Malam ini, hujan menyisir lembut wilayah perkotaan. Dengan hiasan lembut suara gerimis yang turun dari atas atap rumahmu. Aroma secangkir teh sedikit menenangkan pikiranmu. Pandanganmu terarah ke hiruk-pikuk warga kota. Remang-remang lampu bagaikan manik-manik putih yang terlepas dari benangnya. Kini, dirimu tengah merenung penuh kesedihan atas keputusanmu dalam memeluk islam yang tak disukai oleh keluargamu. Perlahan-lahan, angin dingin menusuk tulangmu. Kamu bersedih, karena semua orang mencaci maki dirimu atas hijrahmu. Kamu merasa, Allah telah meninggalkanmu setelah hijrahmu.
Tapi, apakah semua yang dirimu pikirkan itu benar? Selamanya tidak wahai kawanku. Allah tak pernah melupakan para hambanya yang kembali padanya. Bayangkan, hidayah dari Allah yang membuatmu berhijrah adalah bukti cinta Allah kepadamu.
Lalu, apakah Allah akan meninggalkanmu begitu saja setelah Dia mencintaimu? Jangan terlalu berburuk sangka kepada Allah wahai saudaraku! Kamu merasa sakit atas cercaan mereka.
Ketahuilah wahai saudaraku, di bumi ini, banyak perkataan manusia yang menyesatkanmu dari kebaikan. Namanya juga manusia. Ingin sesempurna apapun dirimu, mereka juga akan memandangmu kurang.
Memangnya, kamu tidak pernah sadar, SangPencipta juga mendapat cercaan dari para hambanya. Bayangkan betapa hinanya mereka yang menyematkan ejekan dengan anggapan itu adalah pujian. Tuhan memiliki anak? Apakah itu masuk logika? Tuhan miskin, layakkah seperti itu?
Lihatlah, Allah saja mendapat ejekan dari hambanya. Yang lebih mulia saja harus mendapat ejekan, lalu mengapa engkau yang bukan apa-apa ini takut untuk dicerca? Lantas mengapa engkau sakit hati saat mereka mencerca keislamanmu. Apakah ejekan mereka akan mengubah takdir hidupmu sesaat? Apakah takdirmu menuju surga ada di tangan mereka yang mencercamu? Kebenaran tetaplah kebenaran. Yakinlah, agama Islam adalah agama yang terbaik dari sekian agama yang mungkin pernah kamu anut.
Tak perlu kamu menangis sedih. Karena sejatinya, kamu tidaklah sendiri. Di sisimu, ada yang Mahamendengar dan Mahamelihat. Dialah yang pernah menjanjikan kepada Musa dan Harun sebelum mereka mendakwahi Fir’aun dan kaumnya. Bayangkan, Fir’aun yang selama ini telah mengasuhnya, kini harus berubah menjadi musuh besarnya. Bahkan, ia juga diancam oleh Fir’aun akan dibunuh. Lalu apa pelipur yang Allah berikan atas keduanya? Renungi firman suci ini, hatimu akan tentram di atas jalan hijrah. Allah berfirman yang artinya:
“Dia Allah berfirman, ‘janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.’” (Taha: 46)
Hijrah adalah sesuatu yang memberatkanmu. Karena hijrah adalah kamu meninggalkan rutinitas yang sering kamu lakukan menuju ke rutinitas yang dicintai Allah. Mungkin sebelumnya, kamu menyembah patung, tapi sekarang kamu menyembah Allah semata. Mungkin dahulu, kamu gemar mempertontonkan auratmu, tapi sekarang, kamu sudah berhijab dan menjaga kesucian dirimu. Itulah yang dinamakan hijrah.
Tak selamanya, hijrah adalah meninggalkan negeri kelahiranmu yang mungkin akan menyulitkanmu untuk konsisten dengan hijrahmu, menuju ke negeri yang mungkin akan mempermudahmu untuk fokus dalam hijrahmu. Hijrah yang Rasul ajarkan adalah meninggalkan apa-apa yang Allah larang atasmu. Rasul bersabda yang artinya:
“dan orang yang berhijrah adalah, mereka yang berhijrah dari apa yang Allah larang atas mereka”
untuk mempersingkat, sekarang adalah waktu untuk diriku menjelaskan kepadamu poin-poin yang harus kamu lakukan untukmu agar konsisten dalam hijrah.
Pertama: Niatkanlah bahwa engkau hijrah semata karena Allah saja. Yakinlah! Islam adalah agama yang terbaik untukmu!.
Niscaya itu akan berbuah pahala yang besar untukmu. Janganlah kamu berhijrah karena kepentingan duniawi, karena itu tak akan membuahkan bagimu pahala sedikitpun. Semisal kamu berhijrah dari merokok karena paru-parumu menghitam. Kamu berjilbab karena tidak enakan dengan temanmu. Jika kamu melakukan semuanya karena dunia, kamu tak akan mendapat pahala sama sekali. Karena hijrah yang sebenarnya dan berbuah pahala adalah saat kamu mengikhlaskan niat hijrahmu untuk menggapai ridha-nya. Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang telah menjelaskan semuanya, dari hal remeh seperti buang air, sampai ke lingkup pemerintahan, semuanya terdapat tuntunannya dalam islam. Karena tidak ada agama yang sempurna seratus persen di muka bumi ini, kecuali agama islam.
