“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 03 Januari 2024

Hidayah Di Ujung Perjalanan

 


Renungi dan fahami kisah di bawah ini.

Perang mu’tah terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Inilah pertempuran terbesar pertama antara umat islam menghadapi pasukan Romawi Byzantium. Tidak tanggung-tanggung, Rasulullah menunjuk tiga panglima perang sekaligus karena Nabi begitu faham akan kehebatan lawan. Peperangan meletus, pasukan muslimin yang berjumlah 3000 personil harus berjibagu menghadapi 200.000 pasukan Romawi. Zaid bin haritsah, panglima pertama yang ditunjuk oleh Rasulullah gugur menemui syahidnya. Bendera beralih ke tangan sepupu Nabi, Ja’far. Namun lagi-lagi Ja’far harus menemui syahidnya setelah kedua tangannya dibabat musuh dan tubuhnya ditebas. Abdullah bin Rawahah segera mengambil alih, hingga akhirnya ia harus terbunuh menyusul kedua sahabatnya.

Maka saat itu, Khalid bin Walid yang merupakan seorang prajurit biasa segera mengambil alih panji peperangan setelah tiga panglima yang ditunjuk Rasul gugur. Di sinilah, kehebatan Khalid dalam menyusun strategi perang mulai kelihatan. Ia segera membuat siasat baru untuk menghadapi Romawi. Dengan mengubah sayap kanan ke sayap kiri dan sebaliknya. pasukan garis depan ke belakang dan sebaliknya. Sehingga yang tampak di mata Romawi, pasukan Islam seperti baru mendapatkan bala bantuan.

Dalam perang ini Khalid berperang habis-habisan, hingga tujuh pedang miliknya patah. Namun karena jumlah musuh yang demikian besar, Khalid mencoba menarik pasukan muslimin secara perlahan dari kebinasaan. Maka dalam pertempuran ini, Umat islam mendaapat kemenangan gemilang. Terbukti dengan terbunuhnya umat Islam hanya sebanyak 12 orang saja, sementara tak sedikit dari pihak Romawi yang berguguran. Dalam pertempuran ini, Khalid bin Walid yang baru memeluk islam mendapat julukan dari nabi Muhammad Sallallahualaihiwasallam sebagai pedang Allah yang terhunus. Julukan ini melekat dalam diri Khalid, namanya mulai ditakuti oleh lawan-lawannya. Termasuk Byzantium saat itu.

(Aqraba Al-Yamama, 12 Hijriah)

Dalam menumpas gerakan murtad di jazirah arab sepeninggal Nabi, nama Khalid benar-benar membuat merinding telinga pasukan murtad. Sehingga tak ada satu pun kelompok atau suku yang berhasil menghalau gerak laju pasukan Khalid.

Menumpas Persia di Iraq pun, Khalid tak mampu ditundukkan dengan mudah. Bahkan kehebatannya dalam memainkan pedang dan kecerdasannya dalam mengatur siasat, membuat pasukan Persia tak mampu berbuat banyak.

Kehebatan Khalid inilah yang akhirnya terdengar di telinga Jenderal besar Romawi, Georgeus theodorus atau lebih dikenal umat islam dengan nama jurja. Seorang Jendral yang gesit, ditakuti, dan disegani lawan. Berbagai pertempuran dilaluinya dan selalu mendapat hasil gemilang. Mendengar pergerakan pasukan Khalid yang terus merangsek menaklukkan seluruh wilayah Romawi yang dilaluinya, georgeus mulai tertantang. Apalagi nama Khalid yang sering disebut-sebut di kalangan Romawi semakin membuat dirinya penasaran.

Maka, pertemuan dengan Khalid adalah momen yang paling dinanti-nanti oleh Georgeus. Sebagai seorang kerabat Kaisar Heraklius, Georgeus mendapat kepercayaan dari sang Kaisar untuk memimpin pasukan besar menghadapi Khalid Bin Walid. Di sinilah, peran Georgeus mulai ditoreh dalam tinta sejarah.

orang islam telah bergerak kemari wahai Georgeus!!” ujar Kaisar.

mana mungkin umat Islam berani melakukan itu

Georgeus semakin bersemangat menghadapi Khalid setelah sang Kaisar menjanjikan padanya hadiah besar, bahkan tahta Romawi jika dirinya berhasil menghentikan langkah Khalid bin Walid.

sungguh aku telah melantikmu menjadi panglima untuk pasukanku di Yerussalem, dan wilayah sekitarnya, dan aku berharap kamu bisa menghabisi mereka,” ujar Kaisar.

aku tak akan kembali kepadamu sebelum mendengar kabar kehancuran mereka dan pembantaian mereka hingga ke akarnya” tekad Georgeus.

jika memang itu yang kau inginkan, aku akan menjadikan arak-arakan bagimu di konstantinopel, seperti arakan para pahlawan. Dan manusia akan menyambutmu dengan mawar, lantas dirimu akan dipakaikan mahkota dari emas, dan aku akan jadikan kamu putra mahkota” janji sang Kaisar.

aku akan lakukan wahai saudaraku!” sahut Georgeus.

pergilah! Semoga rahmat tuhan menyertaimu!” perintah Kaisar.

