“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Berpegang kepada Sunnah

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan".

Amalan tergantung Niatnya

Hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Islam Akan Kembali Asing

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال َ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ قال : بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيباً فَطُوبىَ لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR Muslim)

Amalan Bid'ah Tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Islam Dibangun di Atas 5 Perkara

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Agama Adalah Nasehat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)

Kamis, 18 Januari 2024

Kesombongan membawa petaka


    

Malam bertabur bintang di atas langit kota Washington, Amerika Serikat. Seorang pemuda, sebut saja Ruben. Tengah menyusuri jalan seorang diri. Tanpa sengaja, ia menyenggol seseorang. Ruben mencoba untuk meminta maaf kepada orang tadi. Namun, orang tadi hanya menatapnya sinis dan mengabaikannya sembari mencaci-maki si Ruben. Lelaki itu benar-benar sombong, dan angkuh. Lantas, Ruben teringat oleh perkataan seorang ulama terkenal zaman dahulu. Hasan al-Bashri, itulah namanya.

Al-Bashri berkata: “orang sombong itu ibarat seperti orang yang berada di atas gunung, ia akan melihat yang ada di bawahnya kecil, begitu juga sebaliknya, mereka orang-orang yang berada di bawah juga melihatnya kecil”

Dari perkataan ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa mereka yang sombong dan selalu meremehkan manusia, juga akan terlihat rendah di mata orang sebagaimana ia merendahkan orang lain.

Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadits, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahuanhu bahwa Nabi pernah bersabda yang artinya.

tidak akan masuk syurga, orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sekecil biji sawi” seseorang lantas berucap: sesungguhnya seorang suka jika bajunya bagus dan sandalnya bagus,” rasulullah berkata: “ sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR.Tirmidzi)

Dari hadits ini, kita mampu mengambil banyak sekali faedah, di antaranya.

Pertama: keagungan dan kebesaran hanyalah milik Allah. Maka tak selayaknya bagi makhluk yang lemah ini untuk berbuat sombong. Kita sakit, sementara Allah tak pernah sakit. Kita lemah, sementara Allah Mahaperkasa atas segalanya.

Kedua: kesombongan adalah sebuah perbuatan yang mewajibkan bagi pelakunya untuk masuk neraka. Kesombongan juga yang membuat kecongkakan Fir’aun sehingga ia mengucapkan

akulah tuhan kalian yang paling tinggi

Kesombongan juga yang membuat Namrud berkata kepada Nabi-Nya Ibrahim

aku juga menghidupkan dan mematikan

Namun, akhir dari mereka semua adalah kebinasaan yang menyakitkan. Allah juga telah menyebutkan dalam banyak ayat-Nya, bahwa Dia membenci hamba-Nya yang melampaui batas dan menyombongkan diri.

Ketiga: bentuk perilaku yang mencerminkan kesombongan seseorang adalah;

Pertama: sombong dalam perbuatan di antaranya adalah: makan dan minum dengan tangan kiri, orang yang melihat orang lain melalui ujung matanya dengan niat meremehkan.

Kedua: sombong dalam berpakaian: orang yang memakai pakaian melebihi mata kakinya dengan niat sombong atupun tidak. Orang yang membeli mobil mewah dengan niatan untuk sombong. Dan berbagai jenis kesombongan yang di arahkan dalam bentuk materi dunia yang fana.

Ketiga: sombong dalam ucapan: orang yang memamerkan sebagian amalannya dengan niat menyombongkan diri, orang yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa dialh orang paling Alim dan paling faham dari yang lainnya.

Keempat: bentuk dari kesombongan yang lain adalah: tidak mau mengakui kesalahan apabila berbuat kesalahan, menolak nasehat yang diberikan orang lain, merendahkan suku, warna kulit dan merendahkan manusia disebabkan profesi mereka.

Keempat: tidak dari kesombongan, orang yang berpenampilan dengan penampilan indah, bahkan jika maksud dari mengenakan pakaian indah itu adalah menampakkan kenikmatan Allah maka itu adalah disunnahkan. Selama tidak membekas dalam diri pemakainya kesombongan ataupun merasa paling bagus dari yang lainnya.

Allahua’lam, sekian dan terimakasih


Islam yang sebenarnya

 

Malam menyingsing menutup indahnya kota. Sebuah pemberontakan besar-besaran tengah terjadi. Ribuan pria bersenjata mengepung istana raja. Mereka telah dicuci otak oleh seorang yang mengaku mengamalkan sunnah untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah.

TRAT!TAT!TAT!TAT!..DOR!DOR!DOR!

Baku tembak akhirnya tak terlewatkan. Ratusan tentara keamanan berhasil dibantai habis tanpa sisa. Mereka mengibarkan bendera jihad dengan penuh bahagia sembari membabi buta keluaraga sang Presiden. Presiden kala itu telah berhasil dilindungi oleh segenap tentara keamanan kerajaan. Sekarang, adalah tugas bagi agen negara itu untuk menyiasat siapakah sebenarnya otak dari pemberontakan ini. Setelah diusut dan pemimpin mereka berhasil diburu, barulah jawaban itu terbuka. Ternyata, apa alasan dia memberontak? Tak lain hanyalah karena kebodohan penguasa dalam mengadili para rakyatnya. Kezaliman penguasa inilah yang akhirnya menyulut emosinya. Sebelum akhirnya, dia menyeru khalayak ramai untuk mendeklarasikan jihad melawan penguasa sendiri. Sebuah fenomena yang selalu ada dalam hidup di negara demokrat. Seperti yang pernah kulihat di Amerika, Suriah dan sejenisnya beberapa tahun silam. Gerakan jihad yang satu ini memiliki dampak buruk bagi agama ini. Karena sejatinya, islam tak pernah mendeklarasikan yang demikian bagi seluruh pemeluknya. Mereka hanyalah tertipu dengan bisikan semu para iblis yang berbaju dan berpenampilan mirip seorang ahli ilmu. Mereka juga diiming-iming dengan janji syurga padahal mereka hanyalah mati konyol.

Allah menulis wajibnya taat kepada penguasa setelah taat terhadap Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman yang artinya:

taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu” (An-Nisaa’ : 59)

Tahukah kamu, apa hikmah disebutkannya taat kepada pemerintah setelah taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Jawabannya adalah agar kita hanya mentaati para pemerintah jika mereka melakukan sesuatu yang ma’ruf dan pernah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Islam yang sebenarnya tidaklah mengajarkan untuk demo dan aksi bom bunuh diri sebagai jihad menghadapi penguasa sendiri. Untuk menyikapi keragaman sifat penguasa, islam telah memberikan satu kunci yang harus dimiliki oleh seluruh pemeluknya, terlebih apabila mereka menghadapi penguasa yang berbuat semena-mena. Yaitu adalah kesabaran, mengapa islam mengajarkan demikian?

Karena dengan kesabaran itu akan muncul sebuah kebaikan. Nabi mengajarkan kepada kita yang demikian, maka selayaknya bagi kita untuk mengikuti perintahnya. Karena, jika kita mematuhi dan bersabar atas kesemena-menaan mereka, itu akan membawa kepada kebaikan bahkan hidayah baginya secara tak langsung.

