Kepulan debu mengepul di udara. Muncullah Guy De Lusignan dengan Reynold De Chatillon bersama pasukan besar mereka. Sementara dari ufuk cakrawala, muncul juga Salahuddin Al-Ayyubi bersama pasukannya yang kokoh dengan semangat membara. Kedua kubu berhadapan di sebuah lembah yang bernama Hittin, terletak di dekat danau Tiberias. Salib besar Salbut telah di kelilingi oleh batalyon Templar dan Hospitaller yang tak gentar menghadapi lawannya. Iming-iming surga dari paus membuat semangat mereka teerus membara.
Tampak Salahuddin menghunus pedang miliknya sembari mengangkatnya ke udara. Gelora takbir membuat panas suasana, majulah pasukan muslimin menyerbu pasukan Salib. Peperangan berjalan dengan sengit. Keganasan Templar berhasill memukul mundur pasukan garis depan umat islam. Sehingga, banyak dari kubu muslimin yang berguguran.
Namun, kondisi ini tak berlangsung lama. Terik siang membuat semagat pasukan salib turun, lantaran haus yang menyelimuti kerongkongan mereka. Adapun umat islam, mereka semakin semangat melipat gandakan serangan seperti pada saat singa perang salib kedua, Imaduddin Zenki dan pasukannya menghantam habis aliansi salibis yang dipimpinoleh King konrard dan Luis. Pedang mereka tak henti menyambar leher laskar suci Kristiani satu demi satu lantaran mereka tak merasa haus. Tiberias berhasil mereka kuasai sehingga membuat kubu salib kualahan. Pasukan islam mulai menunjukkan taringnya yang sebenarnya. Barikade solid templar hancur lebur satu persatu tak karuan arah. Gerakan mereka berhasil dihentikan oleh semangat jihad umat islam yang membara. Batalyon islam seolah mencari kematian, menerjang tanpa gentar di hadapan pedang-pedang raksasa Knight’s Of Templar yang sebelumnya mengganas.
Mereka menghujam, menusuk, dan menembus serta memporak-porandakan satuan Salibis. Kondisi ini memaksa mereka untuk mundur dan bersembunyi di puncak Tiberias. Umat islam mengepung mereka dari berbagai arah. Keluarlah si jago merah melahap sekitar, lantaran panah berapi yang kaum muslimin lesatkan kearah persembunyian mereka. Dengan rasa terpaksa, mereka akhirnya menyerah sehingga umat islam berhasil menawan mereka. Sampai akhirnya, pedang Salahuddin berhasil memotong kepala Reynald De Chatillon setelah peperangan usai dan dimenangkan umat Islam.
Melalui kisah di atas, ada sebuah pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Bukti besar bahwa Qur’an telah datang memberi kabar dengan kemenagan umat islam atas musuh-musuhnya apabila mereka bersatu di atas ajaran tuhan. Adapun janji Injil yang sejatinya kebanyakan ucapan manusia, maka itu tidak terbukti sedikitpun di peperangan besar ini. Qur’an, itulah nama salah satu dari kitab yang diturunkan Allah dari langit melalui perantara Roh kudus atau lebih dikenal dengan nama malaikat Jibril.
Kitab ini akan Allah jaga hingga hari kiamat dari penyelewengan. Al-Qur’an memiliki makna secara bahasa yaitu adalah bacaan. Sementara secara Istilah, ucapan Allah yang turun kepadaa Nabi sekaligus Rasul terakhirnya, Muhammad, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri oleh surat An-Nas. Allah menjadikan kitab ini sabagai mukjizat untuk umat manusia dan penyembuh dari berbagai penyakit. Qur’an mampu menggambarkan penciptaan manusia secara detail seribu empat ratus tahun sebelum ditemukannya alat pembaca janin.
Qur’an juga mampu menceritakan keajaiban pertemuan dua laut mendahului sebelum bangsa Quraisy Mekkah menemukannya. Allah berfirman yang artinya:
“ Dan dialah yang menjadikan dua laut mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus” (Al-Furqon: 53)
Qur’an adalah kitab yang menyempurnakan injil dan taurat. Allah berfirman yang artinya:
“ di dalamnya terdapat isi kitab-kitab yang lurus” (Al-Bayyinah: 3)
Maksud dari kitab-kitab yang lurus adalah apa yang terdapat dalam kitab sebelumnya. Seperti Taurat yang turun kepada Musa, Injil yang turun kepada Isa, Zabur yang turun untuk Nabi sekaligus Raja, dialah Daud / King Daved.
Qur’an adalah satu-satunya kitab di atas muka bumi ini yang mampu untuk difahami melalui logika ataupun akal nurani. Yang demikian karena Allah pernah berfirman yang artinya:
“ sungguh kami telah memudahkan AlQuran dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran” (Ad-Dukhan: 58)
sehingga tak ada keraguan dalam kitab suci yang satu ini. Allah telah menurunkan tiga kitab dari langit, Taurat, Injil, dan Qur’an. Keduanya telah dikotori oleh umat manusia dan direvisi oleh tangan-tangan keji para pendosa. Kecuali kitab yang terakhir, ini adalah kitab yang mengandung isi-isi pokok Injil dan Taurat. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa, nabi-nabi terdahulu seperti Ibrahim, Isa, Musa, Daud, Ismail, Samuel, Daniel, Zulkifli, Yunus, Ya’qub, Yusuf, Ishaq, Dan Nuh, juga mengikuti dan menganut faham yang Al-Qur’an bawa. Yaitu tiada Ilah atau sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Hanya saja, mereka membawa syariat yang berbeda.
