“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Berpegang kepada Sunnah

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan".

Amalan tergantung Niatnya

Hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Islam Akan Kembali Asing

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال َ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ قال : بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيباً فَطُوبىَ لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR Muslim)

Amalan Bid'ah Tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Islam Dibangun di Atas 5 Perkara

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Agama Adalah Nasehat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)

Kamis, 18 Januari 2024

Pemuda muslim tangguh

 


Pemuda, seperti digambarkan dalam sebuah iklan: memandang setiap bahaya sebagai petualangan. Dunia remaja sering melambungkan angan-angan menembus batas realita. Mereka ingin menjelma menjadi siapa saja, apa saja, sementara mereka bukanlah apa-apa. Remaja adalah kehidupan yang membuat banyak orang lupa daratan. Lebih layaknya, pemimpi kesiangan. Selayaknya mereka untuk menghabiskan seluruh waktunya yang tersisa untuk kegiatan yang bermanfaat. Namun, kenyataannya mereka berbanding terbalik. Mereka lebih memprioritaskan supaya mereka menjadi seperti yang mereka idolakan.

Contoh saja, bagi para penggemar kartun jepang, mereka akan lebih sering mengkhayal dan mengimajinasikan diri mereka menjadi seperti pahlawan yang mereka tonton. Seperti Naruto, kakashi, dan sejenisnya, sehingga mereka lupa mandi dan melupakan semuanya. Mereka akan mengkhayal mampu bertemu dengan para hokage karena bentuk tubuh dan kemampuan berkelahi yang mereka miliki di dunia khayalan mereka. Namun mereka tak sadar, jika mereka adalah para lelaki kurus, atau malah gembrot.

Tak jauh dengan para penggila bola. Mereka yang menjadi supporter, pasti akan mencoba meniru gaya pemain yang mereka kagumi dari klub itu. Contoh saja, para penggemar A.C.Milan akan lebih condong jika gaya rambut dan gaya bermain mereka seperti oliver giroud. Bintang asal prancis yang gaya bermain dan gaya rambutnya banyak ditiru orang. Tak jauh dari para fans Barca, mereka pasti lebih fanatik kepada si bintang asal Brazil itu. Alih-alih mereka meniru, mereka justru malah meneladani sifat buruk mereka juga, seperti main wanita dan sejenisnya.

Anehnya, mereka tak pernah sadar dengan apa yang mereka perbuat. Padahal, dengan mereka bergaya tak sesuai dengan tempatnya itulah yang membuat mereka tampak aneh dan menggelikan. Kulit mereka hitam, tapi gaya semir rambut mereka seperti para pemain terkenal Eropa. Terkesan kuang bagus dan tak cocok. Oleh karena itu, jadilah diri sendiri wahai kawanku! Aku tak pernah melarangmu untuk memimpikan cita-citamu, tapi apa gunanya kamu hanya sekedar duduk mengimpikan cita-citamu tanpa harus berusaha menggapai apa yang kamu mau. Bukankah itu membuang waktu? Pepatah Arab mengatakan yang artinya:

waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tak mampu memanfaatkannya dengan benar, dia akan membunuhmu”

memang benar, seorang yang tenggelam dalam lamunannya dan angan-angan panjangnya, akan menyesal di akhir hayatnya. Seorang pemuda yang tangguh adalah mereka yang menghabiskan umurnya dalam ketaatan, aktivitas seperti olahraga, menyelesaikan seluruh pekerjaannya dengan rapi. Merengkuh apa saja yang mampu mereka rengkuh dalam hal positif. Itulah pemuda muslim yang sejati.

Namun ternyata sebagian pemuda muslim sekarang jarang untuk melakukannya. Saat diminta sumbangan untuk warga muslim palestina yang sudah jelas saudara mereka seiman, mereka malah menolak dan beralasan bahwa uang itu akan mereka pakai untuk Top Up game dan sejenisnya.

Sementara, christiano ronaldho, yang jelas-jelas Non-Muslim saja, malah rela menjual sepatu emas atau golden but yang diraihnya saat karir gemilangnya di Laliga Santander dan Champions League bersama RealMadrid untuk membantu warga palestina. Semoga Allah memberinya hidayah.

Bagaimana dengan pemuda sekarang ini, kawan. Selain mereka bermalas-malasan, mereka juga terkadang hanyut menikmati trend barat yang semakin menghilangkan identitas mereka sebagai seorang muslim. Seharusnya kamu bangga dengan islam, karena islam adalah agama satu-satunya yang Allah cintai. Allah berfirman yang artinya:

sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah islam” (Al-Imran: 19)

namun, para remaja sekarang justru malah banyak protes dan beralasan. Mereka mengatakan bahwa mereka malu dengan islam yang tak memiliki andil apapun dengan dunia ini.

Duhai kawanku, kita telah memiliki sejarah yang lebih maju ketimbang eropa di zaman lampau. Apa yang kamu lihat dari eropa sekarang adalah hasil copyright mereka dengan kita. Islam yang menemukan Aljabbar, islam juga yang pertama kali menemukan daratan amerika sebelum christoper colombus dan amerigo vespuci datang.

Islam juga memiliki peradaban emasnya di spanyol, Al-Hambra. Islam juga, satu-satunya agama yang mampu menjamah seluruh lautan Mediterranian di abad pertengahan, setelah kemenangan besar mereka di pertempuran besar yang sengaja digelapkan oleh Eropa, agar manusia tak mampu untuk mengenali bagaimana bayang-bayang kehancuran mereka di tangan umat islam pada pertempuran besar di teluk Preveza antara Khairouddin Barbarrosa melawan Andrea Dorea. Itu semua adalah bukti kebesaran islam di dunia ini yang digelapkan oleh eropa. Islam lebih maju daripada Eropa jika kita mau untuk menelusurinya.

Maka bebanggalah kawanku, jika semenjak engkau kecil, engkau telah rajin melangkahkan kakimu untuk shalat di mesjid dan membaca Qur’an. Karena betapa banyak para pemuda yang tak snggup untuk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan ada yang selama hidupnya tidak pernah melangkahkan kakinya menuju masjid. Biar aku tahu apa rahasia di balik itu semua, sejatinya, perjalananmu menuju masjid itulah perjalanan yang diajarkan Nabimu, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang yang lupa dengan tuhannya. Maka berjalanlah menuju kepadanya wahai saudaraku! Walaupun kau harus merangkak di kegelapan shubuh, demi mengenal dan berdialog dengan tuhanmu yang sebenarnya.

Jika kamu adalah seorang budak, maka sadarlah, nyawamu juga budak, tapi bukan untuk tuanmu, tapi untuk tuhanmu. Seluruh manusia di bumi ini tidak lain hanyalah budak yang sepatutnya untuk taat kepada pemiliknya, Allah. Maka perbanyaklah ibadahmu untuk menghadapi hari di mana nyawamu harus pergi meninggalkan dunia ini. Selain itu juga, kamu harus menjadi seorang pemuda yang tangguh dan kokoh dengan syiar islam.

Contoh saja, kamu malu diejek jenggotan saat kamu memeliharanya. Ketahuilah nabi pernah mengatakan bahwa jenggot itu adalah hiasan seorang muslim. Tapi kita malah tertipu dengan propaganda sesat para artis korea yang tak memiliki agama. Justru malah mereka, para pesepak bola terkenal yang tak beragama islam, malah bangga menampakkan jenggot mereka. Dan memang benar, jenggot juga tak membuat jelek wajah mereka, tapi justru malah membuat mereka tampan dan elegant.

Maka, janganlah engkau malu untuk mengamalkan sunnah Nabimu. Karena itu adalah jalan kebahagian hidupmu di dunia ini. Kamu seharusnya bangga, karena agama ini telah mengatur segala urusan pemeluknya dari hal sepele seperti buang air sampai tatacara mengatur sebuah negara. Maka jadilah engkau sebagai seorang pemuda muslim yang tangguh dan kokoh dengan mengamalkan sunnah Nabimu. Karena jika itu diniatkan untuk menggapai pahala, pasti akan tercapai. Maka bangkitlah dari mimpi kesianganmu menuju dunia nyata yang sebenarnya. Buktikanlah, dirimu adalah seorang pemuda muslim yang kokoh di atas sunnah serta mampu untuk membuat dan mengubah segalanya. Sekian dan terimakasih.

Rahasia kehidupan di dunia

 

Renungi kisah ini sejenak!