Tapi sebaliknya, jika kita hanya bisa mendemo pemerintah, apa yang akan semakin terfikir di benak pemerintah? Ternyata umat islam begini dan begitu. Yang akhirnya membuat pandangan mereka tentang islam hanyalah mereka yang gemar membuat kericuhan di saat keamanan dan kedamaian. Dan bagimu juga, wahai para pemimpin, bersikaplah adil terhadap rakyatmu! Demo dan kudeta tak akan pernah ada jika kamu dan rakyatmu tidak pernah terjadi gesekan. Kamu hanya berdiam menghadapi mereka yang telah mengkorupsi uang negara sebesar ratusan juta, tapi dengan seorang miskin, yang dia tak memiliki makanan sehingga dengan terpaksa ia mencuri sebiji singkong, lalu engkau menangkapnya dan memberinya sanksi berupa penjara seumur hidup atau denda ratusan milyar.

Apakah layak disebut penguasa, orang yang melindungi sebagian rakyatnya karena uang? Apakah layak disebut penguasa, orang yang memberi keadilan hanya kepada mereka yang mampu menyogok saja? Bukankah penguasa itu adalah mereka yang adil dan menyayangi seluruh rakyatnya tanpa harus membeda-bedakannya satu sama lain.

Ingatlah akhir yang hina bagi mereka yang telah berbuat semena-mena. Allah menjadikan kematian mereka beraneka ragam. Sebut saja Namrud, bagaimana Allah mempermalukannya dengan seekor nyamuk yang mampu merenggut nyawanya. Bagaimana dengan fir’aun yang berakhir tragis dengan tenggelam di laut merah?

Lebih kuat manakah antara kamu dengan mereka berdua, lantas siapakah yang mempermalukan keduanya dengan kebinasaan? Ingatlah, di sana masih ada Raja di atas para Raja, dialah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kamu bukanlah orang yang layak untuk menerima uang dari rakyatmu untuk dirimu, tapi rakyatmulah yang berhak untuk menerima uang darimu sebagai kebutuhan mereka. Betapa banyak disana, mereka yang kekurangan sandang dan pangan. Maka, jika yang kamu prioritaskan adalah kemewahan untuk bersaing dengan yang lainnya. Ingatlah! Hartamu tak akan kekal menemanimu. Karena sejatinya, kamu sekarang sedang berada di dalam jebakan yang entah akan membawamu ke syurga ataupun ke neraka-Nya. Allah telah memberimu ultimatum wahai pemerintah yang kejam! Allah berfirman yang artinya:

Dan janganlah kamu sesekali mengira wahai Muhammad, bahwa Allah lalai dari apa yang telah diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Dia memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu, mata mereka terbelak”(Ibrahim: 42)

begitu juga dengan para rakyat. Tak selayaknya bagimu untuk menghina dan merendahkan para penguasa baik melalui ucapan ataupun perbuatan. Karena semuanya itu akan dipertanggung jawabkan oleh dirimu kelak. Nabi pernah memberi kepadamu wasiatnya yang agung. Nabi bersabda yang artinya:

barangsiapa mendapati sesuatu yang tak disukai dari pemerintahnya, hendaklah ia bersabar”(HR. Bukhari)

karena bisa jadi, penguasamu yang mungkin begitu banyak usaha untuk memakmurkan rakyatnya. Tapi lantas mengapa, satu kejelekan pemerintah lebih mudah untuk kamu sebar luaskan daripada kebaikannya. Kamu adalah rakyat, tak sepantasnya kamu menghina sendiri pemerintahmu karena mungkin kesalahan yang pernah dibuatnya. Janganlah menjadi pemberontak negara lantaran karena kesalahan sepele yang dilakukan oleh pemerintahmu secara tak sengaja. Karena memang tabiat manusia, lebih suka mengingat keburukan orang daripada mengingat kebaikannya. Jika kamu ingin menegakkan keadilan terhadap pemerintahmu, maka ajaklah dia untuk berbicara empat mata denganmu. Bukankah kamu bisa memetik pelajaran dari wasiat yang Allah berikan kepada musa dan harun sebelum menghadap ke fir’aun yang kejam. Allah berfirman yang artinya:

pergilah kamu berdua kepada fir’aun, karena sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka katakanlah kepadanya ucapan yang lembut agar dia mengingat ataupun khawatir”(taha: 44 )

Dengan nabi-Nya saja, Allah tak memerintahkan agar langsung mencela fir’aun di hadapanya secara terang-terangan, melainkan memberinya nasehat dengan lembut.

Lantas mengapa kita justru terkadang malah berbuat sebaliknya?

Apakah kita lebih faham tentang sesuatu daripada Allah dan Rasul-Nya sehingga kita berbangga dan seolah lebih faham dan mengetahui segalanya. Jika seandainya penguasa melakukan kesalahan, maka jika kamu tak memiliki kekuatan, maka cukup bagimu untuk mengingkarinya dengan hatimu dan perbuatanmu tanpa harus mengikuti kesalahan yang diperbuatnya. Tapi jika kamu mampu untuk memberinya nasehat secara tatap muka, maka nasehatilah dia dengan baik dan penuh hikmah.

Tidak perlu kamu menyerukan kepada khalayak ramai untuk melakukan demo. Karena sejatinya, para da’i yang menyerukan jihad untuk memberontak kepada pemerintah tak lain hanyalah para da’i abal-abal yang tak memiliki kecerdasan sedikitpun. Maka wasiatku untuk para pemeluk islam di seluruh dunia, bersabarlah dengan penguasamu, dan jauhilah para iblis berkedok ulama yang menyerukan kepada pemberontakan terhadap pemerintah dengan iming-iming syahid.

Karena Rasul pernah bersabda yang artinya:

karena tidak ada seorang pun yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin meski hanya sejengkal, kemudian ia mati,kecuali ia mati dalam keadaan mati jahiliyyah”

begitu juga dengan ucapan Ibnu Taimiyah yang artinya:

Barangkali hampir tidak diketahui, ada sekelompok orang yang melakukan kudeta terhadap pemimpin, melainkan dalam kudeta tersebut terdapat kerusakan yang lebih besar daripada kerusakan yang dihilangkan”

faedah yang dapat kita ambil adalah, bahwa ketaatan terhadap pemerintah muslim meskipun semena-mena adalah prinsip utama yang islam ajarkan.

Meski sayangnya, banyak dari para pemuda yang karena dorongan semangat semata, mereka melakukan pemberontakan dengan dalih jihad ataupun sejenisnya, sehingga negerinya dilanda dengan konflik yang berkepanjangan. Semoga Allah membimbing seluruh umat islam menuju ke jalan yang sebenarnya. Karena islam sejatinya adalah agama yang diturunkan dari sisi Allah untuk Nabi dan Rasul-Nya sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia. Sekian dan terimakasih

Motivasi Hijrah

 

Malam ini, hujan menyisir lembut wilayah perkotaan. Dengan hiasan lembut suara gerimis yang turun dari atas atap rumahmu. Aroma secangkir teh sedikit menenangkan pikiranmu. Pandanganmu terarah ke hiruk-pikuk warga kota. Remang-remang lampu bagaikan manik-manik putih yang terlepas dari benangnya. Kini, dirimu tengah merenung penuh kesedihan atas keputusanmu dalam memeluk islam yang tak disukai oleh keluargamu. Perlahan-lahan, angin dingin menusuk tulangmu. Kamu bersedih, karena semua orang mencaci maki dirimu atas hijrahmu. Kamu merasa, Allah telah meninggalkanmu setelah hijrahmu.

