Pagi yang indah di kota San Francisco, Amerika. Tampak sang surya menampakkan dirinya. Kicauan burung dan hangatnya sinar mentari pagi menjadi ikonik yang tak bisa terpisahkan dari indahnya pagi di kota ini. Mobil mobil tampak berlalu lalang memadati jembatan golden gate. Trotoar dan zebra cross kembali di penuhi para pekerja dan pelajar.
Pemandangan lazim di waktu pagi, bukan? Kecuali mungkin di hari liburan. Waktu silih berganti, sampai akhirnya datang senja menghias ufuk cakrawala. Semburat merah bercampur ungu memadati ufuk. Pertanda malam akan tiba. Sebentar! Alangkah indahnya jika kita merenung menatap langit malam nan indah dari tepi jembatan Golden Gate. Aku ingin bertanya padamu, pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri saat kagum melihat indahnya malam?
“Siapakah yang mengatur semesta ini?”
“Siapakah yang mengatur pergantian siang dan malam?”
“Apakah dunia ini tercipta begitu saja?”
“Atau disana ada yang mencipta segalanya,termasuk semesta?”
“Siapakah pencipta bintang Sirius Alpha Majos?”
“Siapakah pencipta langit tanpa tiang? Siapakah yang mengatur rotasi bintang sehingga bisa tampak cantik sedemikian rupa?”
Mungkin ini adalah salah satu dari sekian pertanyaan yang terbesit di benakmu kala mengamati indahnya jagat raya.
Mungkin dirimu akan terkesima melihat semuanya. Semilir angin mendamaikan pikiranmu dan mengalihkannya untuk bertanya: “Siapakah pencipta semesta ini? Adakah di sana ada yang mencipta?” Jawabnya: “Dialah Allah, Tuhan satu satunya yang mencipta dan mengatur semesta ini”. Dialah Maha Kuasa yang memberitahukan kepada hamba-Nya melalui Al Quran yang artinya:
“Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari” (Al Hadid: 4).
Sekarang otakmu akan kembli bertanya: “Kalau Allah ada, lalu di manakah Allah?” Jawabannya adalah di atas langit, bersemayam di atas ‘Arsy. Dipenggalan ayat selanjutnya Allah -ta’ala- melanjutkan firman-Nya:
“Lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy” (Al Hadid: 4)
Arsy adalah singgasana Allah yang maha kuasa. Singgasana yang dipikul oleh 8 malaikat. Allah berada di langit ke tujuh. Tempat di mana Allah mengatur urusan hambanya dan mengurus jagat raya. Tapi kamu mungkin masih ragu tentang keberadaan Allah lantaran di dalam relung hatimu masih terbesit ucapan bahwa semesta tercipta dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan Tuhan(?). Sebentar! Aku ingin mengajakmu berfikir sebentar! Jikalau suatu hari engkau berjalan lantas menemukan sebuah bongkahan kayu tak terbentuk yang mungkin jatuh dari pohon di tepi jalan. Apa yang kamu fikir? Spontan kamu akan menjawab “ah, mungkin itu dari pohon ini’’ lalu apa yang akan kamu fikir jika yang di hadapanmu saat itu adalah kursi kayu yang terbentuk dan tertata bentuknya sedemikian rupa? Apakah kamu akan mengucapkan bahwa itu ada dengan sendirinya. Tentunya tidak! Pastinya ada yang menciptakan kursi itu lantas meletakkannya di tengah jalan,bukan? Begitu halnya dengan dunia, jika dunia tercipta dengan sendirinya apakah bisa serapi, sedetail dan begitu tertata seperti ini? Tentunya mustahil, yakinilah di sana pasti ada pencipta satu satunya yang menciptakan segalanya,pastinya dialah Allah, tuhanku dan tuhanmu. Dia banyak berfirman dalam ayat sucinya,bahwa dialah pencipta satu satunya.firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat ke 24 yang artinya:
“Dialah Allah yang maha menciptakan,yang mengadakan[dari ketadaan] yang membentuk rupa,dia memiliki nama nama yang indah. Apa yang ada di langit dan di bumibertasbih kepada nya. Dan dialah yang Maha perkasa ,Mahabijaksana” (Al Hasyr: 24)
Allah juga berfirman di surat Fatir ayat 41. dia mengajak hamba-hamba-Nya untuk berfikir, Allah berfirman yang artinya:
“Sungguh Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap”(Fatir: 41).
