Renungi kisah ini sejenak!
Sebuah tangisan terdengar dari sebuah ruangan tertinggi yang berada di gedung pencakar langit. Sebut saja Hikam, seorang direktur terkenal yang perusahaanya tengah mengalami kebangkrutan. Usaha yang telah dirilisnya bertahun-tahun, kini harus berhenti dikarenakan sebuah masalah. Dahulu, ia sering melupakan manusia karena kekayaan yang dimilikinya. Kini, orang-orang balik melupakannya saat derita menimpanya. Dunia yang dikejar-kejarnya, kini harus pergi sesaat dan bahkan untuk selamanya darinya. Dunia telah membuatnya lupa dengan segalanya. Sekarang, ia merasa menjadi seorang yang paling rugi nan sengsara.
Itulah renungan sejenak tentang gambaran dunia yang terkadang tak sesuai dengan apa yang kita ekspetasikan. Itulah dunia yang hina, namun dirimu tak pernah menyadarinya. Dunia ini hanyalah fatamorgana, yang apabila kamu tertipu olehnya, kamu akan menjadi orang yang paling sengsara. Betapa banyak mereka yang kaya, lantas mengakhiri hayatnya dengan tragis karena kekayaan yang gagal digapainya. Namun betapa banyak orang yang miskin dan mereka yang hidupnya biasa saja, tapi kebahagiaan seolah selalu meliputi diri mereka?
Kekayaan bukanlah tolak ukur kebahagiaan hidupmu di dunia ini. Tapi, perbuatan baikmu dan ketakwaanmu akan menjadi kunci kebahagiaanmu dalam menjalani kehidupan. Manfaatkanlah hidupmu untuk kebaikan, niscaya itu akan berbuah kebahagiaan bagimu. Namun sayangnya, kamu adalah yang termasuk dari hamba-hamba-Nya yang tergila terhadap dunia. Kamu selalu tampil mewah di hadapan teman-temanmu. Kamu selalu memamerkan seluruh aset kekayaan yang kamu punya di hadapan rekan-rekanmu.
Sekarang aku ingin bertanya kepadamu, apakah aset kekayaanmu itu akan ditanya di alam kuburmu kelak? Apakah engkau akan membawa aset itu sampai kamu dimasukkan ke dalam liang lahad?
Sekali-kali tidak! Aset kekayaanmu pasti akan meninggalkanmu bahkan akan pergi darimu untuk selama-lamanya. Allah telah mensifati dunia ini dengan banyak sekali sifat, salah satunya adalah firman Allah dalam surat Al-Hadid, yang artinya:
“ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti akan adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu”(Al-Hadid: 20)
Pertama: Permainan, seorang akan terlena dengan kehidupan ini saat apa yang diimpikannya berhasil. Ia akan membangun kembali impian baru untuk menggapai sesuatu. Ibarat saat dirimu bermain game, saat kamu lolos dari level satu, pasti kamu akan mencoba ke level selanjutnya sampai kamu meraih kata ‘Victory. Sama dengan dunia ini, kamu akan mencoba bersaing bahkan melebihi yang lainnya. Agar kamu mendapat gelar sebagai orang terkaya ataupun sejenisnya.
Kedua: senda gurau, banyak dari materi dunia ini yang membuat kita terlena dengan senda gurau. Kamu mungkin sekarang tertawa merayakan kesuksesan yang mungkin kamu raih di dunia ini. Namun kamu tak mampu untuk mengetahui, jika mungkin kenikmatan itu lenyap seketika di hari esok. Senda gurau itu jugalah yang membuatmu lupa dengan Rabbmu yang Mahamulia.
Ketiga: perhiasan, seluruh isi dunia ini adalah perhiasan. Allah berfirman yang artinya:
“sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya,(Al-Kahfi: 7)
Allah menjadikan apa yang ada di dunia ini sebagai perhiasan. Seperti, emas, berlian, batu mulia, Wanita yang cantik lagi shalehah, mobil mewah, dan rumah megah, semua itu adalah perhiasan dunia. Tetapi, sebaik-baik perhiasan dunia yang telah Rasul sabdakan adalah, yang artinya:
“dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah”
perhiasan itu juga yang akan menjadi ujian bagimu, apakah kamu termasuk dari mereka yang terlena akibat perhiasan itu? Ataukah kamu termasuk dari hamba-Nya yang taat dan tak terlena dengan kehidupan dunia? Sesungguhnya yang mulia di sisi Allah bukanlah mereka yang kaya, banyak jabatan, tinggi kedudukan, bukan!! Tapi yang mulia itu adalah mereka yang bertakwa.
Keempat: berbangga diri di antara kamu, dunia ini adalah tempat bagi orang-orang kafir yang berbangga diri. Mereka yang memiliki harta melimpah akan saling menghina satu sama lain. Mereka akan menghormati dan mendengarkan yang sepangkat dengannya saja, dengan niat untuk membanggakan diri mereka atas yang lainnya.
Kelima: berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, dunia adalah tempat orang-orang yang lupa dengan tuhannya untuk berlomba. Mereka akan berusaha menimbun harta mereka sebanyak banyaknya, mendirikan bangunan yang megah, dan memperbanyak keturunan mereka. Mereka akan begitu bangga saat mampu memamerkan pakaian kebesaran yang mencerminkan kekayaan mereka atas yang lainnya.
