selama itu diperbolehkan oleh syariat
Setelah kita mengetahui apa yang wajib kita minta, sekarang adalah adab-adab yang harus ada dalam diri kita saat meminta kepada Allah.
1. Memulai doa dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Rasulullah, begitu juga saat ia hendak mengakhiri doanya.
Ali bin Abi Thalib pernah berkata yang artinya:
“setiap doa tertutup dari langit sampai dia bershalawat kepada Nabi Muhammad.’’
jadi, kunci pembuka pintu langit adalah shalawat.
2. Senantiasa berdoa di saat lapang dan sempit. Rasul pernah bersabda kepada Ibnu Abbas yang artinya:
“ ingatlah Allah di saat engkau lapang, niscaya Allah akan mengenalmu di masa sulitmu”
Seperti kisah Nabi Yunus. Alah menyelamatkannya dari dalam perut ikan dikarenakan ia selalu meningat Allah di masa lapangnya ataupun masa sempitnya.
3. Tidak mendoakan kejelekan terhadap anak, istri, keluarga, harta, dan dirinya. Dikarenakan jika waktu itu doanya terkabul, maka terjadilah apa yang akan terjadi.
4. Berdoalah dengan suara lirih lagi merendahkan diri. Allah berfirman yang artinya:
“ Berdoalah kepada Rabmu dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al-A’raf: 55)
karena sesungguhnya, kita tidak menyeru Dzat yang tuli. Allah Mahamendengar semua permintaan kita.
5. khusyu’ , merengek, dan menangis di dalam doamu. Sekarang engkau ibarat seorang pengemis yang tengah meminta di hadapan penguasa dunia. Apakah kamu akan tertawa saat meminta, ataukah kamu akan merengek penuh serius saat meminta? Begitu juga dengan doamu kepada Allah, kekhusyu’an akan membantu terkabulnya doa.
6. Mengakui seluruh nikmat Allah dan mengakui seluruh dosa yang telah kita perbuat pada-nya. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita ‘sayyidul istighfar, maka amalkan itu di setiap doamu.
7. Bertawasul dengan nama Allah yang Mulia, bertawasul dengan amal kebaikan yang pernah kita lakukan. Bertawasul adalah seperti engkau mengucapkan “ Ya Allah! Aku pernah melakukan ini dan itu” yakni, kau menyebutkan amal kebaikan yang pernah engkau perbuat. sebelum akhirnya, engkau mengutarakn seluruh keinginanmu melalui doamu
8. Mengangkat tangan saat berdoa,
“sesungguhnya Allah Mahapemalu lagi Mahapemurah, dia malu dari hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, kemudian kembali keduanya dengan kosong” (HR. bukhari dan muslim)
9. Mengulang doa sebanyak tiga kali.
10. Tidak menjadikan perantara apapun antara dirinya dengan Allah. Maknanya, kita tak perlu menjadikan sesuatu apapun sebagai perantara saat kita memohon kepada-nya. Kita tak perlu mengucapkan “aku memohon dengan ruh fulan” ataupun sebagainya yang akan membawa kita menuju perbuatan syirik.
Setelah kita mengetahui cara agar terkabulnya sebuah doa, selayaknya bagi kita untuk mengetahui sebab doa itu tertolak.
1. Mengonsumsi barang yang haram, baik minuman, makanan, pakaian dan sejenisnya.
2. Memohon sesuatu dari perbuatan dosa atau memutus tali silaturrahmi atau tergesa agar doanya segera diperkenankan Allah untuknya. Rasulullah bersabda yang artinya
“ Senantiasa dikabulkan untuk seorang hamba selama di tidak berdoa untuk melakukan dosa dan memutus silaturrahmi. Dikatakan: wahai Rasulullah, apa maksud tergesa-gesa? Beliau bersabda: seorang yang mengatakan sungguh aku telah berdoa dan aku telah berdoa namun tidak dikabulkan untukku, maka ia merasa lelah hingga menghentikannya, dan aknirnya dia meninggalkan berdoa” (HR. tirmidzi )
3. Maksiat dan dosa yang diperbuat oleh dirinya.
Lalu siapakah orang yang doanya dikabulkan oleh Allah? Dan kapan waktu yang tepat untuk berdoa?
1. Para Nabi dan Rasul.
2. Orang yang ikhlas dan mengikuti jalan Rasul dalam beribadah.
3. Doa seorang muslim kepada saudanya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut.
“ doa seorang muslim tanpa sepengetahuan saudaranya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang akan mengamini doanya dan mengatakan “ semoga engkau mendapat semisalnya” (HR. Muslim)
4. Doa orang tua untuk anaknya.
5. doa seorang mujahid ketika kedua kubu telah saling berhadapan. Dalilnya adalah saat perang badar, doa yang dipanjatkan Nabi langsung Allah kabulkan melalui pertolongannya yang membuat kaum Muslimin menang.
6. Doa di saat turun hujan, doa di saat berada di arafah saat haji maupun umrah, doanya orang yang berpuasa, dan doa di malam lailatul qadar. Yang di mana, tak ada orang yang mengetahui kapan malam itu terjadi. Maka selayaknya bagi kita untuk mencari malam itu di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terlebih saat malam ganjil, dengan cara memperbanyak doa dan ibadah, karena pada malam itu, malaikat turun. Sehingga kemungkinan untuk terkabulnya doa dan diganjarnya sebuah ibadah sangatlah besar. Semuanya tak lepas dari izin Allah.
7. Doa di sepertiga malam terakhir, karena Allah turun di sepertiga malam terakhir untuk mendengar dan mengabulkan seluruh permintaan hambanya. Itulah watu mustajab untuk dikabulkannya sebuah doa.
8. Doa di sore pada hari jum’at sebelum terbenamnya matahari.
9. Doa orang yang tersakiti atau terdzalimi. Nabi pernah bersabda yang artinya:
“berhati-hatilah dengan doa orang yang terdzalimi, karena tidak ada penghalang antara dirin ya dengan Allah”
Maksud dari hadits ini adalah, doa seorang yang terdzalimi, cepat ataupun lambat pasti akan terkabul, karena tak ada penghalang antara dirinya dengan Allah sama sekali. Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengamalkan. Semoga bermanfaat untukmu kawan. Sekian dan terimakasih.



0 komentar:
Posting Komentar