Tapi, apakah semua yang dirimu pikirkan itu benar? Selamanya tidak wahai kawanku. Allah tak pernah melupakan para hambanya yang kembali padanya. Bayangkan, hidayah dari Allah yang membuatmu berhijrah adalah bukti cinta Allah kepadamu.

Lalu, apakah Allah akan meninggalkanmu begitu saja setelah Dia mencintaimu? Jangan terlalu berburuk sangka kepada Allah wahai saudaraku! Kamu merasa sakit atas cercaan mereka.

Ketahuilah wahai saudaraku, di bumi ini, banyak perkataan manusia yang menyesatkanmu dari kebaikan. Namanya juga manusia. Ingin sesempurna apapun dirimu, mereka juga akan memandangmu kurang.

Memangnya, kamu tidak pernah sadar, SangPencipta juga mendapat cercaan dari para hambanya. Bayangkan betapa hinanya mereka yang menyematkan ejekan dengan anggapan itu adalah pujian. Tuhan memiliki anak? Apakah itu masuk logika? Tuhan miskin, layakkah seperti itu?

Lihatlah, Allah saja mendapat ejekan dari hambanya. Yang lebih mulia saja harus mendapat ejekan, lalu mengapa engkau yang bukan apa-apa ini takut untuk dicerca? Lantas mengapa engkau sakit hati saat mereka mencerca keislamanmu. Apakah ejekan mereka akan mengubah takdir hidupmu sesaat? Apakah takdirmu menuju surga ada di tangan mereka yang mencercamu? Kebenaran tetaplah kebenaran. Yakinlah, agama Islam adalah agama yang terbaik dari sekian agama yang mungkin pernah kamu anut.

Tak perlu kamu menangis sedih. Karena sejatinya, kamu tidaklah sendiri. Di sisimu, ada yang Mahamendengar dan Mahamelihat. Dialah yang pernah menjanjikan kepada Musa dan Harun sebelum mereka mendakwahi Fir’aun dan kaumnya. Bayangkan, Fir’aun yang selama ini telah mengasuhnya, kini harus berubah menjadi musuh besarnya. Bahkan, ia juga diancam oleh Fir’aun akan dibunuh. Lalu apa pelipur yang Allah berikan atas keduanya? Renungi firman suci ini, hatimu akan tentram di atas jalan hijrah. Allah berfirman yang artinya:

Dia Allah berfirman, ‘janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.’” (Taha: 46)

Hijrah adalah sesuatu yang memberatkanmu. Karena hijrah adalah kamu meninggalkan rutinitas yang sering kamu lakukan menuju ke rutinitas yang dicintai Allah. Mungkin sebelumnya, kamu menyembah patung, tapi sekarang kamu menyembah Allah semata. Mungkin dahulu, kamu gemar mempertontonkan auratmu, tapi sekarang, kamu sudah berhijab dan menjaga kesucian dirimu. Itulah yang dinamakan hijrah.

Tak selamanya, hijrah adalah meninggalkan negeri kelahiranmu yang mungkin akan menyulitkanmu untuk konsisten dengan hijrahmu, menuju ke negeri yang mungkin akan mempermudahmu untuk fokus dalam hijrahmu. Hijrah yang Rasul ajarkan adalah meninggalkan apa-apa yang Allah larang atasmu. Rasul bersabda yang artinya:

dan orang yang berhijrah adalah, mereka yang berhijrah dari apa yang Allah larang atas mereka”

untuk mempersingkat, sekarang adalah waktu untuk diriku menjelaskan kepadamu poin-poin yang harus kamu lakukan untukmu agar konsisten dalam hijrah.

Pertama: Niatkanlah bahwa engkau hijrah semata karena Allah saja. Yakinlah! Islam adalah agama yang terbaik untukmu!.

Niscaya itu akan berbuah pahala yang besar untukmu. Janganlah kamu berhijrah karena kepentingan duniawi, karena itu tak akan membuahkan bagimu pahala sedikitpun. Semisal kamu berhijrah dari merokok karena paru-parumu menghitam. Kamu berjilbab karena tidak enakan dengan temanmu. Jika kamu melakukan semuanya karena dunia, kamu tak akan mendapat pahala sama sekali. Karena hijrah yang sebenarnya dan berbuah pahala adalah saat kamu mengikhlaskan niat hijrahmu untuk menggapai ridha-nya. Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang telah menjelaskan semuanya, dari hal remeh seperti buang air, sampai ke lingkup pemerintahan, semuanya terdapat tuntunannya dalam islam. Karena tidak ada agama yang sempurna seratus persen di muka bumi ini, kecuali agama islam.

Inilah agama yang dianut oleh para nabi sebelumnya. Seperti Nabi Daud, Ismail, Sulaiman, Yahya, Nuh, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, dan seluruh para nabi. Karena islam menyeru kepada penyembahan tuhan yang satu dan berhak untuk disembah, Allah. Dan meninggalkan peribadahan kepada selainnya secara mutlak dan keseluruhan. Kamu tak sekedar mengucap syahadat saja, selain itu juga kamu harus yakin dengan hatimu, dan mengamalakan apa yang kamu ucapkan dengan perbuatan anggota badanmu. Itulah keislaman yang sebenarnya. Jadikan hijrahmu sebagai jalanmu untuk belajar mendalami agama, setelah kamu meniatkannya agar mendapat ridha dan surga-Nya.

Kamu mungkin bertanya, bukankah Allah telah menakdirkan diriku sebagai Non-Muslim, lalu apa gunanya aku berhijrah menuju islam? Bukankah ini melawan takdir tuhan?

Jawabannya adalah tidak. Ketetapan Allah juga bisa berganti untukmu. Yang kamu lakukan hanyalah perantara untuk mendapat sebab, yaitu masuk syurga. Keislamanmu juga telah ditakdirkan oleh Allah, maka bersyukurlah jika Allah masih memberimu jalan hidayah. Bukannya malah duduk berpangku tangan, bukannya malah pasrah dengan takdir kawan!

Usahamu menuju surga-Nya, akan tercapai jika kamu berhasil menggapai rahmat-Nya. Karena kita masuk surga bukan karena amal kita semata. Kita masuk surga juga dikarenakan rahmat-Nya yang amat luas untuk seluruh hamba-Nya yang beriman.

Kedua: Perbanyaklah doamu dan kuatkan tekadmu.

Ingatlah, hanya Allah yang mendengar semua permintaan dan keluhan hatimu. Kamu tak perlu menangis, karena kamu memiliki tuhan yang mampu untuk memasukkan kebahagiaan dalam kesedihanmu. Dialah tuhan yang akan selalu menyertaimu. Angkatlah tanganmu dan keluarkan seluruh isi hatimu kepadanya. Tak perlu kamu mengucapkan seluruh isi hatimu dalam satu bahasa, yaitu bahasa Arab. Karena Allah juga akan menanyaimu di hari kiamat nanti secara langsung tanpa harus ada penerjemah yang menyertai-Nya.

