“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 03 Januari 2024

Yesus dan Marya dalam Al Quran

 

Tulisan ini dimulai dengan menyebut nama Allah,

tuhan Abraham, Isac dan Jacoeb


Lampu-lampu persiapan perayaan bertambah meriah di kota Miami ketika malam mulai larut di atas pantai-pantai di negeri bagian Florida Timur pada malam 25 Desember 2023.kota-kota di Amerika tengah menyiapkan perayaan Natal yang di gelar tiap tahun. Pohon-pohon cemara dihias, berbagai macam hadiah dibagikan,pakaian-pakian baru dikenakan. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan,dan lagu-lagu didendangkan sebagai pemberitahuan bahwa perayaan hari kelahiran Isa AL-Masih dimulai. Dari jendela pesawat, tampak seorang(sebut saja Lucas) tengah melontarkan pandangannya pada indahnya malam di atas langit kota Miami. Dalam dirinya, ia bertanya-tanya tentang sesuatu.

Apakah benar keyakinan yang dianutnya selama ini?

Benarkah tuhan memiliki seorang istri dan anak?

Mungkin juga dirimu, semakin bingung saat mendalami ajaran Kristiani. Alangkah baiknya engkau terdiam sesaat, merenungi kisah siapakah sebenarnya Yesus dan Ibunda Marya. dalam kitab suci Al-Quran yang berasal dari sumber yang sama seperti Injil yaitu Allah. Berikut adalah kisah keduanya dalam Al-Quran. Tetapi sebelum itu semua, Allah memulai kisah Isa/ Yesus dalam Al-Quran dengan pujiannya terhadap sang ibunda, Maryam. Seorang wanita yang taat di kalangan kaumnya. Bahkan Allah menjadikan Maryam sebagai wanita tersuci dan tertaat seperti yang di sebutkan dalam Al-Quran surat Ali-Imran. Allah berfirman yang artinya:

Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu(untuk beribadah), menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)”(Ali Imran: 42)

Allah memilih Maryam sebagai hamba-Nya yang suci dari sentuhan lelaki. Maryam akhirnya mengasingkan dirinya di Baitul maqdis atau lebih dikenal oleh sebagian umat Nashrani dengan nama tanah suci Yerussalem. Tanah yang pernah Allah janjikan untuk kaum nabi Musa. Namun, mereka justru menolak dan mengatakan pada nabi Musa seperti yang Allah firmankan dalam surat Al Maidah.yang artinya

mereka berkata[bani Israel], “Wahai Musa! sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih berada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap[menunggu] di sini saja.”(Al-Maidah: 24)

di Yerussalem, Maryam memfokuskan dirinya dalam beribadah kepada Allah. Sampai akhirnya, Allah menunjukkan bukti kekuasaanya melalui Maryam. Yaitu lahirnya bayi dari Maryam tanpa kehadiran seorang ayah. Kisahnya adalah,di saat Maryam tengah mengasingkan diri dari kaum-nya. Allah mengutus Jibril(malaikat-Nya) untuk menemui Marya agar memberinya kabar gembira(yaitu lahirnya Isa dari rahim suci Maryam tanpa hadirnya seorang lelaki). Jibril menampakkan dirinya dalam bentuk rupa seorang lelaki yang sempurna. Maryam sempat bertanya terheran, bagaimana bisa, ia melahirkan seorang anak padahal tak ada seorang lelaki yang menyentuh dirinya selama ini dan dia bukanlah seorang pezina? Al Quran menjelaskan jawaban Jibril untuk Maryam di surat Maryam, yang artinya,

dia jibril berkata “demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “hal itu mudah bagi-Ku, dan agar kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”(Maryam: 21)

jibril meniupkan ke rahim Maryam ruh Isa. Akhirnya Maryam mengandung. Maryam lantas mengambil keputusan untuk menjauhkan diri dari kaumnya supaya terhindar dari ejekan kaumnya terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Samapai akhirnya, Maryam melahirkan Isa di sebuah tempat yang orang Arab menyebutnya ‘Baitulahm’atau yang dikenal kaum Nasrani sekarang dengan nama ‘Betlehem’ pendapat ini disepakati oleh ulama tafsir seperti Anas Bin Malik. ‘Betlehem’ sendiri adalah sebuah desa yang terletak sejauh 8 mil dari tanah suci Yerussalem. Allah yang maha kuasa menjaga hambanya yang taat (Maryam) dengan menjadikan sungai dan pohon kurma untuknya. Inilah bentuk kasih sayang Allah untuk hambanya yang mulia nan taat. Maryam membawa bayi kecilnya kembali menuju kaumya. Betapa terkejutnya kaumnya saat mereka mendapati Maryam menggendong seorang bayi. Allah menyebutkan kisah ini dalam Al Quran di ayat 27 dari surat Maryam. Allah berfirman yang artinya.

maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkat “wahai Maryam sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar”(Maryam: 27)

Allah kembali melanjutkan kisah betapa kaum-nya terkejut melihat bayi yang digendong Maryam di ayat selanjutnya, yang artinya:

wahai saudari perempuan Harun, ayahmu bukanlah seorang buruk perangai dan ibumu bukanlah seorang pezina”(Maryam: 28)

kaum-nya benar takjub, bagimana dia bisa melahirkan seorang anak? Apakh dia telah berzina? Akhirnya , bermunculanlah tuduhan- tuduhan keji untuk Maryam bahwa dirinya telah melakukan perzinaan. Perspektif kaumnya berubah drastis, Maryam yang dulunya mereka anggap sebagai wanita ahli ibadah (gelar saudara harun disematkan padanya karena ketaatannya dalam beribadah seperti nabi Harun, saudara nabi Musa) kini harus berubah menjadi seorang pezina lantaran bayi yang digendongnya. Allah tidak tinggal diam. Allah segera menunjukkan kuasa-Nya atas hamba-hamba-Nya dan pembelaanya terhadap Maryam. Allah menjadikan Isa mampu berbicara dengan sendirinya seperti pada ayat berikutnya di surat Maryam yang artinya:

Maka dia Maryam menunjuk kepada (anak) nya. Mereka berkata, “bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”(Maryam: 29)

dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, dia memberiku kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi,”(Maryam: 30)

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup;”(Maryam: 31)

dan berbakti kepada ibuku,dan dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.”(Maryam: 32)

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali,”(Maryam: 33)

Allah memberikan mukjizat-Nya kepada Isa sebagai bukti, bahwa Allah maha mapu atas segala sesuatu. Semuanya terdiam sejenak, bayi ajaib! Allah telah memberinya kitab suci dan memberkahinya dimana saja ia berada. Namun, ia (Isa) tetaplah seorang hamba Allah. Bukan seorang anak Allah. Isa memerintahkan kaumnya untuk menunaikan shalat dan zakat.Dan dia juga memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua, terlebih seorang ibu. Isa tumbuh dengan membawa banyak keberkahan dan mukjizat, di antaranya adalah,

dia mampu meniupkan ruh kepada seokor burung mainan yang terbuat dari tanah liat, dengan izin Allah tanah liat itu berubah menjadi seekor burung yang mampu terbang.

Menyembuhkan penyakit kusta dan buta. Juga menghidupkan orang yang meninggal,dengan seizin Allah. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firmannya di surat Ali Imran, yang artinya:

Dan sebagai rasul kepada Bani israel (dia berkata), “Aku telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (Mukjizat) dari tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah, Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku memberitahukan kepada kamu apayang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman”(Ali Imran: 49)

Isa menyeru kepada kaumnya untuk meninggalkan peribadatan kepada selain Allah menuju kepada Allah semata. Sebagian dari BaniIsrael mengimaninya dan mengikutinya dan sebagian pula mendustakannya dan mencoba untuk membunuhnya (termasuk Yahudi) Allah memuji para ‘hawariy’ di surat Ali Imran yang artinya:

Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israel), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” para hawariyyun (sahabat setia Isa) menjawab, “kami-lah penolong (agama) Allah.kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim’’(Ali Imran: 52)

Allah juga menyebutkan di dalamAlQuran tentang orang-orang Nasrani, janji Allah kepada mereka tentang surga. Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang kristen dan orang-orang Sabiin (Umat sebelum Nabi Muhammad saw. Yang mengimani bahwa adanya ‘tuhan yang maha esa dan pengaruh bintang-bintang), siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari tuhan-Nya (Allah) tidak ada rasa takut pada mereka, dan merekatidak bersedih hati”(Al Baqarah: 62)