Inilah agama yang dianut oleh para nabi sebelumnya. Seperti Nabi Daud, Ismail, Sulaiman, Yahya, Nuh, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, dan seluruh para nabi. Karena islam menyeru kepada penyembahan tuhan yang satu dan berhak untuk disembah, Allah. Dan meninggalkan peribadahan kepada selainnya secara mutlak dan keseluruhan. Kamu tak sekedar mengucap syahadat saja, selain itu juga kamu harus yakin dengan hatimu, dan mengamalakan apa yang kamu ucapkan dengan perbuatan anggota badanmu. Itulah keislaman yang sebenarnya. Jadikan hijrahmu sebagai jalanmu untuk belajar mendalami agama, setelah kamu meniatkannya agar mendapat ridha dan surga-Nya.
Kamu mungkin bertanya, bukankah Allah telah menakdirkan diriku sebagai Non-Muslim, lalu apa gunanya aku berhijrah menuju islam? Bukankah ini melawan takdir tuhan?
Jawabannya adalah tidak. Ketetapan Allah juga bisa berganti untukmu. Yang kamu lakukan hanyalah perantara untuk mendapat sebab, yaitu masuk syurga. Keislamanmu juga telah ditakdirkan oleh Allah, maka bersyukurlah jika Allah masih memberimu jalan hidayah. Bukannya malah duduk berpangku tangan, bukannya malah pasrah dengan takdir kawan!
Usahamu menuju surga-Nya, akan tercapai jika kamu berhasil menggapai rahmat-Nya. Karena kita masuk surga bukan karena amal kita semata. Kita masuk surga juga dikarenakan rahmat-Nya yang amat luas untuk seluruh hamba-Nya yang beriman.
Kedua: Perbanyaklah doamu dan kuatkan tekadmu.
Ingatlah, hanya Allah yang mendengar semua permintaan dan keluhan hatimu. Kamu tak perlu menangis, karena kamu memiliki tuhan yang mampu untuk memasukkan kebahagiaan dalam kesedihanmu. Dialah tuhan yang akan selalu menyertaimu. Angkatlah tanganmu dan keluarkan seluruh isi hatimu kepadanya. Tak perlu kamu mengucapkan seluruh isi hatimu dalam satu bahasa, yaitu bahasa Arab. Karena Allah juga akan menanyaimu di hari kiamat nanti secara langsung tanpa harus ada penerjemah yang menyertai-Nya.
Dia maha mampu atas segalanya. Walaupun kamu menyerunya dengan bahasa Amerika, Inggris, Spanyol, Poland, Nigeria, Hindia, dan Korea sekalipun. Tapi alangkah baiknya jika kamu menyerunya dengan doa yang diajarkan oleh Nabimu. Bukankah begitu?
Kuatkan juga kesabaranmu, jangan sampai nafsu mengalahkan tekadmu. Ingat, di sana ada surga yang telah dijanjikan untuk mereka yang beriman. Allah berfirman yang artinya:
“Para malaikat berkata ‘salam kesejahteraan atas kesabaranmu.” maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu” (Ar-Ra’d: 24)
kesabaran adalah kunci sebuah konsisten. Dan kesabaran itu tak akan pernah ada dalam diri mereka yang sering mengeluhkan kesusahannya kepada manusia. Cukuplah Allah, tempat untuk kita mengadu. Maka, bersabarlah dan yakinilah, dibalik ketaatanmu dalam beragama islam, itu akan membuahkan pahala surga buatmu, insyaallah.
Karena, yakin ataupun tidak, Allah pasti akan mengujimu saat engkau berhijrah menuju ke jalannya. Engkau akan menderita dan merasa tersakiti. Bagaimana tidak, kamu yang sebelumnya melakukan apa yang Allah haramkan, kini harus berubah menjalani apa yang Allah wajibkan dan meninggalkan kebiasaan haram dan dibenci oleh Allah yang biasanya engkau lakukan. Semuanya tak lain karena Allah ingin menguji sebesar apakah dan sekuat apakah niatmu untuk meniti jalan menuju keridhaan-Nya. Ingatlah, ada pahala yang telah Allah siapkan untukmu. Allah berfirman yang artinya:
“Dan sungguh, kami benar-benar akan menguji kamu sehingga kami mengetehaui orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan kami uji perihal kamu” (Muhammad: 31)
Yakinlah! Allah pasti akn mengujimu di jalan hijrahmu, apalagi saat pertama kalinya kamu melangkah. Kamu harus siap untuk itu! Allah mengujimu tentang kesungguhanmu. Sampai akhirnya, setelah kesulitan yang engkau alami akan berubah menjadi kemudahan dan kebahagiaan yang tersendiri buatmu. Yakinlah! Allah senantiasa ada untukmu.