Dia maha mampu atas segalanya. Walaupun kamu menyerunya dengan bahasa Amerika, Inggris, Spanyol, Poland, Nigeria, Hindia, dan Korea sekalipun. Tapi alangkah baiknya jika kamu menyerunya dengan doa yang diajarkan oleh Nabimu. Bukankah begitu?

Kuatkan juga kesabaranmu, jangan sampai nafsu mengalahkan tekadmu. Ingat, di sana ada surga yang telah dijanjikan untuk mereka yang beriman. Allah berfirman yang artinya:

Para malaikat berkata ‘salam kesejahteraan atas kesabaranmu.” maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu” (Ar-Ra’d: 24)

kesabaran adalah kunci sebuah konsisten. Dan kesabaran itu tak akan pernah ada dalam diri mereka yang sering mengeluhkan kesusahannya kepada manusia. Cukuplah Allah, tempat untuk kita mengadu. Maka, bersabarlah dan yakinilah, dibalik ketaatanmu dalam beragama islam, itu akan membuahkan pahala surga buatmu, insyaallah.

Karena, yakin ataupun tidak, Allah pasti akan mengujimu saat engkau berhijrah menuju ke jalannya. Engkau akan menderita dan merasa tersakiti. Bagaimana tidak, kamu yang sebelumnya melakukan apa yang Allah haramkan, kini harus berubah menjalani apa yang Allah wajibkan dan meninggalkan kebiasaan haram dan dibenci oleh Allah yang biasanya engkau lakukan. Semuanya tak lain karena Allah ingin menguji sebesar apakah dan sekuat apakah niatmu untuk meniti jalan menuju keridhaan-Nya. Ingatlah, ada pahala yang telah Allah siapkan untukmu. Allah berfirman yang artinya:

Dan sungguh, kami benar-benar akan menguji kamu sehingga kami mengetehaui orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan kami uji perihal kamu” (Muhammad: 31)

Yakinlah! Allah pasti akn mengujimu di jalan hijrahmu, apalagi saat pertama kalinya kamu melangkah. Kamu harus siap untuk itu! Allah mengujimu tentang kesungguhanmu. Sampai akhirnya, setelah kesulitan yang engkau alami akan berubah menjadi kemudahan dan kebahagiaan yang tersendiri buatmu. Yakinlah! Allah senantiasa ada untukmu.

Ketiga: Lupakan masa lalumu dan berubahlah ke kehidupan baru yang lebih cerah dari sebelumnya.

Beralihlah kepada kehidupan barumu. Mungkin kamu memiliki teman yang dulu adalah partner hidupmu. Tapi setelah kamu berhijrah, kamu mungkin harus siap melupakan mereka dan berganti kawan yang mungkin akan membantumu menuju hijrahmu. Karena hijrah tak akan berhasil jika kamu tak melakukan perubahan yang membuatmu terlihat berbeda dari sebelumnya.

Apa gunanya, kamu mengaku hijrah, tapi jika kamu masih hidup dengan kondisi dan teman yang sama? Hijrah adalah, kamu meninggalkan semua masa lalumu yang suram dari cahaya Allah, menuju ke kehidupan baru yang berbeda dan penuh dengan ridha-Nya.

Mungkin, jika kamu adalah warga dari negara yang sulit bagimu untuk melakukan ritual keislamanmu, kamu bisa berpindah ke negeri yang mungkin lebih mempermudahmu untuk melakukan ritual keislaman. Mungkin, temanmu dan kondisi lingkunganmu sekarang akan mempersulit perjalanan hijrahmu, kamu bisa mengambil solusi untuk berpindah ke tempat dan lingkungan yang akan mempermudahmu untuk konsisten dengan hijrahmu. Bumi Allah ini itu luas. Jika seandainya kamu memiliki kemampuan dan tekad, pasti Allah akan mempermudahmu melalui berbagai caranya yang mungkin tak pernah kamu sangka.

Kamu harus melupakan teman masa lalumu yang suram! Lantas mulailah untuk mencari teman ataupun pendamping yang akan menunjukimu jalan menuju surga-Nya. Itulah yang terbaik buatmu.

Keempat: jangan sampai salah memilih jalan.

Seperti yang kamu ketahui sekarang ini, islam terpecah menjadi beberapa sekte yang kebanyakan menyimpang. Kamu jangan sampai tertipu oleh bisikan setan yang akan lebih menyesatkanmu. Ketahuilah, betapa banyak umat islam sekarang ini yang mengadakan sesuatu perkara dari agama yang tak pernah ada tuntunannya dari Nabi. Mereka berlebihan dalam memuji Nabi dan sejenisnya dari amalan-amalan yang tidak pernah Nabi ajarkan sebelumnya.

Maka, ambillah kunci keberhasilan ini, yaitu, engkau mengikuti jalan Allah dan Rasulnya. Selama yang kamu pelajari itu dari apa yang Allah perintahkan dan apa yang Nabi-Nya perintahkan juga, maka lakukanlah. Kunci hijrahmua adalah Al-Qur’an, dan As-Sunnah. Jangan sampai kamu terpedaya dengan sesuatu ajaran yang menyeleweng, tapi terlihat baik. Ingat, selama orang yang kamu belajar kepadanya itu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ikutlah dia dan ambil keberkahan ilmu darinya.

Sebaliknya, jika kamu mendapati sesuatu yang tidak pernah ada ajarannya dari Nabi, maka tinggalkan dan buang sejauh-jauhnya. Ingatlah, musuh bebuyutanmu tak akan pernah tidur meninggalkanmu setelah engkau mendapat hidayah-Nya. Dia adalah iblis yang semoga Allah melaknatnya. Iblis akan mencari jalan untuk menyesatkanmu dengan jalur syubhat. Karena itu, jangan sampai kamu terjerumus dalam perkara syubhat, apalagi bid’ah. Syubhat adalah perkara yang meragukan dan bid’ah adalah perkara agama yang baru atau dibuat-buat. Nabi pernah bersabada yang artinya:

siapa yang melakukan amalan yang tak pernah ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak”

Ingatlah! Jangan sampai kamu tersesat sesudah hijrahmu. Ikutilah jalan Allah dan Rasul-Nya serta jalan para shabatnya. Jangan kamu ikuti para ulama sesat yang hanya menggemborkan bahwa jika dia adalah keturunan Nabi yang patut untuk diikuti. Karena sejatinya kebahagiaan bukan karena mengikuti keturunan Nabi, tapi melakukan apa yang Nabi ajarkan, itulah kebahagiaan. Walau dia keturunan Nabi, tapi dia melakukan apa yang tak pernah Nabi ajarkan, maka jangan kamu ikuti sekalipun.

Karena, jika kamu telah menjadi ahli Bid’ah, kamu akan sulit untuk menerima kebenaran, karena kamu akan menganggap semua yang kamu ajarkan itu benar, tanpa harus mempertimbangkan apakah amalan ini diajarkan oleh Nabi atau tidak. Jalan yang sebenarnya adalah jalannya para salafusshaleh dan ahlussunnahwaljama’ah, itulah kemurnian yang sebenarnya dari agama ini.

Semoga Allah mempermudah jalan hijrahmu wahai kawanku, semoga kamu selalu konsisten dengan keislaman dan ketaatanmu pada-nya. Sekian dan terimakasih.