itulah sebabnya, mereka yang menolak adanya tuhan pencipta, pasti akan terdiam memikirkan apa yang terjadi di jagat raya ini. Bagaimana bisa, matahari terbit dari timur secara teratur, bagaimana malam dan siang bisa datang silih berganti? Bagaimana bisa, angin menggerakkan awan? Mungkinkah jika itu semua terjadi dengan sendirinya? Tanpa campur tangan Allah? Jikalau alam semesta ini tercipta dengan sendirinya, pasti matahari akan berubah rubah tempat munculnya. Mungkin hari ini di barat, esok di selatan. Yah, seperti yang sebelumnya aku ibaratkan untukmu, apakah batang kayu yang belum di bentuk menjadi meja sama dengan meja yang di bentuk sedemikian rupa? Pastinya berbeda, bukan? Jika batang kayu di ibaratkan seperti dunia dalam imajinasimu yang tercipta dengan sendirinya, tentunya tak beraturan bentuknya, ada yang bercabang ke sana dan kesini. Sekarang kau anggap itu seperti dunia, pasti dunia ini carut marut. Mungkin ada kalanya matahari terbit dari timur, malam berjalan lebih lama dari siang,semisal 20 jam untuk malam dan 4 jam untuk siang. Jika dunia berjalan seperti itu,apakah engkau siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi secara sendirinya. Tapi bayangkan dengan dunia yang kita alami dan kita jalani saat ini. Ibarat meja kayu yang terbentuk dengan rapi dan tertata. Matahari mengorbit sesuai garis edarnya, malam datang silih berganti dengan siang, dan seterusnya. Allah kembali melanjutkan firmannya yang artinya
“Dialah menciptakan langit dan bumi dengan [ tujuan] yang benar” ( At Taghabun: 3 ).
Allah juga menyampaikan pada ayat yang lainnya di surat Al Hadid ayat 6 yang artinya
“Dia[Allah] memasukkan malam ke dalam siang, dan siang ke dalam malam, dan Dia [Allah] Maha mengetahui terhadap isi dada[hati] (Al Hadid: 6)
Apakah layak bagi kita untuk mendustakan keberadaan Allah melalui ayat ini. Siapakah yang mencipta langit sekarang ini? Allah kembali menjawab pertanyaan ini melalui ayat yang lain di surat Al Mulk ayat 3 yang artinya:
“Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis / bertingkat-tingkat” (Al Mulk: 3)
Dia juga yang menciptakan kamu dari ketiadaan menjadi ada. Bukankah kamu dulunya hanya setetes mani lalu Allah menjadikanmu manusia yang sempurna dan berparas rupawan? Allah terlebih dahulu menjelaskan 1400 tahun yang lalu sebelum manusia menemukan alat untuk membaca gerakan janin. Allah berfirman dalam surat Al Hajj yang artinya:
“wahai manusia! Jika kamu meragukan hari kebangkitan, maka sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak kami sampai waktu yang sudah di tentukan,kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian[ dengan berangsur angsur] kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang di wafatkan dan [ada pula] diantara kamu dikembalikankan sampai usia sangat tua [pikun],sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah di ketahuinya. Dan kanu lihat bumi ini kering, kemudian apabila kami telah turunkan air [hujan] di atasnya,hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan [tetumbuhan] yang indah”(Al Hajj:5)
Allah adalah tuhan satu satunya,dialah yang mencipta dan mengatur segalanya. Dialah yang menciptakanmu dari setetes sperma sebelum akhirnya berubah menjadi dirimu. Apakah kamu masih meragukan keberadaannya? Mahasuci Allah atas apa yang kamu dustakan, Allah mampu untuk memberi hidayah kepada siapa saja yang di kehendakinya. Semoga Allah memberikan hidayahnya kepadamu! Hai kawanku. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membuka hidayah melalui jalan apapun bagi hamba yang di kehendakinya. Semoga dirimu juga termasuk hai kawanku! Sekian dan terimakasih.wasiat terakhirku untukmu adalah, jangan sampai engkau disesatkan oleh kebodohanmu hingga engkau wafat! Ingatlah, semesta ini tercipta karena Allah! Berhati hatilah jika maut menjemputmu sementara engkau belum meyakini dan mengimani bahwa dialah satu satunya tuhan yang layak untuk disembah! Jangan sampai kesombongan membuatmu tertutup dari hidayah! Bukalah Al Quran dan bacalah semua isinya agar engkau lebih bisa mengenal siapakah dia, karena Al Quran adalah kalam Ilahi untuk mereka yang memiliki akal nurani.




0 komentar:
Posting Komentar