Keenam: kesenangan palsu, betapa banyak orang yang terlupa dari mengingat Allah karena kenikmatan dunia. Sehingga mereka tak mengingat apa yang akan mereka siapkan untuk menghadap kepada tuhan mereka nanti. Mereka lupa, bahwa mereka akan diminta pertanggung jawaban atas amalan yang telah mereka perbuat di dunia. Jika mereka hanya menimbun harta dan lupa untuk mengingat-Nya, lantas apa yang akan mereka bawa saat hendak menghadap Rab mereka.
Tahukah kamu, apa hikmah di balik mayat mampu mendengar derap kaki orang-orang yang meninggalkannya?
Jawabannya adalah supaya dia tersadar, bahwa dunia yang telah diusahakannya selama ini telah pergi darinya. Hanya amalan kebaikannya saja yang akan menemaninya di dalam kuburannya. Jika dia tidak memiliki amal kebaikan, maka penderitaan di alam barzakh yang akan diperolehnya. Barulah dia yakin, bahwa dunia ini adalah kenikmatan yang sementara.
Maka berbahagialah engkau wahai saudaraku. Jika semenjak kecil, engkau telah faham serta tidak silau dengan kehidupan dunia yang menipu ini. Itulah salah satu dari kasih sayang yang diberikan Allah untuk mereka yang dikehendakinya. Kamu mungkin akan bertanya, bagaimana hinanya dunia ini di sisi Allah? Setelah kamu mengenal sifat dunia ini melalui ayat-Nya.
Sekarang adalah waktu bagimu untuk mengenal hinanya dunia ini di sisi-Nya melalui ucapan Nabi-Nya.
Pertama: dunia lebih hina daripada bangkai kambing. Diriwayatkan dari Jabir, yang artinya:
“ nabi berjalan melewati pasar melalui dataran tinggi, sementara orang-orang mengerumuninya. Beliau berjalan melewati bangkai kambing yang telinganya kecil alias cacat, sembari memegang telinga cacat kambing tadi, Nabi bersabda “ siapa yang berkenan dari kalian untuk membeli ini seharga satu dirham?” orang-orang menjawab “ kami sama sekali tak tertarik dengannya, lantas apa yang akan kami perbuat dengannya?” Beliau bersabda, “ apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” orang-orang berkata, “ demi Allah, kalau anak kambing jantan ini hidup, ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati dan menjadi bangkai?” Beliau bersabda: “ demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian” (HR. Muslim, no. 2957)
Kedua: Dunia tidak berharga sama sekali di sisi Allah meski seberat sayap nyamuk. Rasulullah bersabda yang artinya
“ seandainya dunia ini di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, maka di tidak memberikan sedikit minuman darinya kepada orang kafir”(HR. Tirmidzi)
Tapi kenyataanya, mereka yang menyekutukan Allah justru menjadi hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Maka semakin terbukti, bahwa dunia tak ada berharganya sama sekali ketimbang sayap nyamuk.
Lantas, apa yang akan di alami oleh mereka yang mengejar dunia ini? Jawabannya adalah seperti yang Ibnul Qayyim ucapkan :
“ pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: kesedihan yang terus menerus; keletihan yang berkepanjangan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti”
Itulah gambaran seorang pecinta dunia dengan angan-angan ‘Duniawi yang selalu ingin digapainya.
Lantas apa yang akan terjadi bila seseorang menjadi budak dunia ini? Jawabannya adalah:
1. Dia akan menghalakan berbagai cara untuk menggapai harta, baik melalui korupsi, mencuri, penipuan, perzinaan, dan sebagainya. Padahal itu adalah perbuatan yang diharamkan syariat.
2. Dia akan menyesali semuanya di akhir hayatnya, saat kematian menghampirinya. Amalan apa yang akan dibawanya untuk menghadap Allah?
3. Mereka adalah orang yang paling tersiksa karena dunia pada tiga hal. Pertama, dia disiksa dunia dalam bentuk usaha, kerja keras untuk mendapatkannya, dan perebutan dunia dengan sesama penggila dunia. Kedua, dia disiksa di alam barzakh (kubur) sebelum mereka disiksa karena dunia di akhirat kelak.
4. Dia akan menjadi orang yang paling bodoh dan tolol. Sebab, ia lebih mengutamakan khayalan daripada kenyataan, lebih mengutamakan bayang-bayang yang akan hilang daripada kenikmatan abadi di surga nanti.
Ketahuilah, umurmu di dunia ini hanya selama 1,5 jam. Mengapa bisa jadi demikian? Jikalau kamu hidup di dunia ini 60 tahun, maka satu harinya disisi Allah seribu tahun, seperti dalam firmannya surat Alhajj, yang artinya:
“dan mereka meminta kepadamu agar mempercepat turunnya adzab bagi mereka, dan sekali-kali Allah tak akan pernah menyelisihi janji-Nya, dan sungguh satu hari di sisi Rabmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (Al-Hajj: 47)
Jikalau satu hari di sisi kita 24 jam, sementara di sisi Allah seribu tahun. Berarti kita hidup di dunia ini hanya 1,5 jam. Benar-benar singkat, bukan?
Kekayaan dan harta akan segera pergi dari kamu. Sekarang adalah waktu bagimu untuk mengakhiri kegilaanmu terhadap Dunia. Sekarang adalah waktu bagimu untuk meniti jalan Nabi-Nya, yaitu jalan menuju keridhaan-Nya. Semoga bermanfaat bagimu kawan! Sekian dan terima kasih, Allahua’lam.



0 komentar:
Posting Komentar