Rahasia senyuman


Pagi itu, aku dan sebagian temanku akan menyelesaikan ujian terakhir sebelum penutupan, yaitu ujian Matematika. Aku dan temanku yang kebetulan satu ruangan, segera bergegas menuju ke ruang ujian. Waktu kurang sepuluh menit lagi untuk ujian. Aku berniat datang lebih awal supaya waktuku sedikit lebih lama untuk mengerjakan soal. Perasaanku lega saat melihat ruang ujian yang lainnya masih belum tertutup. Saat aku berjalan menuju ke ruang ujianku, perasaanku agak ganjil. Ternyata, ruang ujianku sudah tertutup rapat. Saat kami masuk, ternyata aku mendapati temanku juga sedang berdiri di depan. Tak ada jalan lain, kami juga ikut berdiri di depan. Mataku tersorot ke arah pengawas ruang ujian itu yang sangat sinis. Apa salahku? Aku juga tidak terlambat, bukan? Itulah sebagian pertanyaan dongkol yang keluar dari benakku. Ia hanya membiarkan kami di depan selama kurang lebih lima belas menit. Aku semakin dongkol, berkali-kali aku menghembuskan nafas kesal melihat ulah sok dingin dan sok mengerikan dari penjaga ruangan satu ini.

Namun, emosiku sedikit reda saat melihat sebuah senyuman dari kakak kelasku yang duduk menghadap kearah kami. Ia berbisik pelan ke arah kami “sabar!! memang begitu si pengawas satu ini” aku sedikit merasa reda saat ia tersenyum ke arah kami, dia juga sepertinya merasa dongkol melihat kelakuhan pengawas satu ini. Sampai akhirnya, kami harus berdiri selama lima belas menit full tanpa henti.

Melalui dari kisah di atas. Ada sesuatu yang bisa kita petik. Senyum ramah mampu menarik simpati orang, tapi jika sebaliknya, sifat sinis dan angkuh akan semakin mudah menarik emosi orang yang melihatnya. Karena orang lebih suka dengan orang yang ramah dan mudah senyum, ketimbang orang yang angkuh dan tak pernah senyum. Lalu apa rahasia di balik senyuman ini?

Meski mudah untuk dilakukan, namun betapa banyak orang yang tak melakukan demikian. Yang kaya hanya mau tersenyum dengan yang sepantaran. Itulah pandangan yang lazim kita dapati seperti di kota-kota besar, contohnya, New York, Boston, Moskow, London, Paris, dan bahkan di sebagian besar negeri islam sendiri. Padahal senyum adalah aktivitas ringan yang sering dilakukan oleh manusia mulia.

Seperti Nabi sekaligus Raja, Sulaiman, saat ia melihat segerombolan semut tengah bergegas masuk menuju rumah mereka sebelum bala tentara sulaiman melintasi tempat itu. Allah berfirman menceritakan kisah Nabi sulaiman tersebut dalam surat An-Naml yang artinya:

Maka dia tersenyum dengan tertawa mendengar perkataaan semut itu.” (An-Naml: 19)

senyum adalah hal remeh yang memiliki nilai besar di mata setiap orang yang melihatnya. Senyumanmu di hadapan saudaramu mampu memberikan kesan bahwa engkau adalah orang baik. Sebaliknya jika kamu menampakkan sikap angkuh dan sombongmu, orang juga akan menilaimu singkat jika kamu orang sombong nan angkuh. Senyuman yang ramah, itulah yang seharusnya dimiliki oleh para pendakwah setelah ilmu dan akhlak mulia yang mereka miliki. Karena jika yang tampak di wajah mereka hanya kesombongan, walau mereka membawa ilmu seberharga apapun, orang-orang juga mesti bakal menjauh dari mereka dengan alasan dia tidak ramah.

Begitu juga dengan apa yang terjadi di lingkungan belajar. Herannya, sebagian guru akan lebih mampu untuk tersenyum dan akrab di hadapan mereka yang membayar uang bulanan saja. Sementara dengan mereka yang kekurangan dan terbelakang, senyuman itu terkadang juga sirna dan terhambat.

Pertanyaan, apakah jaminan kesuksesan hanya diperuntukkan untuk mereka yang membayar uang bulanan? Sehingga senyuman dan perhatianmu hanya kamu curahkan kepada mereka saja.

Nabi tak pernah mengajarkan kita tersenyum hanya kepada mereka yang kaya saja. Karena senyum ini sejatinya adalah sedekah, bukan sesuatu yang remeh. Nabi pernah bersabda yang artinya:

jangan sekali-kali meremehkan perbuatan baik sedikitpun, walau hanya menjumpai saudaramu dengan wajah tersenyum” (HR. Muslim)

mudah bukan? Kamu tak perlu menyodorkan ratusan dollar untuk sedekah. Cukup dengan senyuman, itu juga sudah bisa dianggap sedekah. Tapi ingat, jangan jadikan senyumanmu hanya kepada wanita saja. Ini justru salah dan mampu membuatmu terkena fitnah.

Selain itu juga, tak sepantasnya bagi kita untuk meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena dalam Islam, itu akan mendapat balasan yang setimpal juga di hari kiamat. Hanya dengan tersenyum, itu sudah bisa menjadi pahala sedekah bagimu. Mudah sekali, bukan? Kamu tak perlu untuk datang ke panti asuhan jika ingin bersedekah padahal kamu tak memiliki uang. Cukup dengan senyummu di hadapan saudaramu sesama muslim.

Apa manfaat di balik senyuman?

Jawabannya adalah. Saat tersenyum, otak kita akan mengeluarkan zat seretonin yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga orang yang mudah senyum akan lebih sehat dibanding yang tidak senyum.

Riset mengatakan, senyuman yang diinstruksikan akan mendapat manfaat psikologis yang sama dengan mereka yang benar tersenyum. Karena dengan senyuman, seseorang dapat menjadi lebih sehat dan bahagia betulan. Selain itu, manfaat di balik senyuman adalah mampu menambah umur. Nabi pernah bersabda yang artinya:

Sesungguhnya barang siapa dikaruniai sifat lembut maka ia telah diberi bagian dunia dan akherat. Silaturrahmi dan berakhlak baik dan berbuat baik kepada tetangga akan memakmurkan dunia dan menambah usia” (HR. Ahmad)

Ibnul mubarrak mendeskripsikan akhlak baik dengan:

wajah berseri, melakukan hal baik serta tidak menyakiti orang lain,”

Kata Beliau, menyuguhkan banyak senyuman lebih baik ketimbang banyak tertawa. Karena Nabi sendiri pernah memberi dampak banyak tertawa, yang artinya:

sedikitlah tertawa! Karena banyak tertawa mampu mematikan hati,” (HR. tirmidzi)

karena semakin banyak orang tertawa, itu akan menghilangkan kewibawaan mereka. Oleh karenanya, pilihlah senyuman dan kurangi tertawa. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

Senjata tak kasat mata seorang muslim

 

Malam itu, tentara Mujahiddin Afghanistan tengah menghadapi gempuran maut tentara sekutu . Korban berjatuhan dari kedua kubu. Brondongan peluru bersahutan membuat suasana menjadi mencekam.