Peran besarnya tercatat pada perang Ajnadain di tahun ke-13 Hijriah. Maka bersama panglima Romawi yang lainnya, Georgeus merancang strategi untuk menghadapi Khalid bin walid.

mereka lapar, itulah yang membuat mereka nekat masuk, sungguh aku telah berjanji kepada Kaisar untuk membantai mereka, oleh karena itu, aku perintahkan kalian untuk membantai mereka semua!!” titah Georgeus pada seluruh bawahannya.

Maka bertemulah kedua pasukan di lembah Ajnadin pada hari pertama pertempuran. Sebelum pertempuran dimulai, pihak Romawi sempat membujuk umat islam untuk menyerah, sebagai gantinya hadiah besar untuk muslimin dari Romawi jika mereka mau angkat kaki dari Syam, negeri yang dikuasai Romawi.

agar pasukanmu angkat kaki dari wilayah yang kami kuasai, dan kalian kami persilahkan untuk membawa pulang harta yang kalian dapat dari Syam, dan pulanglah dengan selamat, aku peringatkan kalian untuk tidak menyerang Syam untuk ke dua kalinya, dan ini adalah kemurahan hati Kaisar, lalu apa pendapat kalian?” tawar seorang prajurit Romawi ke Khalid

maaf, kami tak bisa menerima apa yang kalian ajukan” Namun, umat islam tetap bersikukuh dengan tiga opsi, memilih masuk Islam atau membayar Jizyah jika tak ingin berperang.

(Belt Guiva, Ajnadain)

Pertempuran meletus, umat islam yang telah disemangati Khalid berjuang habis-habisan hingga titik darah penghabisan. Semangat juang pasukan muslim berhasil mengematahkan semangat juang pasukan Romawi. Hingga di hari pertama pertempuran, umat islam berhasil meraih kemenangan gemilang.

Hingga di hari kedua peperangan, ia berniat menghabisi umat Islam. Namun lagi-lagi Allah menolong orang yang membela agama-Nya. Di pertempuran kali ini, Georgeus harus menerima kekalahan telak.

Sesampainya di hadapan Kaisar.

lepas semua pakaian kebesaranmu!!!” titah Kaisar.

Kekalahan ini membuat malu kaisar, apa rahasia kehebatan umat islam, ajaran baru yang di anut oleh kaum muslimin inilah kuncinya. Apalagi kaum muslimin berperang hanya untuk meraih kemuliaan mati syahid.

ampunilah aku hai saudaraku!!” rayu Georgeus.

jangan sebut aku saudaramu lagi!! kalau seandainya kamu menjaga kehormatan saudaramu, kamu akan memenangkan Ajnadin, atau lebih baik mati,kamu menjadi terhormat, bukannya malah lari meninggalkan medan perang, enyalah dariku!...” bentak sang Kaisar penuh emosi.

Maka tak ada pilihan lain, Kaisar segera melantik jendral muda tertinggi Romawi yang bernama Mahan untuk menggantikan Georgeus. Sementara Georgeus sendiri fokus ke front barat, menunggu kedatangan pasukan Khalid. Waktu demi waktu terus berlalu, georgeus semakin fokus menghadapi umat islam. Meski harus memimpin salah satu dari sayap Romawi. Georgeus semakin bertekad untuk bertemu dengan Khalid yang namanya kian melegenda di telinga romawi, tak hanya pada pasukan biasa, bahakan jenderal romawi sekalipun.

Hingga akhirnya, datanglah waktu yang dinanti- nanti. Bertemulah 45.000 pasukan muslim pimpinan Khalid menghadapi 250.000 pasukan Romawi di lembah Yarmuk pada tahun 14 Hijriah. Inilah pertempuran menentukan antara umat islam menghadapi Romawi. Sekaligus menjadi tanda runtuhnya kekuasaan Byzantium di Syam.

Sebelum pertempuran dimulai, Georgeus mencoba untuk mengajak Khalid berduel. Selain mengurangi korban cidera, dirinya juga ingin menguji kehebatan panglima muslim satu ini.

Khalid, keluar dan hadapi aku Khalid!! aku jurja

kedua panglima besar maju ke tengah medan perang. Sembari menenteng tombaknya, Georgeus menyelidiki kehebatan Khalid. Dalam dirinya, ia bertanya “sebenarnya apa kehebatan Khalid? Apakah karena mendapat pedang dari Allah? Sehingga dijuluki pedang Allah?” terdorong rasa penasaran, Georgeus pun bertanya kepada Khalid.