Sebuah tangisan terdengar dari sebuah ruangan tertinggi yang berada di gedung pencakar langit. Sebut saja Hikam, seorang direktur terkenal yang perusahaanya tengah mengalami kebangkrutan. Usaha yang telah dirilisnya bertahun-tahun, kini harus berhenti dikarenakan sebuah masalah. Dahulu, ia sering melupakan manusia karena kekayaan yang dimilikinya. Kini, orang-orang balik melupakannya saat derita menimpanya. Dunia yang dikejar-kejarnya, kini harus pergi sesaat dan bahkan untuk selamanya darinya. Dunia telah membuatnya lupa dengan segalanya. Sekarang, ia merasa menjadi seorang yang paling rugi nan sengsara.

Itulah renungan sejenak tentang gambaran dunia yang terkadang tak sesuai dengan apa yang kita ekspetasikan. Itulah dunia yang hina, namun dirimu tak pernah menyadarinya. Dunia ini hanyalah fatamorgana, yang apabila kamu tertipu olehnya, kamu akan menjadi orang yang paling sengsara. Betapa banyak mereka yang kaya, lantas mengakhiri hayatnya dengan tragis karena kekayaan yang gagal digapainya. Namun betapa banyak orang yang miskin dan mereka yang hidupnya biasa saja, tapi kebahagiaan seolah selalu meliputi diri mereka?

Kekayaan bukanlah tolak ukur kebahagiaan hidupmu di dunia ini. Tapi, perbuatan baikmu dan ketakwaanmu akan menjadi kunci kebahagiaanmu dalam menjalani kehidupan. Manfaatkanlah hidupmu untuk kebaikan, niscaya itu akan berbuah kebahagiaan bagimu. Namun sayangnya, kamu adalah yang termasuk dari hamba-hamba-Nya yang tergila terhadap dunia. Kamu selalu tampil mewah di hadapan teman-temanmu. Kamu selalu memamerkan seluruh aset kekayaan yang kamu punya di hadapan rekan-rekanmu.

Sekarang aku ingin bertanya kepadamu, apakah aset kekayaanmu itu akan ditanya di alam kuburmu kelak? Apakah engkau akan membawa aset itu sampai kamu dimasukkan ke dalam liang lahad?

Sekali-kali tidak! Aset kekayaanmu pasti akan meninggalkanmu bahkan akan pergi darimu untuk selama-lamanya. Allah telah mensifati dunia ini dengan banyak sekali sifat, salah satunya adalah firman Allah dalam surat Al-Hadid, yang artinya:

ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti akan adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu”(Al-Hadid: 20)

Pertama: Permainan, seorang akan terlena dengan kehidupan ini saat apa yang diimpikannya berhasil. Ia akan membangun kembali impian baru untuk menggapai sesuatu. Ibarat saat dirimu bermain game, saat kamu lolos dari level satu, pasti kamu akan mencoba ke level selanjutnya sampai kamu meraih kata ‘Victory. Sama dengan dunia ini, kamu akan mencoba bersaing bahkan melebihi yang lainnya. Agar kamu mendapat gelar sebagai orang terkaya ataupun sejenisnya.

Kedua: senda gurau, banyak dari materi dunia ini yang membuat kita terlena dengan senda gurau. Kamu mungkin sekarang tertawa merayakan kesuksesan yang mungkin kamu raih di dunia ini. Namun kamu tak mampu untuk mengetahui, jika mungkin kenikmatan itu lenyap seketika di hari esok. Senda gurau itu jugalah yang membuatmu lupa dengan Rabbmu yang Mahamulia.

Ketiga: perhiasan, seluruh isi dunia ini adalah perhiasan. Allah berfirman yang artinya:

sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya,(Al-Kahfi: 7)

Allah menjadikan apa yang ada di dunia ini sebagai perhiasan. Seperti, emas, berlian, batu mulia, Wanita yang cantik lagi shalehah, mobil mewah, dan rumah megah, semua itu adalah perhiasan dunia. Tetapi, sebaik-baik perhiasan dunia yang telah Rasul sabdakan adalah, yang artinya:

dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah”

perhiasan itu juga yang akan menjadi ujian bagimu, apakah kamu termasuk dari mereka yang terlena akibat perhiasan itu? Ataukah kamu termasuk dari hamba-Nya yang taat dan tak terlena dengan kehidupan dunia? Sesungguhnya yang mulia di sisi Allah bukanlah mereka yang kaya, banyak jabatan, tinggi kedudukan, bukan!! Tapi yang mulia itu adalah mereka yang bertakwa.

Keempat: berbangga diri di antara kamu, dunia ini adalah tempat bagi orang-orang kafir yang berbangga diri. Mereka yang memiliki harta melimpah akan saling menghina satu sama lain. Mereka akan menghormati dan mendengarkan yang sepangkat dengannya saja, dengan niat untuk membanggakan diri mereka atas yang lainnya.

Kelima: berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, dunia adalah tempat orang-orang yang lupa dengan tuhannya untuk berlomba. Mereka akan berusaha menimbun harta mereka sebanyak banyaknya, mendirikan bangunan yang megah, dan memperbanyak keturunan mereka. Mereka akan begitu bangga saat mampu memamerkan pakaian kebesaran yang mencerminkan kekayaan mereka atas yang lainnya.

Keenam: kesenangan palsu, betapa banyak orang yang terlupa dari mengingat Allah karena kenikmatan dunia. Sehingga mereka tak mengingat apa yang akan mereka siapkan untuk menghadap kepada tuhan mereka nanti. Mereka lupa, bahwa mereka akan diminta pertanggung jawaban atas amalan yang telah mereka perbuat di dunia. Jika mereka hanya menimbun harta dan lupa untuk mengingat-Nya, lantas apa yang akan mereka bawa saat hendak menghadap Rab mereka.

Tahukah kamu, apa hikmah di balik mayat mampu mendengar derap kaki orang-orang yang meninggalkannya?

Jawabannya adalah supaya dia tersadar, bahwa dunia yang telah diusahakannya selama ini telah pergi darinya. Hanya amalan kebaikannya saja yang akan menemaninya di dalam kuburannya. Jika dia tidak memiliki amal kebaikan, maka penderitaan di alam barzakh yang akan diperolehnya. Barulah dia yakin, bahwa dunia ini adalah kenikmatan yang sementara.

Maka berbahagialah engkau wahai saudaraku. Jika semenjak kecil, engkau telah faham serta tidak silau dengan kehidupan dunia yang menipu ini. Itulah salah satu dari kasih sayang yang diberikan Allah untuk mereka yang dikehendakinya. Kamu mungkin akan bertanya, bagaimana hinanya dunia ini di sisi Allah? Setelah kamu mengenal sifat dunia ini melalui ayat-Nya.

Sekarang adalah waktu bagimu untuk mengenal hinanya dunia ini di sisi-Nya melalui ucapan Nabi-Nya.

Pertama: dunia lebih hina daripada bangkai kambing. Diriwayatkan dari Jabir, yang artinya:

nabi berjalan melewati pasar melalui dataran tinggi, sementara orang-orang mengerumuninya. Beliau berjalan melewati bangkai kambing yang telinganya kecil alias cacat, sembari memegang telinga cacat kambing tadi, Nabi bersabda “ siapa yang berkenan dari kalian untuk membeli ini seharga satu dirham?” orang-orang menjawab “ kami sama sekali tak tertarik dengannya, lantas apa yang akan kami perbuat dengannya?” Beliau bersabda, “ apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” orang-orang berkata, “ demi Allah, kalau anak kambing jantan ini hidup, ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati dan menjadi bangkai?” Beliau bersabda: “ demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian” (HR. Muslim, no. 2957)

Kedua: Dunia tidak berharga sama sekali di sisi Allah meski seberat sayap nyamuk. Rasulullah bersabda yang artinya

seandainya dunia ini di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, maka di tidak memberikan sedikit minuman darinya kepada orang kafir”(HR. Tirmidzi)

Tapi kenyataanya, mereka yang menyekutukan Allah justru menjadi hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Maka semakin terbukti, bahwa dunia tak ada berharganya sama sekali ketimbang sayap nyamuk.

Lantas, apa yang akan di alami oleh mereka yang mengejar dunia ini? Jawabannya adalah seperti yang Ibnul Qayyim ucapkan :

pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: kesedihan yang terus menerus; keletihan yang berkepanjangan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti”

Itulah gambaran seorang pecinta dunia dengan angan-angan ‘Duniawi yang selalu ingin digapainya.