TRAT!TAT!TAT!TAT!..TAT!TAT!..TAT!

Abu muslim, sebut saja begitu, pemimpin muslimin itu tengah sibuk memanjatkan doa sembari memantau pertempuran dari atas bukit. Tentara Mujahidin kala itu berhasil di himpit sekutu lewat tank-tank Chalenger1 milik Sekutu, setelah serangan demi serangan yang tumpul dari mujahiddin sendiri. Turunlah Abu muslim mengomandoi pertempuran, sembari komat-kamit mengucapkan doa, ia menembaki pasukan Sekutu dengan senjata sniper miliknya penuh optimis bahwa Allah pasti menurunkan pertolongan-Nya. Keajaiban akhirnya terjadi. Mujahiddin yang kala itu telah menipis, kini tampak berlipat ganda di mata Sekutu. Mental lawan yang tadinya menggebu, kini berubah menjadi abu.

DOR!DOR!

Sebuah tembakan menyasar tepat di kepala Jendral Belgrano, setelah duel maut antara Sekutu melawan Mujahiddin yang jumlahnya hanya ratusan. Sekutu mengakhiri pertempuran dengan kekalahan telak yang memaksa mereka angkat kaki dari Afghanistan.

Ratusan tentara sekutu berhasil ditawan oleh para Mujahiddin. Abu Muslim mencoba menginterogasi salah satu dari tawanan itu dengan mengatakan apa yang terjadi dengan pasukan Amerika? Mengapa mereka mundur seketika, padahal jumlah mereka seratus kali lipat lebih besar ketimbang jumlah Mujahiddin sendiri? Tentara itu menjawab bahwa mereka melihat tentara Mujahiddin itu telah memenuhi gunung. Melebihi jumlah mereka berlipat ganda. Takjublah Abu Muslim dengan jawaban itu. Melalui doanya itu, pertolongan Allah yang tak kasat mata akhirnya turun. Itulah segelintir kisah dari rendetan keajaiban doa yang selalu ada.

Doa adalah senjata seorang Muslim untuk menghadapi masalahnya. Doa adalah ibadah yang banyak sekali orang-orang meremehkannya. Padahal doa adalah sumber sebuah keajaiban yang jarang diketahui mereka yang beriman. Doa sendiri terbagi menjadi dua:

Pertama, doa yang bersifat Ibadah, yang apabila seorang melakukannya, maka hatinya akan dipenuhi dengan penghambaan kepada Allah semata. Jika Doa ini dipersembahkan kepada selain Allah, maka itu akan membuat pelakunya kufur, keluar dari Islam.

Kedua: doa yang bersifat permintaan untuk merealisasikan sesuatu atau manfaat serta permohonan agar terhindar dari bahaya. Karena sejatinya, manusia membutuhkan Allah. Label kesombongan akan melekat dalam dirimu jika kamu menjadi hambanya yang tak pernah menengadahkan tangan untuk mencurahkan seluruh keinginanmu kepada-Nya.

Setelah kita tahu doa terbagi menjadi dua, sekarang adalah waktu untuk kita mengetahui lima syarat agar doa yang kita panjatkan terkabul.

Pertama: Ikhlas dalam berdoa kepada Allah. Yakni dengan menggantungkan hatinya kepada Allah saat berdoa. Allah berfirman yang artinya:

maka ibadahilah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tak menyukainya”(Ghafir: 14)

Kedua: mengikuti tuntunan dari Rasulullah, berdoalah dengan doa yang telah Nabi ajarkan. Dan jauhi dari ucapan-ucapan orang yang menyesatkanmu. Semisal ada orang yang mengatakan bahwa, doa hanya akan terkabul pada malam tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu, sementara Rasulullah tak pernah berucap demikian. Rasulullah bersabda yang artinya:

barangsiapa beramal dengan amalan yang tidak berdasarkan pada ucapan kami, maka amalannya tertolak” (HR. bukhari dan Muslim)

Ketiga: Kamu harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doamu. Yakinlah! Allah pasti akan mengabulkan seluruh permintaanmu. Berdoalah semoga Allah memberimu kesejahteraan dalam menjalani agamamu di negeri yang mungkin mayoritasnya adalah Non-Muslim. Berdoalah! Allah tak akan pernah menyia-nyiakan doamu. Rasulullah pernah bersabda yang artinya:

Tangan Allah senantiasa penuh, tidak akan kurang karena suatu pemberian. Dia senantiasa memberi siang dan malam. Tidaklah kalian melihat apa yang Dia berikan semenjak penciptaan langit dan bumi. Sesungguhnya apa yang ada di tangan-Nya tak akan pernah berkurang”(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka yakinlah bahwa pemberian Allah di setiap doamu pasti ada.

Doa yang engkau panjatkan di dunia ini terkadang menjadi tiga hal. Pertama, Allah akan memberimu lebih baik dari apa yang kau minta. Kedua, Allah akan menyimpannya untukmu di surga nanti. Ketiga: mungkin doa itu akan menjadi sebab tertolaknya musibah yang seharusnya menimpa dirimu. Maka, yakinlah bahwa Allah selalu mengabulkan doamu atau jika seandainya tidak, maka bagimu pahala yang besar.

Keempat: hadirkan hati dan khusyu’. Allah akan berpaling darimu jika hatimu juga berpaling dari-Nya saat engkau berdoa. Semisal, engkau berdoa sementara yang ada di dalam hatimu adalah perkara dunia yang membuatmu tak fokus dengan doamu.

Kelima: berdoalah dengan nada pasti. Janganlah kamu berdoa dengan nada menggantung. Seperti “ ya Allah, kalau engkau berkehendak, berilah aku!” karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang memberatkan bagi-Nya apabila Dia mengabulkan doa hamba-Nya.

Lalu apakah yang seharusnya kita minta dengan sangat di waktu berdoa siang dan malam?

1. Agar hamba selalu memohon kepada Allah agar Allah senantiasa memberinya petunjuk di jalan yang lurus. Itulah mengapa, Allah menurunkan sebuah firman-Nya yang selalu umat islam baca saat mereka melaksanakan shalat, yang artinya

tunjukilah kami jalanmu yang lurus, jalan orang-orang yang engkau berikan nikmatmu kepada mereka, bukan jalan mereka yang engkau benci (Yahudi) dan bukan dari mereka yang tersesat (Nasrani)” (Al-Fatihah: 6-7)

2. Agar hamba memohon supaya Allah mengampuni dosanya. Allah membuka rahmat-Nya bagi seluruh hamba-Nya yang ingin kembali dan bertaubat kepada-Nya. Walau dosamu sebanyak buih di lautan, Allah akan tetap mampu untuk mengampuninya. Allah mahamulia lagi pemurah.

3. Agar hamba memohon kepada-Nya syurga dan meminta perlindungan dari neraka. Karena barangsiapa yang dia dijauhkan Allah dari neraka dan dimasukkan surga-Nya, maka sungguh ia telah menjadi hamba yang beruntung. Nabi pernah bersabda yang artinya:

barangsiapa yang memohon surga sebanyak tiga kali, maka surga pun berkata: ya Allah, masukkanlah ia ke surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka akan berkata” ya Allah , lindungilah dia dari neraka”(HR. Nasai)

4. Agar hamba memohon keselamatan di dunia dan di akhirat. Keselamatan di dunia berupa agar terhindar dari berbagai fitnah syubhat dan syahwat. Adapun keselamatan di akhirat berupa masuk surga tanpa harus masuk neraka terlebih dahulu.