Allah menjanjikan pahala bagi umat nasrani selama mereka hanya menyembah kepada Allah dan tidak menjadikan sesembahan selainnya. Pahala yang mampu mengantarkan seseorang menuju surga-Nya. Allah telah mewahyukan sebuah ayat kepada nabi-Nya (Muhammad) dan nabi-nabi sebelum Muhammad S.A.W tentang hal ini, yaitu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya. Ayat itu tak akan pernah terhapus, Allah menjaganya di kitab-kitab terdahulu seperti Injil, Taurat,dan Zabur. Yang artinya:

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “sungguh, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi”(Az-Zumar: 65)

Isa terus berdakwah menyeru kepada Bani Israil, sampai akhirnya, kaum-kaum ahli makar yang mereka mengaku bahwa Allah mencintai mereka, melakukan siasat untuk membunuh dan menyalib nabi Isa. Mereka adalah bangsa Yahudi. Allah telah melaknat mereka atas lisan Daud dan tuduhan keji mereka terhadap Maryam. Allah menyebut Yahudi sebagai bangsa yang dimurkai lantaran mereka mengetahui kebenaran namun justru mereka sembunyikan dan enggan untuk mengamalkan karena kesombongan mereka. Allah mengutuk mereka menjadi monyet-monyet seperti dalam firman-Nya yang artinya:

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamupada hari Sabat, lalu kami katakan kepada mereka , “jadilah kamu kera-kera yang hina”(Al Baqoroh: 65)

Allah juga menyebutkan permusuhan Yahudi terhadap umat islam yang amat besar, Allah berfirman yang artinya

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang Musyrik,dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tak menyombongkan diri.”(Al-Maidah: 82)

Cukup ayat ini menjadi bukti bahwa musuh bebuyutan terdepan umat islam adalah Yahudi. Akhirnya, Isa resmi menjadi buronan pasukan Romawi Byzantium untuk di bunuh dan disalib. Isa bersama muridnya bersembunyi di sebuah tempat yang tak diketahui oleh musuhnya. Namun sayangnya, salah satu dari murid-muridnya berkhianat ( sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa nama si pengkhianat itu adalah Yudas) dan memberi tahu tempat persembunyian nabi Isa kepada pasukan Romawi. Namun lagi-lagi Allah menolong hambanya. Dikesempatan kali ini, Allah mengangkat nabi Isa dan menyerupakan wajah Yudas dengan wajahnya nabi Isa. Akhirnya Yudas ditangkap, sebelum akhirnya disalib oleh pasukan Romawi. Itulah mengapa terdapat banyak sekali keganjilan tentang siapakah yang sebenarnya mereka salib, isa atau bukan? Allah akhirnya memberitahukan jawaban itu melalui ayat-Nya yang artinya :

...padahal mereka tidak membununhya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang telah diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang pembunuhan Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidaktahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya”(An-Nisa: 157)

Allah menjelaskan di ayat selanjutnya yang artinya:

tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”(AnNisa: 158)

selayaknya bagi kita untuk mengimani firman Allah ini. Yaitu, Isa masih hidup sampai saat ini dan akan turun kembali menjelang hari kiamat nanti. Tepatnya di menara putih Damaskus. Sebelum akhirnya ia membunuh Dajjal yang diikuti oleh 70.000 kaum Yahudi. Itulah Isa dalam agama islam. Seorang nabi yang mulia, bukanlah anak Allah seperti yang dianut dan diyakini oleh sebagian, bahkan seluruh kaum Nasrani. Maryam adalah hamba-Nya yang taat, bukanlah seorang pezina atau istri tuhan. Dalam keyakinan Islam, Allah adalah tuhan satu-satunya. Tak ada sekutu baginya baik di langi ataupun di bumi. Dialah Mahakuasa pemilik kerajaan langit dan bumi. Tak layak bagi-Nya untuk di beri gelar bahwa ia memiliki seorang anak.

Bagaimana bisa, mereka (umat Islam) meniadakan seorang anak ataupun istri disisi Allah?

Apakah ada perumpamaan yang logis tentang keyakinan mereka? Atau ada sesuatu yang menguatkan keyakinan mereka?