Lantas apa yang akan terjadi bila seseorang menjadi budak dunia ini? Jawabannya adalah:

1. Dia akan menghalakan berbagai cara untuk menggapai harta, baik melalui korupsi, mencuri, penipuan, perzinaan, dan sebagainya. Padahal itu adalah perbuatan yang diharamkan syariat.

2. Dia akan menyesali semuanya di akhir hayatnya, saat kematian menghampirinya. Amalan apa yang akan dibawanya untuk menghadap Allah?

3. Mereka adalah orang yang paling tersiksa karena dunia pada tiga hal. Pertama, dia disiksa dunia dalam bentuk usaha, kerja keras untuk mendapatkannya, dan perebutan dunia dengan sesama penggila dunia. Kedua, dia disiksa di alam barzakh (kubur) sebelum mereka disiksa karena dunia di akhirat kelak.

4. Dia akan menjadi orang yang paling bodoh dan tolol. Sebab, ia lebih mengutamakan khayalan daripada kenyataan, lebih mengutamakan bayang-bayang yang akan hilang daripada kenikmatan abadi di surga nanti.

Ketahuilah, umurmu di dunia ini hanya selama 1,5 jam. Mengapa bisa jadi demikian? Jikalau kamu hidup di dunia ini 60 tahun, maka satu harinya disisi Allah seribu tahun, seperti dalam firmannya surat Alhajj, yang artinya:

dan mereka meminta kepadamu agar mempercepat turunnya adzab bagi mereka, dan sekali-kali Allah tak akan pernah menyelisihi janji-Nya, dan sungguh satu hari di sisi Rabmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (Al-Hajj: 47)

Jikalau satu hari di sisi kita 24 jam, sementara di sisi Allah seribu tahun. Berarti kita hidup di dunia ini hanya 1,5 jam. Benar-benar singkat, bukan?

Kekayaan dan harta akan segera pergi dari kamu. Sekarang adalah waktu bagimu untuk mengakhiri kegilaanmu terhadap Dunia. Sekarang adalah waktu bagimu untuk meniti jalan Nabi-Nya, yaitu jalan menuju keridhaan-Nya. Semoga bermanfaat bagimu kawan! Sekian dan terima kasih, Allahua’lam.

The true of islam

 


Seluruh penduduk dunia, akan lebih senang dan mudah mengaitkan antara agama islam dengan teroris, bukankah seperti itu? Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengetahui yang sebenarnya tentang apa yang diajarkan agama satu ini. Apakah dia mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk membunuh para penentangnya? Kamu akan tahu setelah ini, fahami dan cermati baik-baik.

Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk seluruh umat manusia. Islam adalah agama yang membawa asas pokok satu. Sama seperti Injil dan Taurat, dua kitab yang Allah turunkan sebelum Qur’an.

Apa asas itu? Asas itu adalah, bahwa tiada tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Itulah asas pokok sebenarnya yang dikandung oleh kedua kitab sebelumnya. Aku berani mengatakan sumpahkun atas keyakinan bahwa, Injil dan Taurat hanya mengajarkan untuk beribadah kepada yang satu. Bukan yang tiga, ataupun sejenisnya.

Itulah asas islam yang pertama, yang kedua adalah, Hadits yang disabdakan melalui lisan Nabi-Nya. Selain itu juga, islam adalah agama yang mudah difahami secara akal naluri manusia sendiri. Islam tak mengajarkan untuk hidup membujang selamanya, bahkan islam menganjurkan untuk memperbanyak keturunan. Islam juga mengajarkan kepada seluruh pemeluknya untuk tidak saling menumpahkan darah, apalagi darah orang-orang di luar agama itu tanpa hak sedikitpun.

Sekarang adalah waktu untuk menjawab sekian pernyataan yang muncul di benak para pembenci islam.

Pertama: benarkah islam mendoktrin para pengikutnya untuk menjadi seorang pembunuh berdarah dingin?

Jawaban: Sejauh ini, islam tak pernah mengajarkan para pemeluknya untuk membunuh tanpa keterangan yang jelas. Bahkan islam melarang demikian, walaupun yang dibunuh adalah orang kafir sekalipun. Dengan syarat, orang kafir itu telah mendapat jaminan keamanan dari pemerintah atau dia adalah seorang yang tengah bepergian ke suatu wilayah dan mendapat jaminan keamanan. Yang diperintahkan untuk dibunuh adalah kafir harbi, atau yang sudah jelas dan secara terang-terangan untuk memusuhi islam. Membunuh nyawa yang tak berdosa tanpa sebab yang benar dalam islam adalah dosa besar. Lalu mengapa ada sebagian kelompok yang melakukan pengeboman terhadap tempat umum seperti gereja, gedung, dan sebagainya?

Jawabannya adalah, semuanya dikarenakan terlalu semangat mereka dalam beragama yang tak berlandaskan oleh ilmu. Mereka hanya menganggap perbuatan itu baik, tapi ternyata, perbuatan demikian itu adalah salah besar. Karena, walaupun seandainya ditengah kecamuk perang dan akhirnya peperangan itu umat islam menangkan, mereka juga tetap dilarang membakar pepohonan, membunuh orang lemah, wanita ataupun anak-anak dan dilarang keras mengusik tempat peribadatan mereka.

Lihatlah, mengusik tempat ibadah setelah wilayah itu dikuasai saja hukumnya haram. Apalagi mereka yang melakukan bom dan membuat onar di wilayah yang tak mereka kuasai. Tentu saja ini merupakan perbuatan yang salah besar dan diharamkan. Mereka hanya berdalih dengan jihad yang berbuah surga. Tapi, apa yang mereka perbuat bukanlah jihad, melainkan tindak pengerusakan yang tak dibenarkan. Seandainya mereka meninggal, mereka tidaklah syahid, tapi mati konyol yang sangat mengenaskan.

Oleh karena itu, diriku menghimbau kepada seluruh umat islam untuk tidak mengikuti seruan sesat para pendakwah yang mendakwahkan ilmunya tentang jihad tanpa landasan syariat sedikitpun. Perang sendiri harus memiliki syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mendapat persetujuan dari pemerintahan tertinggi. Jika tidak, maka itu tak dianggap sedikitpun berjihad.

Selain itu juga, perang yang islam ajarkan bukanlah untuk membumihanguskan. Perang yang Rasul ajarkan adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, menuju kepada Allah semata.

Rabu, 03 Januari 2024

Siapakah Pencipta Alam Semesta

 



Pagi yang indah di kota San Francisco, Amerika. Tampak sang surya menampakkan dirinya. Kicauan burung dan hangatnya sinar mentari pagi menjadi ikonik yang tak bisa terpisahkan dari indahnya pagi di kota ini. Mobil mobil tampak berlalu lalang memadati jembatan golden gate. Trotoar dan zebra cross kembali di penuhi para pekerja dan pelajar.

Pemandangan lazim di waktu pagi, bukan​​? Kecuali mungkin di hari liburan. Waktu silih berganti, sampai akhirnya datang senja menghias ufuk cakrawala. Semburat merah bercampur ungu memadati ufuk. Pertanda malam akan tiba. Sebentar! Alangkah indahnya jika kita merenung menatap langit malam nan indah dari tepi jembatan Golden Gate. Aku ingin bertanya padamu, pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri saat kagum melihat indahnya malam?

Siapakah yang mengatur semesta ini?”

Siapakah yang mengatur pergantian siang dan malam?”

Apakah dunia ini tercipta begitu saja?”

Atau disana ada yang mencipta segalanya,termasuk semesta?”

Siapakah pencipta bintang Sirius Alpha Majos?”

Siapakah pencipta langit tanpa tiang? Siapakah yang mengatur rotasi bintang sehingga bisa tampak cantik sedemikian rupa?”

Mungkin ini adalah salah satu dari sekian pertanyaan yang terbesit di benakmu kala mengamati indahnya jagat raya.

Mungkin dirimu akan terkesima melihat semuanya. Semilir angin mendamaikan pikiranmu dan mengalihkannya untuk bertanya: “Siapakah pencipta semesta ini? Adakah di sana ada yang mencipta?” Jawabnya: “Dialah Allah, Tuhan satu satunya yang mencipta dan mengatur semesta ini”. Dialah Maha Kuasa yang memberitahukan kepada hamba-Nya melalui Al Quran yang artinya:

Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari” (Al Hadid: 4).