5. Agar hamba memohon keteguhan dalam beragama dan khusnul khatimah, atau akhir hidup yang baik. Karena betapa banyak orang yang telah beramal dengan amalan ahli surga lalu Allah menjadikan akhir hayatnya sebagai hamba penghuni neraka? Betapa banyak juga, orang yang semasa hidupnya bermal dengan amalan penduduk neraka lalu Allah menjadikan akhir hayatnya ia beramal dengan amalan penghuni surga sehingga ia masuk surga karenanya? Oleh karena itu nabi mengajarkan doa kepada kita yang artinya

wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah kami di atas agamamu dan ketaatanmu”

Akhir hayat seseorang adalah misteri yang hanya diketahui Allah. Maka selayaknya bagi kita untuk meminta petunjuk agar kita selalu berada di jalan-Nya sampai ajal menjemput kita.

6. Agar hamba meminta supaya Allah memberinya keturunan yang shaleh dan shalehah, ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang baik. Sesuatu yang bermanfaat baginya selama itu diperbolehkan oleh syariat

Setelah kita mengetahui apa yang wajib kita minta, sekarang adalah adab-adab yang harus ada dalam diri kita saat meminta kepada Allah.

1. Memulai doa dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Rasulullah, begitu juga saat ia hendak mengakhiri doanya.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata yang artinya:

setiap doa tertutup dari langit sampai dia bershalawat kepada Nabi Muhammad.’’

jadi, kunci pembuka pintu langit adalah shalawat.

2. Senantiasa berdoa di saat lapang dan sempit. Rasul pernah bersabda kepada Ibnu Abbas yang artinya:

ingatlah Allah di saat engkau lapang, niscaya Allah akan mengenalmu di masa sulitmu”

Seperti kisah Nabi Yunus. Alah menyelamatkannya dari dalam perut ikan dikarenakan ia selalu meningat Allah di masa lapangnya ataupun masa sempitnya.

3. Tidak mendoakan kejelekan terhadap anak, istri, keluarga, harta, dan dirinya. Dikarenakan jika waktu itu doanya terkabul, maka terjadilah apa yang akan terjadi.

4. Berdoalah dengan suara lirih lagi merendahkan diri. Allah berfirman yang artinya:

Berdoalah kepada Rabmu dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al-A’raf: 55)

karena sesungguhnya, kita tidak menyeru Dzat yang tuli. Allah Mahamendengar semua permintaan kita.

5. khusyu’ , merengek, dan menangis di dalam doamu. Sekarang engkau ibarat seorang pengemis yang tengah meminta di hadapan penguasa dunia. Apakah kamu akan tertawa saat meminta, ataukah kamu akan merengek penuh serius saat meminta? Begitu juga dengan doamu kepada Allah, kekhusyu’an akan membantu terkabulnya doa.

6. Mengakui seluruh nikmat Allah dan mengakui seluruh dosa yang telah kita perbuat pada-nya. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita ‘sayyidul istighfar, maka amalkan itu di setiap doamu.

7. Bertawasul dengan nama Allah yang Mulia, bertawasul dengan amal kebaikan yang pernah kita lakukan. Bertawasul adalah seperti engkau mengucapkan “ Ya Allah! Aku pernah melakukan ini dan itu” yakni, kau menyebutkan amal kebaikan yang pernah engkau perbuat. sebelum akhirnya, engkau mengutarakn seluruh keinginanmu melalui doamu

8. Mengangkat tangan saat berdoa,

sesungguhnya Allah Mahapemalu lagi Mahapemurah, dia malu dari hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, kemudian kembali keduanya dengan kosong” (HR. bukhari dan muslim)

9. Mengulang doa sebanyak tiga kali.

10. Tidak menjadikan perantara apapun antara dirinya dengan Allah. Maknanya, kita tak perlu menjadikan sesuatu apapun sebagai perantara saat kita memohon kepada-nya. Kita tak perlu mengucapkan “aku memohon dengan ruh fulan” ataupun sebagainya yang akan membawa kita menuju perbuatan syirik.

Setelah kita mengetahui cara agar terkabulnya sebuah doa, selayaknya bagi kita untuk mengetahui sebab doa itu tertolak.

1. Mengonsumsi barang yang haram, baik minuman, makanan, pakaian dan sejenisnya.

2. Memohon sesuatu dari perbuatan dosa atau memutus tali silaturrahmi atau tergesa agar doanya segera diperkenankan Allah untuknya. Rasulullah bersabda yang artinya

Senantiasa dikabulkan untuk seorang hamba selama di tidak berdoa untuk melakukan dosa dan memutus silaturrahmi. Dikatakan: wahai Rasulullah, apa maksud tergesa-gesa? Beliau bersabda: seorang yang mengatakan sungguh aku telah berdoa dan aku telah berdoa namun tidak dikabulkan untukku, maka ia merasa lelah hingga menghentikannya, dan aknirnya dia meninggalkan berdoa” (HR. tirmidzi )

3. Maksiat dan dosa yang diperbuat oleh dirinya.

Lalu siapakah orang yang doanya dikabulkan oleh Allah? Dan kapan waktu yang tepat untuk berdoa?

1. Para Nabi dan Rasul.

2. Orang yang ikhlas dan mengikuti jalan Rasul dalam beribadah.

3. Doa seorang muslim kepada saudanya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut.

doa seorang muslim tanpa sepengetahuan saudaranya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang akan mengamini doanya dan mengatakan “ semoga engkau mendapat semisalnya” (HR. Muslim)

4. Doa orang tua untuk anaknya.

5. doa seorang mujahid ketika kedua kubu telah saling berhadapan. Dalilnya adalah saat perang badar, doa yang dipanjatkan Nabi langsung Allah kabulkan melalui pertolongannya yang membuat kaum Muslimin menang.

6. Doa di saat turun hujan, doa di saat berada di arafah saat haji maupun umrah, doanya orang yang berpuasa, dan doa di malam lailatul qadar. Yang di mana, tak ada orang yang mengetahui kapan malam itu terjadi. Maka selayaknya bagi kita untuk mencari malam itu di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terlebih saat malam ganjil, dengan cara memperbanyak doa dan ibadah, karena pada malam itu, malaikat turun. Sehingga kemungkinan untuk terkabulnya doa dan diganjarnya sebuah ibadah sangatlah besar. Semuanya tak lepas dari izin Allah.

7. Doa di sepertiga malam terakhir, karena Allah turun di sepertiga malam terakhir untuk mendengar dan mengabulkan seluruh permintaan hambanya. Itulah watu mustajab untuk dikabulkannya sebuah doa.

8. Doa di sore pada hari jum’at sebelum terbenamnya matahari.

9. Doa orang yang tersakiti atau terdzalimi. Nabi pernah bersabda yang artinya:

berhati-hatilah dengan doa orang yang terdzalimi, karena tidak ada penghalang antara dirin ya dengan Allah”

Maksud dari hadits ini adalah, doa seorang yang terdzalimi, cepat ataupun lambat pasti akan terkabul, karena tak ada penghalang antara dirinya dengan Allah sama sekali. Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengamalkan. Semoga bermanfaat untukmu kawan. Sekian dan terimakasih.