Mungkin itu adalah segelintir pertanyaan yang mungkin akan terbesit di benakmu. Sekarang, dengarkan dan fahami baik-baik ucapanku ini

Pertama; jika kamu adalah seorang kristiani, kira-kira apa yang akan terucap dari mulutmu saat aku mengatakan kepada seorang Paus yang mulia atau seorang Uskup yang suci dari menikah

“selamat datang untukmu dan untuk anakmu, wahai paus”

kamu pasti akan marah dan spontan berucap

“kamu bodoh! Mereka tak layak untuk diberi gelar beranak ataupun beristri, karena mereka suci”

sekarang, aku ingin kembali bertanya padamu. Jika kamu menjadikan kesucian mereka itu dengan tidak menikah dan beranak, lalu mengapa kamu meniadakan kesucian itu untuk tuhanmu? Bagaimana engkau bisa tulus menyembah tuhanmu, sementara disisi lain engkau justru malah menghinanya, yaitu dengan meniadakan gelar suci untuknya.

Kedua; jika kamu menganggap Yesus sebagai tuhan, lantas mengapa sebelum dirinya disalib ia sempat berteriak

Ellie,Ellie, lima sabakhtani (tuhan, tuhan, mengapa engkau tinggalkan aku)”

kalau seandainya dia tuhan, mengapa ia justru malah meminta tolong kepada tuhan? Bukankah tuhan mampu atas segalanya?

Ketiga; jika seandainya penyaliban Yesus semata adalah sebagai cara bagi dirinya untuk menebus dosa seluruh umat manusia, mengapa ia harus bersembunyi bersama murid-murid setianya dari kejaran tentara Byzantium kala mereka hendak membunuh Yesus? Mengapa Yesus tidak langsung menyerahkan dirinya saja untuk disalib, agar seluruh dosa manusia ditebusnya melalui penyalibannya? Jikalau seandainya Yesus tidak terbunuh, lantas apakah dosa seluruh manusia tidak terampuni?

Allah telah menjelaskan dalam ayat sucinya tentang ucapan kalian, Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya yang artinya:

Seandainya kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah kami akan membuatnya dari sisi kami, jika kami benar-benar menghendaki perbuatan demikian” (Al-Anbiya: 17)

apakah Allah memberi kepada keduanya sifat-sifat ketuhanan? Apakah tuhan dilahirkan? Apakah tuhan juga membutuhkan tuhan yang lainnya?

apakah tuhan membutuhkan makan? apakah tuhan diciptakan, bukankah dia yang menciptakan? Allah kembali berfirman di surat Al-Maidah yang artinya :

Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelasakan ayat-ayat (tanda kekuasaan) kepada mereka Ahli Kitab, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan oleh keinginan mereka” (Al-Maidah: 75)

Allah telah menjelasakan hal demikian kepada kita agar kita mau berfikir. Namun banyak dari hambanya yang tak mampu untuk mengambil pelajaran dari kisah ini. Dalam dirimu, kamu akan kembali melontarkan pertanyaan, sepertinya kamu masih belum percaya dengan semuanya. Kamu mungkin akan mengemukakan alasan tentang keyakinanmu selama ini dengan mengatakan

“ kami menganggapnya anak tuhan karena sebuah keajaiban yang dialaminya, dia terlahir tanpa seorang ayah dan itu tak mungkin sepertinya kecuali dia pasti adalah anak Allah, kami yakin Allah-lah ayahnya”

wahai kawanku, bukankah Allah telah menciptakan Adam tanpa hadirnya seorang ayah dan ibu, dan hawa tercipta dari seorang ayah tanpa ibu, lantas mengapa engkau menganggap penciptaan Isa di rahim Maryam adalah sesuatu yang mustahil. Bukankah yang mustahil itu adalah penciptaanmu dari ketiadaan menjadi ada? Bukankah engkau dahulunya adalah setetes air. Lalu Allah menjadikanmu seperti yang sekarang? Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Karena dia adalah Mahakuasa atas segala-galanya. Sekarang, aku ingin menceritakanmu beberapa versi tentang orang yang diserupakan oleh Yesus, dan apa yang membuat Nasrani berubah keyakinan dari yang sebelumnya menyembah tuhan yang satu,( Allah) Menjadi menganut keyakinan Trinitas. Mari kita memulai dari salah satu versi islam tentang pembunuhan Yesus:

Pertama: saat Allah berkehendak untuk mengangkat Almasih ke langit, dia keluar menemui para ‘Hawariyyun yang berjumalah 12 orang lantas berucap, “sesungguhnya ada dari kalian akan ada yang kafir denganku sebanyak 12 kali setelah beriman denganku” lantas Almasih memberikan kepada mereka sayembara. “siapakah dari kalian ingin menjadi sahabatku di surga sehingga Allah menyerupakan wajahnya dengan wajahku,” semuanya terdiam, sampai akhirnya salah satu dari mereka yang paling muda bangkit seraya berkata “saya, wahai nabi Allah” Almasih berkata padanya “duduklah!” lalu Almasih mengulang lagi sayembaranya tadi. Namun untuk yang kedua dan ketiga, lelaki tadi kembali menawarkan dirinya maka Allah menserupakan wajahnya dengan wajah Almasih. Dan Allah mengangkat Almasih dari loteng rumahnya menuju ke langit. Lalu orang-orang Yahudi meminta Almasih melalui perantara Yudas, pengkhianat ALmasih dan mengambil orang yang telah diserupakan dengan Almasih tadi, lantas menyalibnya. Dan murid-murid Almasih berpecah belah dengan pendapat mereka setelah naiknya Almasih ke langit, terbagilah menjadi 3 golongan. Golongan pertama sepakat bahwa Almasih adalah Allah yang turun disisi mereka lantas naik kelangit, mereka adalah Ya’qubiyyah. Golongan kedua sepakat mengatakan bahwa Almasih adalah anak Allah, mereka adalah Nasthuriyyah. Dan golongan ketiga mengatakan bahwa Almasih adalah Rasul Allah dan hamba-Nya yang mulia. Mereka adalah yang masih berpegang pada ajaran Almasih yang asli. Kedua golongan tadi mencoba untuk menghabisi golongan terakhir. Namun, Allah yang Mahaperkasa menahannya dan mengokokohkan mereka yang menganut agama kristen murni sampai Mehmed / Muhammad diutus sebagai seorang Nabi dan Rasul. Siapakah para Hawariyyun? Allahua’lam, namun salah satu dari mereka yang terkenal adalah Yohanes, Dan Yudas Iskandariot.

Kedua, setelah diangkatnya Almasih kelangit, seluruh umat kristiani berada dalam kebingungan yang nyata selama 3 abad. Sampai akhirnya, datanglah raja Konstantin pertama mengadakan sebuah konsili terbesar di dunia yang digelar di sebuah kota terkenal yang bernama atas namanya. Konsili itu lebih dikenal dengan nama konsili nicea. Sebuah konsili yang menghadirkan ribuan uskup dan para pengikut kristiani yang berkelompok-kelompok. Setiap limapuluh dari mereka memiliki pedapat, duapuluh dari mereka memiliki pendapat, tujuhpuluh dari mereka memiliki pendapat, dan seratus dari mereka memiliki pendapat. Pertemuan kedua kembali digelar, kali ini, ‘Ya’qubiyyah yang mengemukakan pendapat mereka, pertemuan ketiga kembali digelar, giliran ‘Nasthuriyyah yang mengemukakan pendapat mereka, dan mereka saling mengkafirkan satu sama lain. Dipertemuan terakhir, para pemegang teguh agama Almasih mengemukakan kebenaran mereka, namun sayangnya, pendapat golongan terakhir ini ditentang keras oleh semua pihak. Konstantin segera mengambil keputusan bahwa keyakinan ‘Trinitas adalah yang wajib dianut oleh semua kaum kristiani dan membunuh mereka yang tak menganut faham ‘Trinitas. Perlu diketahui, Konstantin bukanlah seorang Nasrani sejak lahir, ia baru saja memeluk Nashrani sebelum akhirnya menghancurkan agama itu sendiri melalui konsili yang digelarnya. Beginikah agamamu? Hancur di tangan orang munafik. Layakkah disebut sebagai agama murni untuk saat ini? Kalian mengaku mencitai Almasih, namun kenyataannya, kalian melakukan apa yang diharamkan olehnya sebelumnya. Seperti meminum arak dan memakan babi. Adapun kami, kami tak menganggapnya tuhan. Kami hanya menganggapnya sebagai utusan Allah. Namun lihatlah! Kami menjauhi apa yang diharamkan olehnya. Kami pula mencintainya tanpa harus melebih-lebihkannya. Bisa dibilang, kami (umat islam) yang layak untuk mengambil gelar sebagai mereka yang memuliakan Almasih.

Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat untukmu. Semoga mampu membukakan jalan hidayah bagimu, hai saudaraku.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)