Sekarang otakmu akan kembli bertanya: “Kalau Allah ada, lalu di manakah Allah?” Jawabannya adalah di atas langit, bersemayam di atas Arsy. Dipenggalan ayat selanjutnya Allah -ta’ala- melanjutkan firman-Nya:

Lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy” (Al Hadid: 4)

Arsy adalah singgasana Allah yang maha kuasa. Singgasana yang dipikul oleh 8 malaikat. Allah berada di langit ke tujuh. Tempat di mana Allah mengatur urusan hambanya dan mengurus jagat raya. Tapi kamu mungkin masih ragu tentang keberadaan Allah lantaran di dalam relung hatimu masih terbesit ucapan bahwa semesta tercipta dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan Tuhan(?). Sebentar! Aku ingin mengajakmu berfikir sebentar! Jikalau suatu hari engkau berjalan lantas menemukan sebuah bongkahan kayu tak terbentuk yang mungkin jatuh dari pohon di tepi jalan. Apa yang kamu fikir? Spontan kamu akan menjawab “ah, mungkin itu dari pohon ini’’ lalu apa yang akan kamu fikir jika yang di hadapanmu saat itu adalah kursi kayu yang terbentuk dan tertata bentuknya sedemikian rupa? Apakah kamu akan mengucapkan bahwa itu ada dengan sendirinya. Tentunya tidak! Pastinya ada yang menciptakan kursi itu lantas meletakkannya di tengah jalan,bukan? Begitu halnya dengan dunia, jika dunia tercipta dengan sendirinya apakah bisa serapi, sedetail dan begitu tertata seperti ini? Tentunya mustahil, yakinilah di sana pasti ada pencipta satu satunya yang menciptakan segalanya,pastinya dialah Allah, tuhanku dan tuhanmu. Dia banyak berfirman dalam ayat sucinya,bahwa dialah pencipta satu satunya.firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat ke 24 yang artinya:

Dialah Allah yang maha menciptakan,yang mengadakan[dari ketadaan] yang membentuk rupa,dia memiliki nama nama yang indah. Apa yang ada di langit dan di bumibertasbih kepada nya. Dan dialah yang Maha perkasa ,Mahabijaksana” (Al Hasyr: 24)

Allah juga berfirman di surat Fatir ayat 41. dia mengajak hamba-hamba-Nya untuk berfikir, Allah berfirman yang artinya:

Sungguh Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap”(Fatir: 41).

itulah sebabnya, mereka yang menolak adanya tuhan pencipta, pasti akan terdiam memikirkan apa yang terjadi di jagat raya ini. Bagaimana bisa, matahari terbit dari timur secara teratur, bagaimana malam dan siang bisa datang silih berganti? Bagaimana bisa, angin menggerakkan awan? Mungkinkah jika itu semua terjadi dengan sendirinya? Tanpa campur tangan Allah? Jikalau alam semesta ini tercipta dengan sendirinya, pasti matahari akan berubah rubah tempat munculnya. Mungkin hari ini di barat, esok di selatan. Yah, seperti yang sebelumnya aku ibaratkan untukmu, apakah batang kayu yang belum di bentuk menjadi meja sama dengan meja yang di bentuk sedemikian rupa? Pastinya berbeda, bukan? Jika batang kayu di ibaratkan seperti dunia dalam imajinasimu yang tercipta dengan sendirinya, tentunya tak beraturan bentuknya, ada yang bercabang ke sana dan kesini. Sekarang kau anggap itu seperti dunia, pasti dunia ini carut marut. Mungkin ada kalanya matahari terbit dari timur, malam berjalan lebih lama dari siang,semisal 20 jam untuk malam dan 4 jam untuk siang. Jika dunia berjalan seperti itu,apakah engkau siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi secara sendirinya. Tapi bayangkan dengan dunia yang kita alami dan kita jalani saat ini. Ibarat meja kayu yang terbentuk dengan rapi dan tertata. Matahari mengorbit sesuai garis edarnya, malam datang silih berganti dengan siang, dan seterusnya. Allah kembali melanjutkan firmannya yang artinya

Dialah menciptakan langit dan bumi dengan [ tujuan] yang benar” ( At Taghabun: 3 ).

Allah juga menyampaikan pada ayat yang lainnya di surat Al Hadid ayat 6 yang artinya

Dia[Allah] memasukkan malam ke dalam siang, dan siang ke dalam malam, dan Dia [Allah] Maha mengetahui terhadap isi dada[hati] (Al Hadid: 6)

Apakah layak bagi kita untuk mendustakan keberadaan Allah melalui ayat ini. Siapakah yang mencipta langit sekarang ini? Allah kembali menjawab pertanyaan ini melalui ayat yang lain di surat Al Mulk ayat 3 yang artinya:

Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis / bertingkat-tingkat (Al Mulk: 3)

Dia juga yang menciptakan kamu dari ketiadaan menjadi ada. Bukankah kamu dulunya hanya setetes mani lalu Allah menjadikanmu manusia yang sempurna dan berparas rupawan? Allah terlebih dahulu menjelaskan 1400 tahun yang lalu sebelum manusia menemukan alat untuk membaca gerakan janin. Allah berfirman dalam surat Al Hajj yang artinya:

wahai manusia! Jika kamu meragukan hari kebangkitan, maka sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak kami sampai waktu yang sudah di tentukan,kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian[ dengan berangsur angsur] kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang di wafatkan dan [ada pula] diantara kamu dikembalikankan sampai usia sangat tua [pikun],sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah di ketahuinya. Dan kanu lihat bumi ini kering, kemudian apabila kami telah turunkan air [hujan] di atasnya,hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan [tetumbuhan] yang indah(Al Hajj:5)

Allah adalah tuhan satu satunya,dialah yang mencipta dan mengatur segalanya. Dialah yang menciptakanmu dari setetes sperma sebelum akhirnya berubah menjadi dirimu. Apakah kamu masih meragukan keberadaannya? Mahasuci Allah atas apa yang kamu dustakan, Allah mampu untuk memberi hidayah kepada siapa saja yang di kehendakinya. Semoga Allah memberikan hidayahnya kepadamu! Hai kawanku. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membuka hidayah melalui jalan apapun bagi hamba yang di kehendakinya. Semoga dirimu juga termasuk hai kawanku! Sekian dan terimakasih.wasiat terakhirku untukmu adalah, jangan sampai engkau disesatkan oleh kebodohanmu hingga engkau wafat! Ingatlah, semesta ini tercipta karena Allah! Berhati hatilah jika maut menjemputmu sementara engkau belum meyakini dan mengimani bahwa dialah satu satunya tuhan yang layak untuk disembah! Jangan sampai kesombongan membuatmu tertutup dari hidayah! Bukalah Al Quran dan bacalah semua isinya agar engkau lebih bisa mengenal siapakah dia, karena Al Quran adalah kalam Ilahi untuk mereka yang memiliki akal nurani.

Hidayah Di Ujung Perjalanan

 


Renungi dan fahami kisah di bawah ini.

Perang mu’tah terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Inilah pertempuran terbesar pertama antara umat islam menghadapi pasukan Romawi Byzantium. Tidak tanggung-tanggung, Rasulullah menunjuk tiga panglima perang sekaligus karena Nabi begitu faham akan kehebatan lawan. Peperangan meletus, pasukan muslimin yang berjumlah 3000 personil harus berjibagu menghadapi 200.000 pasukan Romawi. Zaid bin haritsah, panglima pertama yang ditunjuk oleh Rasulullah gugur menemui syahidnya. Bendera beralih ke tangan sepupu Nabi, Ja’far. Namun lagi-lagi Ja’far harus menemui syahidnya setelah kedua tangannya dibabat musuh dan tubuhnya ditebas. Abdullah bin Rawahah segera mengambil alih, hingga akhirnya ia harus terbunuh menyusul kedua sahabatnya.

Maka saat itu, Khalid bin Walid yang merupakan seorang prajurit biasa segera mengambil alih panji peperangan setelah tiga panglima yang ditunjuk Rasul gugur. Di sinilah, kehebatan Khalid dalam menyusun strategi perang mulai kelihatan. Ia segera membuat siasat baru untuk menghadapi Romawi. Dengan mengubah sayap kanan ke sayap kiri dan sebaliknya. pasukan garis depan ke belakang dan sebaliknya. Sehingga yang tampak di mata Romawi, pasukan Islam seperti baru mendapatkan bala bantuan.

Dalam perang ini Khalid berperang habis-habisan, hingga tujuh pedang miliknya patah. Namun karena jumlah musuh yang demikian besar, Khalid mencoba menarik pasukan muslimin secara perlahan dari kebinasaan. Maka dalam pertempuran ini, Umat islam mendaapat kemenangan gemilang. Terbukti dengan terbunuhnya umat Islam hanya sebanyak 12 orang saja, sementara tak sedikit dari pihak Romawi yang berguguran. Dalam pertempuran ini, Khalid bin Walid yang baru memeluk islam mendapat julukan dari nabi Muhammad Sallallahualaihiwasallam sebagai pedang Allah yang terhunus. Julukan ini melekat dalam diri Khalid, namanya mulai ditakuti oleh lawan-lawannya. Termasuk Byzantium saat itu.