Wudhu, dan tatacaranya dalam islam

 


1. Niat dan Baca Basmalah.

Perlu untuk diketahui, niat ini berada di dalam hati dan tidak perlu untuk dilafadzkan dengan lisan. Karena, Nabi tak pernah mengajarkan demikian, dan mengada-adakan sebuah urusan agama yang baru dalam islam hukumnya haram, tertolak, dan tak mendapat pahala, bahkan dosa. Setelah berniat, kemudian ia mengucapkan “bismillah (Dengan Nama Allah)” Berdasarkan sabda Nabi yang artinya: “tidak sah wudhu seseorang apabila dia tak menyebut Nama Allah(Bismillah)padanya”Namun apabila ia lupa membaca basmalah, maka wudhunya tetap sah dan tak batal.

2. membasuh TELAPAK TANGAN.

Kemudian disunnahkan untuk membasuh telapak tangannya tiga kali sebelum wudhu sembari menyela-nyela jari-jemarinya.

3. BERKUMUR-KUMUR.

Kemudian berkumur-kumur ,yakni memasukkan air ke dalam mulut, kemudian memutar-mutarnya, kemudian mengeluarkannya.

4. ISYTINSYAQ DAN ISTINTSAR.

Kemudian menghirup air ke hidung dengan nafasnya, lalu mengeluarkannya kembali. Itulah yang dinamakn dengan isytinsyaq dan istintsar. Disunnahkan untuk isytinsyaq dengan kuat, kecuali jika sedang puasa, karena dikhawatirkan air akan masuk ke perut. Dalilnya adalah sabda Nabi yang artinya: “lakukanlah isytinsyaq dengan kuat kecuali jika engkau sedang berpuasa”

5. Membasuh WAJAH.

Kemudian membasuh wajah. Adapun batasan wajah adalah.

1. panjangnya dimulai dari awal tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu.

2. lebarnya dari dari telinga satu hingga ke telinga lainnya.

3. jenggot wajib dibasuh jika jenggot itu tipis. Adapun jika jenggot itu tebal, maka wajib dibasuh permukaannya saja. Akan tetapi dianjurkan untuk menyela-nyelanya.

6. Membasuh KEDUA TANGAN.

Kemudian membasuh kedua tangannya sampai ke kedua sikunya. Berdasarkan firman Allah yang artinya.

“…..Dan basuhlah tanganmu sampai ke siku” (Al-Maidah: 6) atau dimulai dari siku hingga ke ujung jari.

7. MENGUSAP KEPALA dan KEDUA TELINGA.

Mengusap kepala dan kedua telinga satu kali. Ini dilakukan dengan cara dimulai dari depan kepalanya, lalu kedua tangannya diusapkan hingga sampai ke bagian belakang kepalanya (tengkuk), kemudian kembali kembali mengusapkan kedua tangannya hingga bagian depan kepalanya. Kemudian mengusap kedua telinganya dengan air yang tersisa. Caranya adalah dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, lalu ibu jari membersihkan daun telinga yang luar dengan dibarengi jari telunjuk yang mengusap bagian dalam.

8. Membasuh KEDUA KAKI.

Kemudian membasuh kedua kakinya sampai ke mata kakinya tana ada yang terlewat sedikitpun. Nabi pernah bersabda yang artinya: “celakalah tumit-tumit dari Neraka” maksudnya adalah tumit yang tidak terkena air wudhu sama sekali. Allah juga berfirman yang artinya: “dan basuhlah kedua kakimu sampai ke mata kaki…” (QS. Al-Maidah: 6) kedua mata kaki dibasuh bersamaan dengan membasuh kaki.adapun orang yang tangan dan kakinya terputus, maka, ia wajib membasuh ujungnya saja.

9. membaca DO’A yang Nabi ajarkan.

10. WUDHU’ secara TERTIB.

Yakni dilakukan secara urut tanpa harus terpisah dalam jangkauan waktu yang cukup lama.

SUNNAH-SUNNAH WUDHU’ 1. Disunnahkan untuk bersiwak, jika meliki kayu siwak sebelum berwudhu. Berdasarkan sabda Nabi yang artinya: “kalaulah bukan karena aku takut untuk membebani umatku, pasti aku sudah perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak wudhu’.” 2. Disunnahkan untuk membasuh tangan tiga kali sebelum melakukan wudhu’, sebagaimana telah dijelaskan. Hukum ini berubah menjadi wajib apabila seorang baru terbangun dari tidurnya, terlebih tidur malam. Karena kita tak ada yang tahu, dimana tangan kita bermalam. Dan sebagai tambahan, dilarang memasukkan kedua tangan kedalam bejana secara langsung setelah bangun tidur. Dalilnya adalah sabda Nabi yang artinya: “...janganlah ia memasukkan kedua tangannya kedalam bejana kecuali ia telah mencucinya tiga kali” 3. Disunnahkan untuk menyela jari-jemari saat membasuh kedua tangan. 4. Disunnahkan untuk membasuh anggota wudhu yang bagian kanan terlebih dahulu seperti, tangan kanan ataupun kaki kanan. 5. Disunnahkan untuk membasuh anggota wudhu sebanyak dua atau tiga kali, dan tidak boleh lebih. Adapun membasuh kepala, cukup dilakukan hanya sekali.

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU

1. buang air besar ataupun buang air kecil

2. kentut

3. Hilang kesadaran, baik itu gila, mabuk,ataupun pingsan

4. Tidur nyenyak, yang apabila seseorang tak mampu mersakan apa yang keluar dari kemaluan atau duburnya, apabila tidurnya ringan, wudhunya tetap sah.

5. Meraba kemaluan tanpa penghalang disertai syahwat, baik itu kemaluan sendiri ataupun kemaluan orang lain.

6. makan daging unta, entah itu berupa lemaknya, hatinya, dan sejenisnya. Asalkan dia dari bagian unta, maka kita diwajibkan untuk berwudhu kembali.

HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN WUDHU

1. Memegang mush-haf, seperti sabda Nabi yang artinya:

tidak boleh menyentuh Al-Qur’an, kecuali orang yang telah bersuci”

Adapun membaca tanpa menyentuh mush-haf hukumnya boleh dan tidak mewajibkan untuk berwudhu. Seperti membacanya lewat aplikasi yang berada di handphone dan sejenisnya.

2. Thawaf, seorang tidak boleh melakukan thawaf untuk ibadah haji maupun umrah kecuali ia berwudhu terlebih dahulu.

3. Shalat. Tidak akan diterima shalat kecuali menyucikan diri dari hadats dengan berwudhu. Nabi pernah beersabda yang artinya

Allah tidak menerima shalat seseorang dari kalian jika dia berhadats dan belum wudhu”

karena jika kita tak berwudhu terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat maka shalat kita tak akan diterima oleh Allah. Hadats adalah kondisi dimana seseorang harus untuk melakukan wudhu sebelum melakukan hal-hal diatas. Hadats sendiri terbagi menjadi dua, yaitu hadats besar atau kecil.

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)