Ketiga: Lupakan masa lalumu dan berubahlah ke kehidupan baru yang lebih cerah dari sebelumnya.
Beralihlah kepada kehidupan barumu. Mungkin kamu memiliki teman yang dulu adalah partner hidupmu. Tapi setelah kamu berhijrah, kamu mungkin harus siap melupakan mereka dan berganti kawan yang mungkin akan membantumu menuju hijrahmu. Karena hijrah tak akan berhasil jika kamu tak melakukan perubahan yang membuatmu terlihat berbeda dari sebelumnya.
Apa gunanya, kamu mengaku hijrah, tapi jika kamu masih hidup dengan kondisi dan teman yang sama? Hijrah adalah, kamu meninggalkan semua masa lalumu yang suram dari cahaya Allah, menuju ke kehidupan baru yang berbeda dan penuh dengan ridha-Nya.
Mungkin, jika kamu adalah warga dari negara yang sulit bagimu untuk melakukan ritual keislamanmu, kamu bisa berpindah ke negeri yang mungkin lebih mempermudahmu untuk melakukan ritual keislaman. Mungkin, temanmu dan kondisi lingkunganmu sekarang akan mempersulit perjalanan hijrahmu, kamu bisa mengambil solusi untuk berpindah ke tempat dan lingkungan yang akan mempermudahmu untuk konsisten dengan hijrahmu. Bumi Allah ini itu luas. Jika seandainya kamu memiliki kemampuan dan tekad, pasti Allah akan mempermudahmu melalui berbagai caranya yang mungkin tak pernah kamu sangka.
Kamu harus melupakan teman masa lalumu yang suram! Lantas mulailah untuk mencari teman ataupun pendamping yang akan menunjukimu jalan menuju surga-Nya. Itulah yang terbaik buatmu.
Keempat: jangan sampai salah memilih jalan.
Seperti yang kamu ketahui sekarang ini, islam terpecah menjadi beberapa sekte yang kebanyakan menyimpang. Kamu jangan sampai tertipu oleh bisikan setan yang akan lebih menyesatkanmu. Ketahuilah, betapa banyak umat islam sekarang ini yang mengadakan sesuatu perkara dari agama yang tak pernah ada tuntunannya dari Nabi. Mereka berlebihan dalam memuji Nabi dan sejenisnya dari amalan-amalan yang tidak pernah Nabi ajarkan sebelumnya.
Maka, ambillah kunci keberhasilan ini, yaitu, engkau mengikuti jalan Allah dan Rasulnya. Selama yang kamu pelajari itu dari apa yang Allah perintahkan dan apa yang Nabi-Nya perintahkan juga, maka lakukanlah. Kunci hijrahmua adalah Al-Qur’an, dan As-Sunnah. Jangan sampai kamu terpedaya dengan sesuatu ajaran yang menyeleweng, tapi terlihat baik. Ingat, selama orang yang kamu belajar kepadanya itu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ikutlah dia dan ambil keberkahan ilmu darinya.
Sebaliknya, jika kamu mendapati sesuatu yang tidak pernah ada ajarannya dari Nabi, maka tinggalkan dan buang sejauh-jauhnya. Ingatlah, musuh bebuyutanmu tak akan pernah tidur meninggalkanmu setelah engkau mendapat hidayah-Nya. Dia adalah iblis yang semoga Allah melaknatnya. Iblis akan mencari jalan untuk menyesatkanmu dengan jalur syubhat. Karena itu, jangan sampai kamu terjerumus dalam perkara syubhat, apalagi bid’ah. Syubhat adalah perkara yang meragukan dan bid’ah adalah perkara agama yang baru atau dibuat-buat. Nabi pernah bersabada yang artinya:
“siapa yang melakukan amalan yang tak pernah ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak”
Ingatlah! Jangan sampai kamu tersesat sesudah hijrahmu. Ikutilah jalan Allah dan Rasul-Nya serta jalan para shabatnya. Jangan kamu ikuti para ulama sesat yang hanya menggemborkan bahwa jika dia adalah keturunan Nabi yang patut untuk diikuti. Karena sejatinya kebahagiaan bukan karena mengikuti keturunan Nabi, tapi melakukan apa yang Nabi ajarkan, itulah kebahagiaan. Walau dia keturunan Nabi, tapi dia melakukan apa yang tak pernah Nabi ajarkan, maka jangan kamu ikuti sekalipun.
Karena, jika kamu telah menjadi ahli Bid’ah, kamu akan sulit untuk menerima kebenaran, karena kamu akan menganggap semua yang kamu ajarkan itu benar, tanpa harus mempertimbangkan apakah amalan ini diajarkan oleh Nabi atau tidak. Jalan yang sebenarnya adalah jalannya para salafusshaleh dan ahlussunnahwaljama’ah, itulah kemurnian yang sebenarnya dari agama ini.
Semoga Allah mempermudah jalan hijrahmu wahai kawanku, semoga kamu selalu konsisten dengan keislaman dan ketaatanmu pada-nya. Sekian dan terimakasih.