(Aqraba Al-Yamama, 12 Hijriah)

Dalam menumpas gerakan murtad di jazirah arab sepeninggal Nabi, nama Khalid benar-benar membuat merinding telinga pasukan murtad. Sehingga tak ada satu pun kelompok atau suku yang berhasil menghalau gerak laju pasukan Khalid.

Menumpas Persia di Iraq pun, Khalid tak mampu ditundukkan dengan mudah. Bahkan kehebatannya dalam memainkan pedang dan kecerdasannya dalam mengatur siasat, membuat pasukan Persia tak mampu berbuat banyak.

Kehebatan Khalid inilah yang akhirnya terdengar di telinga Jenderal besar Romawi, Georgeus theodorus atau lebih dikenal umat islam dengan nama jurja. Seorang Jendral yang gesit, ditakuti, dan disegani lawan. Berbagai pertempuran dilaluinya dan selalu mendapat hasil gemilang. Mendengar pergerakan pasukan Khalid yang terus merangsek menaklukkan seluruh wilayah Romawi yang dilaluinya, georgeus mulai tertantang. Apalagi nama Khalid yang sering disebut-sebut di kalangan Romawi semakin membuat dirinya penasaran.

Maka, pertemuan dengan Khalid adalah momen yang paling dinanti-nanti oleh Georgeus. Sebagai seorang kerabat Kaisar Heraklius, Georgeus mendapat kepercayaan dari sang Kaisar untuk memimpin pasukan besar menghadapi Khalid Bin Walid. Di sinilah, peran Georgeus mulai ditoreh dalam tinta sejarah.

orang islam telah bergerak kemari wahai Georgeus!!” ujar Kaisar.

mana mungkin umat Islam berani melakukan itu

Georgeus semakin bersemangat menghadapi Khalid setelah sang Kaisar menjanjikan padanya hadiah besar, bahkan tahta Romawi jika dirinya berhasil menghentikan langkah Khalid bin Walid.

sungguh aku telah melantikmu menjadi panglima untuk pasukanku di Yerussalem, dan wilayah sekitarnya, dan aku berharap kamu bisa menghabisi mereka,” ujar Kaisar.

aku tak akan kembali kepadamu sebelum mendengar kabar kehancuran mereka dan pembantaian mereka hingga ke akarnya” tekad Georgeus.

jika memang itu yang kau inginkan, aku akan menjadikan arak-arakan bagimu di konstantinopel, seperti arakan para pahlawan. Dan manusia akan menyambutmu dengan mawar, lantas dirimu akan dipakaikan mahkota dari emas, dan aku akan jadikan kamu putra mahkota” janji sang Kaisar.

aku akan lakukan wahai saudaraku!” sahut Georgeus.

pergilah! Semoga rahmat tuhan menyertaimu!” perintah Kaisar.

Peran besarnya tercatat pada perang Ajnadain di tahun ke-13 Hijriah. Maka bersama panglima Romawi yang lainnya, Georgeus merancang strategi untuk menghadapi Khalid bin walid.

mereka lapar, itulah yang membuat mereka nekat masuk, sungguh aku telah berjanji kepada Kaisar untuk membantai mereka, oleh karena itu, aku perintahkan kalian untuk membantai mereka semua!!” titah Georgeus pada seluruh bawahannya.

Maka bertemulah kedua pasukan di lembah Ajnadin pada hari pertama pertempuran. Sebelum pertempuran dimulai, pihak Romawi sempat membujuk umat islam untuk menyerah, sebagai gantinya hadiah besar untuk muslimin dari Romawi jika mereka mau angkat kaki dari Syam, negeri yang dikuasai Romawi.

agar pasukanmu angkat kaki dari wilayah yang kami kuasai, dan kalian kami persilahkan untuk membawa pulang harta yang kalian dapat dari Syam, dan pulanglah dengan selamat, aku peringatkan kalian untuk tidak menyerang Syam untuk ke dua kalinya, dan ini adalah kemurahan hati Kaisar, lalu apa pendapat kalian?” tawar seorang prajurit Romawi ke Khalid

maaf, kami tak bisa menerima apa yang kalian ajukan” Namun, umat islam tetap bersikukuh dengan tiga opsi, memilih masuk Islam atau membayar Jizyah jika tak ingin berperang.

(Belt Guiva, Ajnadain)

Pertempuran meletus, umat islam yang telah disemangati Khalid berjuang habis-habisan hingga titik darah penghabisan. Semangat juang pasukan muslim berhasil mengematahkan semangat juang pasukan Romawi. Hingga di hari pertama pertempuran, umat islam berhasil meraih kemenangan gemilang.

Hingga di hari kedua peperangan, ia berniat menghabisi umat Islam. Namun lagi-lagi Allah menolong orang yang membela agama-Nya. Di pertempuran kali ini, Georgeus harus menerima kekalahan telak.

Sesampainya di hadapan Kaisar.

lepas semua pakaian kebesaranmu!!!” titah Kaisar.

Kekalahan ini membuat malu kaisar, apa rahasia kehebatan umat islam, ajaran baru yang di anut oleh kaum muslimin inilah kuncinya. Apalagi kaum muslimin berperang hanya untuk meraih kemuliaan mati syahid.

ampunilah aku hai saudaraku!!” rayu Georgeus.

jangan sebut aku saudaramu lagi!! kalau seandainya kamu menjaga kehormatan saudaramu, kamu akan memenangkan Ajnadin, atau lebih baik mati,kamu menjadi terhormat, bukannya malah lari meninggalkan medan perang, enyalah dariku!...” bentak sang Kaisar penuh emosi.

Maka tak ada pilihan lain, Kaisar segera melantik jendral muda tertinggi Romawi yang bernama Mahan untuk menggantikan Georgeus. Sementara Georgeus sendiri fokus ke front barat, menunggu kedatangan pasukan Khalid. Waktu demi waktu terus berlalu, georgeus semakin fokus menghadapi umat islam. Meski harus memimpin salah satu dari sayap Romawi. Georgeus semakin bertekad untuk bertemu dengan Khalid yang namanya kian melegenda di telinga romawi, tak hanya pada pasukan biasa, bahakan jenderal romawi sekalipun.

Hingga akhirnya, datanglah waktu yang dinanti- nanti. Bertemulah 45.000 pasukan muslim pimpinan Khalid menghadapi 250.000 pasukan Romawi di lembah Yarmuk pada tahun 14 Hijriah. Inilah pertempuran menentukan antara umat islam menghadapi Romawi. Sekaligus menjadi tanda runtuhnya kekuasaan Byzantium di Syam.

Sebelum pertempuran dimulai, Georgeus mencoba untuk mengajak Khalid berduel. Selain mengurangi korban cidera, dirinya juga ingin menguji kehebatan panglima muslim satu ini.

Khalid, keluar dan hadapi aku Khalid!! aku jurja

kedua panglima besar maju ke tengah medan perang. Sembari menenteng tombaknya, Georgeus menyelidiki kehebatan Khalid. Dalam dirinya, ia bertanya “sebenarnya apa kehebatan Khalid? Apakah karena mendapat pedang dari Allah? Sehingga dijuluki pedang Allah?” terdorong rasa penasaran, Georgeus pun bertanya kepada Khalid.

Georgeus: “wahai khalid, beritahukanlah kepadaku, apakah Allah menurunkan kepada Nabimu pedang dari langit lalu memberikannya kepadamu, sehingga tidaklah kau menghunusnya kepada seseorang kecuali kamu menang atasnya”

Khalid menjawab singkat “tidak!”

georgeus: “lalu karena apa engkau dijuluki pedang Allah ?”

khalid: “sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi-Nya di antara kami, maka kami berpaling darinya,, lalu sebagian dari kami mengikutinya dan sebagian mendustakan, dan aku termasuk dari yang mendustakan...lalu Allah mengambil hati kami dan memberi kami hidayah-Nya, maka Rasulullah berkata kepadaku “kamu adalah pedang dari pedang-pedang Allah yang dihunus-Nya untuk kaum Musyrikin”

Georgeus: “ kepada apa kalian menyeru?

Khalid: “kepada persaksian bahwa tiada Illah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya

Georgeus: apakah mereka yang baru memeluk islam hari ini mendapat ganjaran yang sama seperti kalian?