Al-Qur’an telah menceritakan kisah almasih bersama kaumnya dan ideologi Trinitas yang dianut oleh mereka setelah diangkatnya Isa ke langit
(lihat! Surat An-Nisa ayat 171).
Selain itu juga, Allah juga mengisahkan bagaimana ia mampu berbicara dengan hambanya, Musa, di bukit Tursina
(lihat! surat Taha ayat 11-24).
Allah juga menceritakan kisah Daud melawan Jalut, atau barat lebih mengenalnya dengan istilah Daved vs Gholiat
(lihat! Surat Al-Baqoroh ayat 246-252).
Semuanya Allah ceritakan dalam kitab-Nya. Bahkan kisah-kisah kaum terdahulu juga Allah ceritakan dalam ayat-ayat suci-nya yang tertera di dalam Qur’an.
Contoh saja, Allah menceritakan kisah bagaimana Allah menghukum penduduk Anthiokia karena mereka membunuh para utusan suci-Nya
(lihat! Surat Yasen ayat 13-30) .
Juga kisah Iskandar Zulkarnain yang mampu menjamah dari ufuk timur sampai ufuk barat sebelum akhirnya ia membangun sebuah benteng kokoh untuk mengurung Ya’juj dan Ma’juj
(lihat! Surat Al-Kahfi ayat 83-98).
Adapun kisah-kisah dalam injil yang pernah diriku baca selama ini, tidaklah menambah keyakinan bagiku bahwa itu adalah isi kitab yang pernah allah turunkan ke Almasih. Bagaimana bisa, seorang hamba mampu mengalahkan tuhannya seperti kisah jacqoeb berkelahi dengan Allah. Bagaimana bisa, Allah menyesal setelah menciptakan bumi dan langit. Bagaimana semua kekonyolan itu semua terjadi. Jika Allah berhasil dikalahkan oleh hambanya, maka itu adalah sebuah aib bagi tuhan. Betapa banyak gelar kejelekan yang secara tak langsung berhasil umat kristiani sandangkan kepada tuhan mereka sendiri? Mereka mengatakan bahwa tuhan memiliki istri dan anak. Sementara, gelar kesucian dalam agama mereka adalah yang tidak menikah dan tidak beranak? Seperti para paus dan orang suci menurut keyakinan mereka. Lalu apakah mereka akan meniadakan gelar suci itu kepada Allah?
Aku berani bersumpah, jikalau kamu ingin benar-benar tahu, apa isi pokok Injil seperti yang Allah turunkan kepada ALmasih. Maka bacalah Al-Qur’an. Kitab ini akan menerangkan kepadamu tentang kisah dan wasiat isa yang sebenarnya kepada para pengikut setianya sebelum pengangkatannya menuju langit. Allah telah menceritakan kisah Isa dan Maryam besrta pengikutnya dan apa yang dilaluinya semasa dirinya masih berada di tengah bani Israel dalam banyak ayat qur’an.
Pertama: surat Al-Imran ayat 34-37 , dan ayat 42-47.
Kedua: surat An-Nisa ayat 156-157, dan ayat 171.
Ketiga: surat Maryam ayat 13-29.
Kelima: surat An-Nisa’ ayat 163.
Keenam: surat At-Taubah ayat 30-31.
Ketujuh: surat As-Saff ayat 14.
Kedelapan: surat Al-Maidah ayat 111-115.
Kesembilan: surat Al-Maidah ayat 116-118.
Kesepuluh: surat An-Nisa ayat 157-158, dan ayat 171-172.
Dan ayat-ayat yang lainnya yang tak bisa untuk kusebutkan secara detail satu persatu. Selain kisah para nabi terdahulu, Qur’an juga mengisahkan sebuah fenomena alam yang tampak secara detail di mata kita seperti:
1. Navigasi langit, surat Al-An’am ayat 97.
2. Rasi bintang, surat Al-Buruj ayat 1.
3. Planet-planet, surat At-Takwir ayat 16.
Seluruh fenomena alam yang lainnya juga Allah sebutkan di dalam ayat-Nya. Kitab ini adalah kitab mukjizat yang tak bisa dipungkiri oleh mereka yang berakal sehat. Semuanya adalah bukti kebesaran Allah untuk para hambanya, bahwa umat islam adalah umat terakhir yang masih memiliki satu kitab murni, yang turun langsung dari langit melalui perantara Roh Kudus atau malaikat Jibril. Mereka yang memungkiri tak lain adalah mereka yang berakal binatang, bagaimana tidak? Kitab ini adalah kitab yang palng mudah difahami, tanpa harus ada Renovasi, Inovasi, ataupun Imajinasi. Semuanya murni ucapan Allah, tak ada satupun tangan yang mampu untuk merubahnya. Selain itu, kitab ini juga memiliki keajaiban yang tak pernah bisa difikirkan oleh naluri. Terdapat satu surat dalam kitab ini yang mampu membawa anda untuk berdialog dengan Allah secara langsung di saat anda membacanya dalam kondisi Shalat. Dialah surat Al-Fatihah. Nabi pernah bersabda yang artinya: “Apabila seorang dari kalian membaca ayat yang artinya “segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam” Allah akan berkata “hambaku telah memujiku” lalu apabila dia melanjutkan ayat selanjutnya yang artinya “Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang” Allah akan kembali berkata “hambaku mengulang kembali pujiannya untukku”



0 komentar:
Posting Komentar