Georgeus: “wahai khalid, beritahukanlah kepadaku, apakah Allah menurunkan kepada Nabimu pedang dari langit lalu memberikannya kepadamu, sehingga tidaklah kau menghunusnya kepada seseorang kecuali kamu menang atasnya”

Khalid menjawab singkat “tidak!”

georgeus: “lalu karena apa engkau dijuluki pedang Allah ?”

khalid: “sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi-Nya di antara kami, maka kami berpaling darinya,, lalu sebagian dari kami mengikutinya dan sebagian mendustakan, dan aku termasuk dari yang mendustakan...lalu Allah mengambil hati kami dan memberi kami hidayah-Nya, maka Rasulullah berkata kepadaku “kamu adalah pedang dari pedang-pedang Allah yang dihunus-Nya untuk kaum Musyrikin”

Georgeus: “ kepada apa kalian menyeru?

Khalid: “kepada persaksian bahwa tiada Illah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya

Georgeus: apakah mereka yang baru memeluk islam hari ini mendapat ganjaran yang sama seperti kalian?

Khalid: “ya, bahkan lebih

georgeus kagum, sifat panglima handal tak akan seperti itu kecuali jika didasari keyakinan agamanya yang mendalam. Georgeus semakin bertanya mendalam dan Khalid menjawabnya dengan jawaban yang masuk akal dan rendah hati.

Georgeus: “ berjanjilah kau tak akan bohong dengan ucapanmu”

Khalid: “demi Allah aku telah jujur kepadamu, karena sesungguhnya Allah menjadi saksi atas apa yang engkau tanyakan

Georgeus: “ajarkanlah aku Islam!”

hingga di luar dugaan Khalid, Georgeus membanting senjata dan tamengnya, meminta Khalid untuk mengajarinya Islam. Hidayah islam mengetuk hati sang jendral Romawi. Diawali dengan bersuci dan shalat dua rakaat. Karena di tengah pertempuran, hanya itulah yang Georgeus lakukan dan itu juga amalan yang dilakukannya selama memeluk islam. Namun iman telah melekat di dalam hatinya.

Georgeus berganti pakaian dan bergabung dengan pasukan muslimin pimpinan Khalid. Tentu saja tindakannya ini semakin membuat mental pasukan Romawi hancur. Apalagi Georgeus membocorkan strategi dan taktik perang Romawi pada Khalid, tentu saja keislamannya ini menyumbang peran besar bagi umat islam di perang Yarmuk.

Pertempuran besar meletus. Georgeus begitu bersemangat memerangi bangsanya sendiri, bahkan mengharapkan mati syahid kala melawan bangsanya. Georgeus akhirnya mendapat kemuliaan yang dicita-citakan oleh kaum muslimin, dirinya gugur menemui syahidnya. Umat islam berhasil memenangkan pertempuran dahsyat ini berkat pertolongan Allah melaui perantara bocoran strategi dari sang Syahid yang mulia, Geogeus Theodorus. Semoga Allah merahmatinya.

Faedah yang bisa kita ambil dari kisah di atas:

pertama: tak ada dari kita yang mengetahui akhir hayat seseorang. Contoh saja Georgeus, ia amat memusuhi islam sebelum akhirnya ia memeluk Islam di akhir hayatnya. Lantas Allah memberinya kemuliaan berupa mati syahid, walau ia hanya sempat melakukan dua rakaat shalat sebelum akhir hayatnya. Tak ada yang tahu, kapan hidayah Allah itu datang. Namun, hidayah itulah yang menjadi bukti cintanya Allah yang sedemikian besarnya kepada kita. Maka bersyukurlah jika Allah memberimu kesempatan untuk mendapat hidayahnya, meski hari ini adalah senja terakhir yang paling indah dalam kehidupanmu di dunia ini.

Dan untuk mereka yang telah meniti jalan hidayah, teruslah berdoa kepada-Nya supaya Dia mewafatkanmu sebagai seorang yang beriman kepada-Nya. Teruslah bersabar dalam mendakwahi mereka yang mungkin belum memeluk islam. Karena hidayah Allah datang kapan saja dan bagi siapa saja yang di kehendakinya, selama nyawa masih belum berada di ujung kerongkongan.

Kedua: islam tak pernah mengajarkan sebuah kata berupa pembantaian dalam sebuah peperangan. Itulah sebabnya, Islam selalu memberikan keringanan berupa damai atau menyerahkan upeti, tujuan diadakan upeti sendiri hanyalah semata untuk melindungi negara yang berada di bawah naungan islam tersebut. Karena perang yang diajarkan oleh Rashulullah adalah, membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah menuju kepada Allah semata. Allahua’lam.

Itulah mengapa, Khalid ditarik ke wilayah Syam unntuk menghadapi Romawi oleh khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nama Khalid semakin terkenal di kalangan Romawi, tak hanya di telinga prajurit biasa, bahkan di kalangan Jenderal Romawi sekali pun. Kehebatan Khalid inilah yang akhirnya terdengar di telinga Jenderal besar Romawi, Georgeus Theodorus atau lebih dikenal umat islam dengan nama Jurja.apakah karena mendapat pedang dari Alla

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)