Khalid: “ya, bahkan lebih

georgeus kagum, sifat panglima handal tak akan seperti itu kecuali jika didasari keyakinan agamanya yang mendalam. Georgeus semakin bertanya mendalam dan Khalid menjawabnya dengan jawaban yang masuk akal dan rendah hati.

Georgeus: “ berjanjilah kau tak akan bohong dengan ucapanmu”

Khalid: “demi Allah aku telah jujur kepadamu, karena sesungguhnya Allah menjadi saksi atas apa yang engkau tanyakan

Georgeus: “ajarkanlah aku Islam!”

hingga di luar dugaan Khalid, Georgeus membanting senjata dan tamengnya, meminta Khalid untuk mengajarinya Islam. Hidayah islam mengetuk hati sang jendral Romawi. Diawali dengan bersuci dan shalat dua rakaat. Karena di tengah pertempuran, hanya itulah yang Georgeus lakukan dan itu juga amalan yang dilakukannya selama memeluk islam. Namun iman telah melekat di dalam hatinya.

Georgeus berganti pakaian dan bergabung dengan pasukan muslimin pimpinan Khalid. Tentu saja tindakannya ini semakin membuat mental pasukan Romawi hancur. Apalagi Georgeus membocorkan strategi dan taktik perang Romawi pada Khalid, tentu saja keislamannya ini menyumbang peran besar bagi umat islam di perang Yarmuk.

Pertempuran besar meletus. Georgeus begitu bersemangat memerangi bangsanya sendiri, bahkan mengharapkan mati syahid kala melawan bangsanya. Georgeus akhirnya mendapat kemuliaan yang dicita-citakan oleh kaum muslimin, dirinya gugur menemui syahidnya. Umat islam berhasil memenangkan pertempuran dahsyat ini berkat pertolongan Allah melaui perantara bocoran strategi dari sang Syahid yang mulia, Geogeus Theodorus. Semoga Allah merahmatinya.

Faedah yang bisa kita ambil dari kisah di atas:

pertama: tak ada dari kita yang mengetahui akhir hayat seseorang. Contoh saja Georgeus, ia amat memusuhi islam sebelum akhirnya ia memeluk Islam di akhir hayatnya. Lantas Allah memberinya kemuliaan berupa mati syahid, walau ia hanya sempat melakukan dua rakaat shalat sebelum akhir hayatnya. Tak ada yang tahu, kapan hidayah Allah itu datang. Namun, hidayah itulah yang menjadi bukti cintanya Allah yang sedemikian besarnya kepada kita. Maka bersyukurlah jika Allah memberimu kesempatan untuk mendapat hidayahnya, meski hari ini adalah senja terakhir yang paling indah dalam kehidupanmu di dunia ini.

Dan untuk mereka yang telah meniti jalan hidayah, teruslah berdoa kepada-Nya supaya Dia mewafatkanmu sebagai seorang yang beriman kepada-Nya. Teruslah bersabar dalam mendakwahi mereka yang mungkin belum memeluk islam. Karena hidayah Allah datang kapan saja dan bagi siapa saja yang di kehendakinya, selama nyawa masih belum berada di ujung kerongkongan.

Kedua: islam tak pernah mengajarkan sebuah kata berupa pembantaian dalam sebuah peperangan. Itulah sebabnya, Islam selalu memberikan keringanan berupa damai atau menyerahkan upeti, tujuan diadakan upeti sendiri hanyalah semata untuk melindungi negara yang berada di bawah naungan islam tersebut. Karena perang yang diajarkan oleh Rashulullah adalah, membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah menuju kepada Allah semata. Allahua’lam.

Itulah mengapa, Khalid ditarik ke wilayah Syam unntuk menghadapi Romawi oleh khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nama Khalid semakin terkenal di kalangan Romawi, tak hanya di telinga prajurit biasa, bahkan di kalangan Jenderal Romawi sekali pun. Kehebatan Khalid inilah yang akhirnya terdengar di telinga Jenderal besar Romawi, Georgeus Theodorus atau lebih dikenal umat islam dengan nama Jurja.apakah karena mendapat pedang dari Alla

Yesus dan Marya dalam Al Quran

 

Tulisan ini dimulai dengan menyebut nama Allah,

tuhan Abraham, Isac dan Jacoeb


Lampu-lampu persiapan perayaan bertambah meriah di kota Miami ketika malam mulai larut di atas pantai-pantai di negeri bagian Florida Timur pada malam 25 Desember 2023.kota-kota di Amerika tengah menyiapkan perayaan Natal yang di gelar tiap tahun. Pohon-pohon cemara dihias, berbagai macam hadiah dibagikan,pakaian-pakian baru dikenakan. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan,dan lagu-lagu didendangkan sebagai pemberitahuan bahwa perayaan hari kelahiran Isa AL-Masih dimulai. Dari jendela pesawat, tampak seorang(sebut saja Lucas) tengah melontarkan pandangannya pada indahnya malam di atas langit kota Miami. Dalam dirinya, ia bertanya-tanya tentang sesuatu.

Apakah benar keyakinan yang dianutnya selama ini?

Benarkah tuhan memiliki seorang istri dan anak?

Mungkin juga dirimu, semakin bingung saat mendalami ajaran Kristiani. Alangkah baiknya engkau terdiam sesaat, merenungi kisah siapakah sebenarnya Yesus dan Ibunda Marya. dalam kitab suci Al-Quran yang berasal dari sumber yang sama seperti Injil yaitu Allah. Berikut adalah kisah keduanya dalam Al-Quran. Tetapi sebelum itu semua, Allah memulai kisah Isa/ Yesus dalam Al-Quran dengan pujiannya terhadap sang ibunda, Maryam. Seorang wanita yang taat di kalangan kaumnya. Bahkan Allah menjadikan Maryam sebagai wanita tersuci dan tertaat seperti yang di sebutkan dalam Al-Quran surat Ali-Imran. Allah berfirman yang artinya:

Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu(untuk beribadah), menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)”(Ali Imran: 42)

Allah memilih Maryam sebagai hamba-Nya yang suci dari sentuhan lelaki. Maryam akhirnya mengasingkan dirinya di Baitul maqdis atau lebih dikenal oleh sebagian umat Nashrani dengan nama tanah suci Yerussalem. Tanah yang pernah Allah janjikan untuk kaum nabi Musa. Namun, mereka justru menolak dan mengatakan pada nabi Musa seperti yang Allah firmankan dalam surat Al Maidah.yang artinya

mereka berkata[bani Israel], “Wahai Musa! sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih berada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap[menunggu] di sini saja.”(Al-Maidah: 24)

di Yerussalem, Maryam memfokuskan dirinya dalam beribadah kepada Allah. Sampai akhirnya, Allah menunjukkan bukti kekuasaanya melalui Maryam. Yaitu lahirnya bayi dari Maryam tanpa kehadiran seorang ayah. Kisahnya adalah,di saat Maryam tengah mengasingkan diri dari kaum-nya. Allah mengutus Jibril(malaikat-Nya) untuk menemui Marya agar memberinya kabar gembira(yaitu lahirnya Isa dari rahim suci Maryam tanpa hadirnya seorang lelaki). Jibril menampakkan dirinya dalam bentuk rupa seorang lelaki yang sempurna. Maryam sempat bertanya terheran, bagaimana bisa, ia melahirkan seorang anak padahal tak ada seorang lelaki yang menyentuh dirinya selama ini dan dia bukanlah seorang pezina? Al Quran menjelaskan jawaban Jibril untuk Maryam di surat Maryam, yang artinya,

dia jibril berkata “demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “hal itu mudah bagi-Ku, dan agar kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”(Maryam: 21)

jibril meniupkan ke rahim Maryam ruh Isa. Akhirnya Maryam mengandung. Maryam lantas mengambil keputusan untuk menjauhkan diri dari kaumnya supaya terhindar dari ejekan kaumnya terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Samapai akhirnya, Maryam melahirkan Isa di sebuah tempat yang orang Arab menyebutnya ‘Baitulahm’atau yang dikenal kaum Nasrani sekarang dengan nama ‘Betlehem’ pendapat ini disepakati oleh ulama tafsir seperti Anas Bin Malik. ‘Betlehem’ sendiri adalah sebuah desa yang terletak sejauh 8 mil dari tanah suci Yerussalem. Allah yang maha kuasa menjaga hambanya yang taat (Maryam) dengan menjadikan sungai dan pohon kurma untuknya. Inilah bentuk kasih sayang Allah untuk hambanya yang mulia nan taat. Maryam membawa bayi kecilnya kembali menuju kaumya. Betapa terkejutnya kaumnya saat mereka mendapati Maryam menggendong seorang bayi. Allah menyebutkan kisah ini dalam Al Quran di ayat 27 dari surat Maryam. Allah berfirman yang artinya.

maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkat “wahai Maryam sesungguhnya engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar”(Maryam: 27)

Allah kembali melanjutkan kisah betapa kaum-nya terkejut melihat bayi yang digendong Maryam di ayat selanjutnya, yang artinya:

wahai saudari perempuan Harun, ayahmu bukanlah seorang buruk perangai dan ibumu bukanlah seorang pezina”(Maryam: 28)

kaum-nya benar takjub, bagimana dia bisa melahirkan seorang anak? Apakh dia telah berzina? Akhirnya , bermunculanlah tuduhan- tuduhan keji untuk Maryam bahwa dirinya telah melakukan perzinaan. Perspektif kaumnya berubah drastis, Maryam yang dulunya mereka anggap sebagai wanita ahli ibadah (gelar saudara harun disematkan padanya karena ketaatannya dalam beribadah seperti nabi Harun, saudara nabi Musa) kini harus berubah menjadi seorang pezina lantaran bayi yang digendongnya. Allah tidak tinggal diam. Allah segera menunjukkan kuasa-Nya atas hamba-hamba-Nya dan pembelaanya terhadap Maryam. Allah menjadikan Isa mampu berbicara dengan sendirinya seperti pada ayat berikutnya di surat Maryam yang artinya:

Maka dia Maryam menunjuk kepada (anak) nya. Mereka berkata, “bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”(Maryam: 29)

dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, dia memberiku kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi,”(Maryam: 30)

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup;”(Maryam: 31)

dan berbakti kepada ibuku,dan dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.”(Maryam: 32)

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali,”(Maryam: 33)

Allah memberikan mukjizat-Nya kepada Isa sebagai bukti, bahwa Allah maha mapu atas segala sesuatu. Semuanya terdiam sejenak, bayi ajaib! Allah telah memberinya kitab suci dan memberkahinya dimana saja ia berada. Namun, ia (Isa) tetaplah seorang hamba Allah. Bukan seorang anak Allah. Isa memerintahkan kaumnya untuk menunaikan shalat dan zakat.Dan dia juga memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua, terlebih seorang ibu. Isa tumbuh dengan membawa banyak keberkahan dan mukjizat, di antaranya adalah,

dia mampu meniupkan ruh kepada seokor burung mainan yang terbuat dari tanah liat, dengan izin Allah tanah liat itu berubah menjadi seekor burung yang mampu terbang.

Menyembuhkan penyakit kusta dan buta. Juga menghidupkan orang yang meninggal,dengan seizin Allah. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firmannya di surat Ali Imran, yang artinya:

Dan sebagai rasul kepada Bani israel (dia berkata), “Aku telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (Mukjizat) dari tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah, Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku memberitahukan kepada kamu apayang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman”(Ali Imran: 49)

Isa menyeru kepada kaumnya untuk meninggalkan peribadatan kepada selain Allah menuju kepada Allah semata. Sebagian dari BaniIsrael mengimaninya dan mengikutinya dan sebagian pula mendustakannya dan mencoba untuk membunuhnya (termasuk Yahudi) Allah memuji para ‘hawariy’ di surat Ali Imran yang artinya:

Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israel), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” para hawariyyun (sahabat setia Isa) menjawab, “kami-lah penolong (agama) Allah.kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim’’(Ali Imran: 52)

Allah juga menyebutkan di dalamAlQuran tentang orang-orang Nasrani, janji Allah kepada mereka tentang surga. Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang kristen dan orang-orang Sabiin (Umat sebelum Nabi Muhammad saw. Yang mengimani bahwa adanya ‘tuhan yang maha esa dan pengaruh bintang-bintang), siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari tuhan-Nya (Allah) tidak ada rasa takut pada mereka, dan merekatidak bersedih hati”(Al Baqarah: 62)

Allah menjanjikan pahala bagi umat nasrani selama mereka hanya menyembah kepada Allah dan tidak menjadikan sesembahan selainnya. Pahala yang mampu mengantarkan seseorang menuju surga-Nya. Allah telah mewahyukan sebuah ayat kepada nabi-Nya (Muhammad) dan nabi-nabi sebelum Muhammad S.A.W tentang hal ini, yaitu beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya. Ayat itu tak akan pernah terhapus, Allah menjaganya di kitab-kitab terdahulu seperti Injil, Taurat,dan Zabur. Yang artinya:

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “sungguh, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi”(Az-Zumar: 65)

Isa terus berdakwah menyeru kepada Bani Israil, sampai akhirnya, kaum-kaum ahli makar yang mereka mengaku bahwa Allah mencintai mereka, melakukan siasat untuk membunuh dan menyalib nabi Isa. Mereka adalah bangsa Yahudi. Allah telah melaknat mereka atas lisan Daud dan tuduhan keji mereka terhadap Maryam. Allah menyebut Yahudi sebagai bangsa yang dimurkai lantaran mereka mengetahui kebenaran namun justru mereka sembunyikan dan enggan untuk mengamalkan karena kesombongan mereka. Allah mengutuk mereka menjadi monyet-monyet seperti dalam firman-Nya yang artinya:

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamupada hari Sabat, lalu kami katakan kepada mereka , “jadilah kamu kera-kera yang hina”(Al Baqoroh: 65)

Allah juga menyebutkan permusuhan Yahudi terhadap umat islam yang amat besar, Allah berfirman yang artinya

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang Musyrik,dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tak menyombongkan diri.”(Al-Maidah: 82)

Cukup ayat ini menjadi bukti bahwa musuh bebuyutan terdepan umat islam adalah Yahudi. Akhirnya, Isa resmi menjadi buronan pasukan Romawi Byzantium untuk di bunuh dan disalib. Isa bersama muridnya bersembunyi di sebuah tempat yang tak diketahui oleh musuhnya. Namun sayangnya, salah satu dari murid-muridnya berkhianat ( sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa nama si pengkhianat itu adalah Yudas) dan memberi tahu tempat persembunyian nabi Isa kepada pasukan Romawi. Namun lagi-lagi Allah menolong hambanya. Dikesempatan kali ini, Allah mengangkat nabi Isa dan menyerupakan wajah Yudas dengan wajahnya nabi Isa. Akhirnya Yudas ditangkap, sebelum akhirnya disalib oleh pasukan Romawi. Itulah mengapa terdapat banyak sekali keganjilan tentang siapakah yang sebenarnya mereka salib, isa atau bukan? Allah akhirnya memberitahukan jawaban itu melalui ayat-Nya yang artinya :

...padahal mereka tidak membununhya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang telah diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang pembunuhan Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidaktahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya”(An-Nisa: 157)

Allah menjelaskan di ayat selanjutnya yang artinya:

tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”(AnNisa: 158)

selayaknya bagi kita untuk mengimani firman Allah ini. Yaitu, Isa masih hidup sampai saat ini dan akan turun kembali menjelang hari kiamat nanti. Tepatnya di menara putih Damaskus. Sebelum akhirnya ia membunuh Dajjal yang diikuti oleh 70.000 kaum Yahudi. Itulah Isa dalam agama islam. Seorang nabi yang mulia, bukanlah anak Allah seperti yang dianut dan diyakini oleh sebagian, bahkan seluruh kaum Nasrani. Maryam adalah hamba-Nya yang taat, bukanlah seorang pezina atau istri tuhan. Dalam keyakinan Islam, Allah adalah tuhan satu-satunya. Tak ada sekutu baginya baik di langi ataupun di bumi. Dialah Mahakuasa pemilik kerajaan langit dan bumi. Tak layak bagi-Nya untuk di beri gelar bahwa ia memiliki seorang anak.

Bagaimana bisa, mereka (umat Islam) meniadakan seorang anak ataupun istri disisi Allah?

Apakah ada perumpamaan yang logis tentang keyakinan mereka? Atau ada sesuatu yang menguatkan keyakinan mereka?

Mungkin itu adalah segelintir pertanyaan yang mungkin akan terbesit di benakmu. Sekarang, dengarkan dan fahami baik-baik ucapanku ini

Pertama; jika kamu adalah seorang kristiani, kira-kira apa yang akan terucap dari mulutmu saat aku mengatakan kepada seorang Paus yang mulia atau seorang Uskup yang suci dari menikah

“selamat datang untukmu dan untuk anakmu, wahai paus”

kamu pasti akan marah dan spontan berucap

“kamu bodoh! Mereka tak layak untuk diberi gelar beranak ataupun beristri, karena mereka suci”

sekarang, aku ingin kembali bertanya padamu. Jika kamu menjadikan kesucian mereka itu dengan tidak menikah dan beranak, lalu mengapa kamu meniadakan kesucian itu untuk tuhanmu? Bagaimana engkau bisa tulus menyembah tuhanmu, sementara disisi lain engkau justru malah menghinanya, yaitu dengan meniadakan gelar suci untuknya.

Kedua; jika kamu menganggap Yesus sebagai tuhan, lantas mengapa sebelum dirinya disalib ia sempat berteriak

Ellie,Ellie, lima sabakhtani (tuhan, tuhan, mengapa engkau tinggalkan aku)”

kalau seandainya dia tuhan, mengapa ia justru malah meminta tolong kepada tuhan? Bukankah tuhan mampu atas segalanya?

Ketiga; jika seandainya penyaliban Yesus semata adalah sebagai cara bagi dirinya untuk menebus dosa seluruh umat manusia, mengapa ia harus bersembunyi bersama murid-murid setianya dari kejaran tentara Byzantium kala mereka hendak membunuh Yesus? Mengapa Yesus tidak langsung menyerahkan dirinya saja untuk disalib, agar seluruh dosa manusia ditebusnya melalui penyalibannya? Jikalau seandainya Yesus tidak terbunuh, lantas apakah dosa seluruh manusia tidak terampuni?

Allah telah menjelaskan dalam ayat sucinya tentang ucapan kalian, Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya yang artinya:

Seandainya kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah kami akan membuatnya dari sisi kami, jika kami benar-benar menghendaki perbuatan demikian” (Al-Anbiya: 17)

apakah Allah memberi kepada keduanya sifat-sifat ketuhanan? Apakah tuhan dilahirkan? Apakah tuhan juga membutuhkan tuhan yang lainnya?

apakah tuhan membutuhkan makan? apakah tuhan diciptakan, bukankah dia yang menciptakan? Allah kembali berfirman di surat Al-Maidah yang artinya :

Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelasakan ayat-ayat (tanda kekuasaan) kepada mereka Ahli Kitab, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan oleh keinginan mereka” (Al-Maidah: 75)

Allah telah menjelasakan hal demikian kepada kita agar kita mau berfikir. Namun banyak dari hambanya yang tak mampu untuk mengambil pelajaran dari kisah ini. Dalam dirimu, kamu akan kembali melontarkan pertanyaan, sepertinya kamu masih belum percaya dengan semuanya. Kamu mungkin akan mengemukakan alasan tentang keyakinanmu selama ini dengan mengatakan

“ kami menganggapnya anak tuhan karena sebuah keajaiban yang dialaminya, dia terlahir tanpa seorang ayah dan itu tak mungkin sepertinya kecuali dia pasti adalah anak Allah, kami yakin Allah-lah ayahnya”

wahai kawanku, bukankah Allah telah menciptakan Adam tanpa hadirnya seorang ayah dan ibu, dan hawa tercipta dari seorang ayah tanpa ibu, lantas mengapa engkau menganggap penciptaan Isa di rahim Maryam adalah sesuatu yang mustahil. Bukankah yang mustahil itu adalah penciptaanmu dari ketiadaan menjadi ada? Bukankah engkau dahulunya adalah setetes air. Lalu Allah menjadikanmu seperti yang sekarang? Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Karena dia adalah Mahakuasa atas segala-galanya. Sekarang, aku ingin menceritakanmu beberapa versi tentang orang yang diserupakan oleh Yesus, dan apa yang membuat Nasrani berubah keyakinan dari yang sebelumnya menyembah tuhan yang satu,( Allah) Menjadi menganut keyakinan Trinitas. Mari kita memulai dari salah satu versi islam tentang pembunuhan Yesus:

Pertama: saat Allah berkehendak untuk mengangkat Almasih ke langit, dia keluar menemui para ‘Hawariyyun yang berjumalah 12 orang lantas berucap, “sesungguhnya ada dari kalian akan ada yang kafir denganku sebanyak 12 kali setelah beriman denganku” lantas Almasih memberikan kepada mereka sayembara. “siapakah dari kalian ingin menjadi sahabatku di surga sehingga Allah menyerupakan wajahnya dengan wajahku,” semuanya terdiam, sampai akhirnya salah satu dari mereka yang paling muda bangkit seraya berkata “saya, wahai nabi Allah” Almasih berkata padanya “duduklah!” lalu Almasih mengulang lagi sayembaranya tadi. Namun untuk yang kedua dan ketiga, lelaki tadi kembali menawarkan dirinya maka Allah menserupakan wajahnya dengan wajah Almasih. Dan Allah mengangkat Almasih dari loteng rumahnya menuju ke langit. Lalu orang-orang Yahudi meminta Almasih melalui perantara Yudas, pengkhianat ALmasih dan mengambil orang yang telah diserupakan dengan Almasih tadi, lantas menyalibnya. Dan murid-murid Almasih berpecah belah dengan pendapat mereka setelah naiknya Almasih ke langit, terbagilah menjadi 3 golongan. Golongan pertama sepakat bahwa Almasih adalah Allah yang turun disisi mereka lantas naik kelangit, mereka adalah Ya’qubiyyah. Golongan kedua sepakat mengatakan bahwa Almasih adalah anak Allah, mereka adalah Nasthuriyyah. Dan golongan ketiga mengatakan bahwa Almasih adalah Rasul Allah dan hamba-Nya yang mulia. Mereka adalah yang masih berpegang pada ajaran Almasih yang asli. Kedua golongan tadi mencoba untuk menghabisi golongan terakhir. Namun, Allah yang Mahaperkasa menahannya dan mengokokohkan mereka yang menganut agama kristen murni sampai Mehmed / Muhammad diutus sebagai seorang Nabi dan Rasul. Siapakah para Hawariyyun? Allahua’lam, namun salah satu dari mereka yang terkenal adalah Yohanes, Dan Yudas Iskandariot.

Kedua, setelah diangkatnya Almasih kelangit, seluruh umat kristiani berada dalam kebingungan yang nyata selama 3 abad. Sampai akhirnya, datanglah raja Konstantin pertama mengadakan sebuah konsili terbesar di dunia yang digelar di sebuah kota terkenal yang bernama atas namanya. Konsili itu lebih dikenal dengan nama konsili nicea. Sebuah konsili yang menghadirkan ribuan uskup dan para pengikut kristiani yang berkelompok-kelompok. Setiap limapuluh dari mereka memiliki pedapat, duapuluh dari mereka memiliki pendapat, tujuhpuluh dari mereka memiliki pendapat, dan seratus dari mereka memiliki pendapat. Pertemuan kedua kembali digelar, kali ini, ‘Ya’qubiyyah yang mengemukakan pendapat mereka, pertemuan ketiga kembali digelar, giliran ‘Nasthuriyyah yang mengemukakan pendapat mereka, dan mereka saling mengkafirkan satu sama lain. Dipertemuan terakhir, para pemegang teguh agama Almasih mengemukakan kebenaran mereka, namun sayangnya, pendapat golongan terakhir ini ditentang keras oleh semua pihak. Konstantin segera mengambil keputusan bahwa keyakinan ‘Trinitas adalah yang wajib dianut oleh semua kaum kristiani dan membunuh mereka yang tak menganut faham ‘Trinitas. Perlu diketahui, Konstantin bukanlah seorang Nasrani sejak lahir, ia baru saja memeluk Nashrani sebelum akhirnya menghancurkan agama itu sendiri melalui konsili yang digelarnya. Beginikah agamamu? Hancur di tangan orang munafik. Layakkah disebut sebagai agama murni untuk saat ini? Kalian mengaku mencitai Almasih, namun kenyataannya, kalian melakukan apa yang diharamkan olehnya sebelumnya. Seperti meminum arak dan memakan babi. Adapun kami, kami tak menganggapnya tuhan. Kami hanya menganggapnya sebagai utusan Allah. Namun lihatlah! Kami menjauhi apa yang diharamkan olehnya. Kami pula mencintainya tanpa harus melebih-lebihkannya. Bisa dibilang, kami (umat islam) yang layak untuk mengambil gelar sebagai mereka yang memuliakan Almasih.

Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat untukmu. Semoga mampu membukakan jalan hidayah bagimu, hai saudaraku.

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)